
☆☆☆☆☆☆☆☆
Hi readers, mohon bantuan komen sebanyak²nya dan beri dukungan ya, demi keberlangsungan selesainya novel ini, maaf dua hari gak update. Karena anak demam.
*****************
Semua keperluan untuk lamaran sudah siap. Cincin untuk lamaran jg sudah dibeli. Hari ini tiba saatnya semua rombongan keluarga Zain datang ke rumah Fika untuk melamar secara resmi.
Di rumah Fika semuanya juga sudah dipersiapkan.
Fika yang anak tunggal, hanya dibantu oleh ayah ibunya. Namun keluarga besar Fika juga datang saat lamaran kali ini, om, tante, sepupu kakek, dan nenek.
Keluarga Zain sudah siap berangkat ke rumah Fika. Yang ikut dalam acara lamaran Pak Dani, Bu Siti, Tiara, Malika, Hayya, Aditya, dan Arga. Hati Zain berdebar karena merasa sangat gugup.
"Ya Alloh secepat ini perjalananku dalam menentukan pilihan hidup, semoga ini hanya sekali seumur hidup." Ucap Zain dalam hati.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Fika barang-barang dr keluarga Zain diserahterimakan ke keluarga Fika. Kecualu cincin dan perhiasan masih dipegang oleh ibu Zain. Keluarga Zain masuk ke dalam rumah Fika dan disambut hangat oleh keluarga Fika. Ternyata Fika adalah gadis yang akan dijodohkan dengan Zain. Karena ibu Fika ternyata Adalah bu Tuti teman guru ibu Siti. Takdir Alloh memang lebih indah dari rencana manusia.
Acara berjalan lancar dari awal, Aditya sebagai wakil pembicara dari keluarga Zain.Kini tiba saatnya pasang cincin. Yang memasangkan cicin adalah ibunya Zain. Arga bertugas sebagai kameramen sigap mengambil gambar. kebetulan dia juga sedang libur dinas, karena Zain teman dekatnya, maka Arga diminta ikut menemani dalam acara lamarannya. Lamaran yang sederhana, namun tetap terlaksana dengan baik.
Selesai pasang cicin, maka tiba sesi foto keluarga dan berbincang santai antar keluarga. Ibu Zain tiba-tiba berkata, "mari kita laksanakan acara pernikahan di bulan depan, bertepatan dengan tanggal ulang tahun Zain".
Semua yang mendengar merasa kaget. Karena secepat itu menentukan tanggal pernikahan.
"Apakah Fika sedang hamil tante?" Cletuk Arga.
Tuti ibunya Fika menyambut dengan sangat antusias setuju dan senang dengan tanggal pernikahan tersebut. Ayah Fika dan Pak Dani pasrah saja, semua terserah Fila dan Zain.
Fika dan Zain terpaksa menuruti permintaan kedua ibunya, dengan syarat mengadakan pernikahan yang sederhana saja, karena persiapan waktu pernikahan yang begitu sangat mepet.
"Pernikahan kok kaya mie instan y mas." Ucap Fika pada Zain.
__ADS_1
"Ah kamu bisa aja." Jawab Zain.
Fika yg masih merasa ragu, apakah sudah ada cinta diantara mereka. Namun dia merasa bahagia di dekat Zain. Sementara Zain yg sudah yakin atas pilihannya sehingga dia mengikuti keinginan ibunya,agar cepat nikah.
"Fika tenang saja,saya akan membahagiakanmu."bisik Zain.
Fika tersenyum tersipu malu.
Tanggal pernikahan fix telah ditentukan, bertepatan dengan tanggal ulang tahun Zain.
Acara selesai, Hayya yang dari tadi sudah merengek minta pulang, dengan sangat senang mendengar kabar pulang. Keluarga Zain Pamit pulang dari kediaman Keluarga Fika. Keluarga Zain dibawalan buah tangan kue dan buah dr keluarga Fika. ibu Fika dan ibu Zain berpelukan.
"Akhirnya besanan kita." Ucap ibu Fika.
" Iya, alhamdulillah, semoga cepat dapat cucu." Jawab Siti ibunya Zain.
__ADS_1
Satu persatu keluarga Zain memasuki mobil dan Fika melambaikan tangan pada Zain, tanda perpisahan. Zain membalas dengan senyuman.