
Zain yang sedang menservis mobilnya, menunggu dengan jenuh, akhirnya memutuskan untuk pergi ke cafe disebrang jalan tempat service. Kebetulan tempat servise mobilnya dekat dengan kampus tempat Fika bekerja. Saat Zain pergi ke cafe, bertepatan dengan waktu makan siang. Dia memesan french fries dan coffe latte. Tak selang beberapa lama dia duduk, teringat kembali dengan ucapan pada ayah ibunya bahwa dia punya calon istri, Zain mengusap kasar wajahnya karena bingung.
Zain menatap sekeliling caffe yang bernuansa taman, matanya tertuju pada suatu arah dan terhenti, melihat orang duduk sendri. "Fika..." Kemudian Zain menghampiri Fika.
"Hai, apakabar."
"Kabar baik, mas gimana kabar?" Jawab Fika.
"Alhamdulillah baik juga, boleh saya duduk disini?"
"Silahkan, sendirian mas, sedang apa disini?" Tanya Fika lagi.
"Sedang service mobil disebrang jalan, karena jenuh jadi kesini. Kamu sendiri kesini?"
"Iya. tempat kerjaku diujung jalan mas, dekat sini." Jawab Fika.
Zain mengerutkan alisnya.
"Saya dosen di Universitas U*** mas, beberapa kali saya kesini untuk makan siang."
"Wah hebat, ternyata seorang dosen." Puji Zain.
__ADS_1
Fika dan Zain memakan pesanannya dan bercerita panjang lebar. Dalam hati Zain berkata, "mungkin cocok untuk dikenalkan ke Ayah Ibu untuk jadi calon istri."
Zain memang sudah ada rasa yang berbeda ketika pertama kali bertabrakan dengan Fika di stasiun. Apalagi rumah Fika satu komplek dirumahnya, Fika yang berjilbab terlihat alim dan soleha menurut Zain, pendidikannya juga tinggi, cantik wajahnya, bagi Zain itu adalah paket lengkap untuk dijadikan istri.
Zain memberanikan diri bertanya pada Fika. "Fika sudah punya pacar atau calon suami?"
"Otw nyari mas." Jawab Fika.
"Mas sendri?"
"Lagi usaha menaklukan, cewe didepanku untuk dijadikan istri ni."Celetuk Zain
Deg....Keduanya jantung berdetak dengan cepat, Fika kaget mendengarnya dan Zain terlalu berani mengatakannya.
"Boleh nanti malam aku main ke rumahmu?" Tanya Zain.
Fika masih terdiam belum mencerna perkataan Zain, hingga Zain memanggil kembali nama Fika.
"Bo..leh.. mas."
"Terimakasih Fika, aku duluan ya, sepertinya servis mobilku sudah selesai dan harus diambil."
__ADS_1
Zain pergi lebih dulu meninggalkan Fika. Selesai service mobil Zain mampir ke toko kue untuk membeli buah tangan yang akan dibawa Zain untuk pergi ke rumah Fika nanti malam. Dia membeli satu kotak brownise dan sekotak tiramisu.
****
Hari mulai gelap, adzan magrib berkumandang. Seusai sholat magrib Zain biasa membaca Qur'an hingga menjelang Isya.Sosok pria idaman pokoknya.Taman, mapan, soleh.
Seusai Isya, jan bersiap pergi ke rumah Fika. Zan menggunakan setelan casual clana jeans dan kaos lengan panjang berkerah. Tak lupa dia membawa kue yang telah dibelinya tadi siang.
Sampi dirumah Fika, Zan memencet bel, tak lama Fika yang sudah menanti Zain membukakan pintu. " Silahkan masuk ma, silahkan duduk."
"Ini oleh-oleh untuk orang rumah." Ucap Zain.
"Terimakasih mas, mau minum apa, biar fika butkan."
"Terserah Fika saja." Jawab Zain
Fika pergi ke dalam untuk menyimpan kue yg dibawa Zain dikulkas, kemudian menyiapkan minuman dan camilan untuk Zain. Fika membuatkan jeruk hangat untuk Zain, karena kebetulan cuaca sedang gerimis, pas sekali jika menyeduh yang hangat.
Fika membawa camilan dan minuman untuk Zain ke ruang tamu. "Silahkan mas, sebentar lagi Ayah Ibuku turun mas, sudah kuberitahu tadi kalau mas akan kesini."
"Terimakasih Fika."
__ADS_1
Tak selang berapa lama ayah dan ibu Fika menemui Zain. "Baru pertama kali Fika bawa teman laki-laki ke rumah." Ucap Ibu Fika
"Saya Zain." Sambil berjabat tangan memperkenalkan diri kepada ayah dan ibu Fika.