
Zain dan Fika telah sampai dirumah Zain.
Zain menurunkan barang-barang Fika dari mobil dan membawanya ke dalam rumah. Zain tak menyewa asisten rumah tangga. Ketika belum menikah dia akan membersihkan rumahnya sendri. Rumahnya tak begitu besar, cukup untuk keluarga kecil dengan dua anak.
Zain terbiasa mencuci baju sendiri, menyetrika sendiri juga. Kalaupun jadwal penuh dia akan laundri. Soal makan dia kadang masak sendri, kadang juga beli. Kini dia sudah memiliki istri, bukan berati akan membebankan seluruh pekerjaan rumah pada Fika, namun akan berbagi tugas dalam mengurus rumah dengan Fika, karena Fika juga bekerja.
Zain sadar dan tau tentang fiqih islam, walaupun dia bukan seorang santri pondok. Memasak, mencuci, dan aktifitas lainnya terkait pekerjaan rumah tangga adalah bukan tanggung jawab istri, melainkan tanggung jawab suami.
Jikapun Fika tak sanggup untuk mengurus rumah berbagi dengan Zain, maka Zain akan menyewakan seorang asisten rumah tangga.
"Sayang, apakah kau butuh asisten rumah tangga, untuk membantu kita membersihkan rumah." tanya Zain.
"Sepertinya kita coba dulu tanpa ART ya mas."Jawab Fika.
"Ok, baiklah. Biar kita bisa leluasa berdua juga." Respon Zain.
"Ih kamu mas, bisa aja."
Zain membalasnya dengan senyuman menggoda.
__ADS_1
Hari ini hari terakhir Zain cuti. Besok sudah mulai dinas lagi. Zain mengecek HPnya untuk melihat jadwal dinas besok. Fika bersandar di bahu Zain.
Besok jadwalnya Zain dinas ke Solo sore hari dan akan pulang lusa. Fika yang mengetahuinya keberatan selama itu ditinggal sendiri di rumah. Ya disitulah kesetiaan seorang istri masinis diuji, karena Zain akan jarang di rumah.
*
*
Siang harinya sebelum Zain berdinas ke Solo, KUPT (Kepala Unit Pelaksana Tugas) atau pempin masinis di kantor kerja Zain mengundang Zain dan istrinya untuk datang ke kantor crew KA.
KUPT crew KA akan melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada istri masinis. Fika yang diberitahu untuk datang ke kantor Zain merasa bingung. "Ngapain mas ke kantormu?Aku malu" Tanya dan respon Fika.
"Iya mas,pakai baju apa ya?"Tanya Fika lagi.
"Bebas saja, asal sopan." Jawab Zain.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan harinya Zain dan Fika pergi ke kantor Zain. Fika merasa gugup dan Zain berusaha menenangkan. Sesampainya di kantor Zain langsung menuju ke ruangan KUPT. Pak Hari mempersilahkan Zain dan istrinya masuk.
"Mohon ijin saya mengenalkan, ini Fika Nurraini istriku Pak" Zain memperkenalkan.
"Ya,..ya..pintar kamu cari istri Zain." Respon pak Hari
"Siap pak, terimakasih."Jawab Zain.
Pak Haripun mengenalkan diri pada Fika, kemudian bertanya terkait keseharian Fika. Pak hari juga menjelaskan jika menjadi istri masinis itu harus sabar menanti dan banyak berdoa. Masinis jarang dirumah dan seringnya diluar. Jam dirumah hanya sekitar 8 jam. Lebih banyak jam kerjanya.
Tidak boleh berprasangka buruk pada suami yanh sedang bekerja. Harus membuat suami tenang dirumah. Agar bisa fokus bekerja, karena saat bekerja membawa dan bertanggung jawab atas keselamatan ratusan nyawa penumpang.
Banyak Hal lagi yang dijelaskan oleh Pak Hari. Fika mengangguk dan tersenyum tanya paham.
Selesai pembinaan Zain pamit untuk mengantarkan Fika pulang. Hari masih siang belum waktunya Zain untuk mulai dinas, sehingga memutuskan pulang terlebih dahulu.
Sore harinya Zain berangkat kembali untuk mulai berdinas.
__ADS_1