
Zain tidur dengan nyenyak semalaman, tak terasa hari sudah pagi. Pagi ini jadwalnya libur kerja. Dia berniat pulang ke rumah orangtuanya. Jarak rumahnya ke rumah orang tuanya sekitar sejam,karena hanya beda kabupaten. Alasan Zain tinggal terpisah dengan orangtua adalah agar tidak jauh dari tempat kerjanya,stasiun.
Sampai di rumah orangtuanya, sudah ada Ayah, Ibu, kakak dan Adiknya menanti. "Tumben kalian kumpul, adik gak kuliah?kakak gak kerja?"
"kuliah siang kak". Jawab Malika adiknya.
"Kakak tidak ada jadwal praktek di klinik." Jawab Tiara kakaknya yang seorang dokter dan memiliki klinik pribadi.
"kami menunggumu nak, ada hal yang ingin kami bicarakan." jawab Siti ibunya Zain.
"Hal penting?"Sahut Zain dengan mengerutkan kening.
"Iya, kami akan melamarkan seorang gadis untuk dijadikan istrimu dan menantu kami nak." Jawab Dani ayah Zain. Ayah Zain seorang pensiunan guru begitupun ibunya. Namun tak ada satu orangpun anak pak Dani dan bu Siti yang ingin menjadi guru.
"Lamaran untukku?". Tanggapan Zain pada mereka dengan rasa bingung.
__ADS_1
"Ini bukan jamannya Siti Nurbaya, main jodoh-jodohan yah. Zain sudah punya calon istri sendri, minggu depan Zain akan mengenalkannya pada ayah dan ibu, ketika Zain jadwal libur kembali.
Siti langsung menanggapi Zain. "Kami hanya ingin kamu segera menikah dan kami punya cucu Zain. Ibu takut diumurmu yang hampir 27 tahun belum memikirkan pernikahan, karena belum pernah membawa teman perempuan kerumah, sehingga ibu memiliki inisiatif melamar anak teman ibu, untuk dijadikan mantu."
"Tenang saja ibu, ayah, Zain akan membawa calon istri Zain minggu depan."
"iya kami tunggu, penasaran ni." Jawab Malika dan Tiara berbarengan. Ayah dan ibu tersenyum lega.
"Aduh kenapa aku ngomong gitu ya, padahal kan memang benar aku belum punya calon istri, apalagi teman dekat wanita." Gerutunya dalam hati.
"Zain pamit pergi dulu ya,mau service mobil ni."
"Kakak mw sekalian kencan." Sahut Zain dengan ekspresi menjulurkan sedikit lidahnya pada Malika dan meledek. Zain kemudian pergi dari rumah ayah dan ibunya.
Didalam mobil Zain merasa kebingungan, kenapa dirinya berbicara bohong. Bagaimana bisa dia mencari calon istri dalam seminggu, dengan jadwal kerja yang selalu keluar kota dan padat? temen dekat cewe jg gak punya.
__ADS_1
Zain memang tak pernah dekat dengan perempuan,punya sahabat ataupun pacar. Perempuan yang dekat dengan Zain hanya Ibu, Malika adiknya dan Tiara Kakaknya.
***
Tiara juga pamit pulang pada Ayah dan Ibunya karena akan menjemput Haya pulang sekolah. Tiara sudah menikah dengan seorang pengusaha Aditya Bramawijaya namanya. Haya adalah anak mereka yang sudah berumur 5 tahun dan sekolah TK.
Setelah menjemput Haya kemudian Tiara dan Haya pergi ke Kantor Aditya, untuk mengajak Aditya makan siang bersama. Sampai di kantor Aditya baru selesai memimpin rapat. Mereka berdua langsung memeluk Aditya. Haya langsung mengajak ayahnya untuk makan siang di tempat ayam goreng kriuk yang ada playgroundnya.
"Siap bos kecil, ayok kita berangkat." Kata Aditya.
"Kalau Haya yang minta pasti kamu cepet mas."Gumam Tiara.
Sementara Malika menuju ke kamarnya untuk menonton drama korea kesukaannya di laptop.
Tersisa hanya Pak Dani dan Bu Siti berdua.
__ADS_1
"Apapun pilihan Zain, ibu setuju yah, yang penting solehah, gak harus dari keluarga kaya." Kata bu Siti pada suaminya
"Iya bu bapak juga berpikir begitu, yang penting Zain bahagia." Jawab pak Dani