
Matahari mulai bersinar malu-malu menerangi semesta, setetes embun yang masih bertahan di penghujung daun memancarkan beningnya terkena paparan matahari pagi.
Di sebuah balkon kamar minimalis modern terlihat seorang wanita cantik masih mengunakan piyama tidurnya, menikmati keindahan kota di pagi hari.
Aerilyn,ia dia adalah sosok wanita pekerja keras, dimana hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya di kantor.
semenjak sepeninggal ibunya ia menjadi wanita yang rada keras dan cuek, hanya dengan sang ayahlah ia menjadi wanita yang lembut, hangat dan penyayang.
"Ayin sayang kamu sudah bangun nak...?"tanya sang ayah sembari mengetuk pintu kamar putrinya.
panggilan kecil itu masih terdengar hinga sekarang, panggilan manja untuk sang anak semata wayangnya.
"iyaa... ayah, sebentar lagi Ayin turun"ia bergegas untuk siap-siap kekantor.
Beberapa saat,
"pagi ayah..."Aerilyn menarik kursi di sebelah ayahnya untuk sarapan bersama.
"sayang, kapan kamu ambil cuti,kamu juga butuh istirahat atau liburan misalnya ...!"damar memperingati putrinya, agar jangan terlalu memproritaskan pekerjaan,ia melihat akhir-akhir ini, putrinya begitu sibuk mengurus perusahaannya.
"ayah bicara apa...?ayin tidak butuh itu semua"elak Aerilyn.
"sayang...kamu masi muda,kamu harus menikmati masa-masa muda kamu sebelum akhirnya kamu menikah...!"seru sang ayah sengaja menyindir Aerilyn.
Aerilyn, membuang nafas kasar mendengar penuturan sang ayah, bagaimana umurnya sekarang,
tapi kalau untuk pernikahan ia benar-benar belum siap.
"Ayin berangkat,ayah jangan terlalu banyak berpikir tentang Ayin"ia beranjak,meraih tangan sang ayah dan tak lupa mencium punggung tangan yang sudah keriput tersebut.
Damar benar-benar bingung dengan sikap putrinya,
masa iya secantik itu ia tidak memiliki laki-laki yang menyukainya?.
dalam perjalanan Aerilyn memandang jalanan yang sedikit padat, padahal ini masih terbilang pagi untuknya yang tidak pernah ingin datang terlambat,
__ADS_1
menurut pandangan pribadi Aerilyn, seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik untuk semua karyawannya,bukan semena-mena menggunakan jabatannya.
"pagi buk Aerilyn...? sapaan karyawan.
Aerilyn, hanya mengangguk datar, entah mengapa? gadis cantik ini sangat sulit untuk tersenyum,
wajahnya dingin seakan tak tersentuh.
"Jeki,apa kamu sudah mempelajari semua berkas untuk meeting kita pagi ini?"tanya Aerilyn sembari melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan CEO.
Sedangkan sang sekertaris hanya membuntutinya dari belakang.
"sudah buk...kita masi memiliki waktu tiga puluh menit!"Jeki menjelaskan.
meskipun tanpa bertanya ataupun menjawab,Jeki sudah terbiasa dengan itu, bos-nya memang terkesan dingin dan cuek,tapi tetap saja ia tidak menerima kesalahan jika menyangkut tentang pekerjaan.
setelah sampai di ruangannya Aerilyn melakukan rutinitas pekerjaan seperti biasa, tidak ada satu pun yang terlewat dari mata cantiknya.
saat tengah fokus memeriksa berkas-berkasnya tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
keningnya berkerut melihat siap yang tiba-tiba masuk.
"maaf buk, saya sudah melarangnya"ujar sang sekertaris yang mengekor dibelakang orang tersebut .
"kamu kenapa jek? perusahaan kita kedatangan tamu istimewa, seharusnya kita menjamunya dengan baik...!"Aerilyn memaksakan senyumannya,ia beralih pada tamu yang ia maksud.
"silakan duduk tuan,maaf jika sekertaris saya lancang!"serunya.
"Aeril...!sampai kapan kamu akan seperti ini, semuanya sudah lama berlalu, please lupakan Aeril"pinta orang tersebut.
Aerilyn duduk dengan tenang dan anggun,
"jek keluarlah"perintah Aerilyn.
Jeki langsung meninggalkan kedua insan yang kemungkinan besar membahas masalah pribadi,
__ADS_1
"sudah lama yah..."gumam Aerilyn.
Rian mengangguk mengiyakan gumaman Aerilyn.
"justru karena sudah lama, sampai-sampai aku sudah melupakan semuanya,tiga tahun...! saya rasa lukanya sudah sembuh,tapi sampai kapanpun tetap akan meninggalkan bekas"imbuhnya.
"please,beri aku kesempatan sekali lagi,,,"mohon Rian.
"tiga tahun aku memendam penyesalan ku Aeril, semuanya sangat menyiksaku,Hinga akhirnya aku memberanikan diri untuk menemui kamu, meskipun rasanya tidak pantas,tapi aku akan tetap berjuang mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi,
semuanya sudah cukup membuatku mengerti dan belajar apa arti sebuah hubungan sebenarnya"papar Rian.
"kamu tidak perlu untuk berjuang Rian, semuanya sudah berlalu biarlah berlalu, saat itu aku mencoba untuk berdamai dengan kenyataan,aku menerimanya dan berjuang untuk ikhlas, perjuangan panjangku tidak sia-sia,saat itu aku harus tetap maju walaupun harus merangkak,pada akhirnya aku bisa bangkit dari luka,aku bisa berdiri dari rapuh,aku bisa melalui keterpurukan ku"timpal Aerilyn seola menyelami luka lama.
tak terasa waktu terus bergulir.
"permisi buk, waktunya untuk meeting"ucap Jeki tak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Aerilyn mengangguk menangapi ucapan Jeki.
"maaf saya ada meeting penting"ucapnya datar sembari beranjak.
"saya akan datang lagi"timpal Rian langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Aerilyn membuang nafas kasar,ia langsung membuang segal perasannya dan lesung bergegas menuju ruangan meeting.
"ibu tidak apa-apa?"tanya Jeki.
"siap suruh kamu mengkhawatirkan saya jek"ucapnya yang melihat wajah sekretarisnya sedikit khawatir.
"mana berni buk"jawab Jeki cepat.
setelah sampai di ruangan meeting, tanpa basa-basi Jeki langsung membuka dan menjelaskan tentang meeting yang akan mereka bahas,
tanpa terasa sudah hampir satu jam berlalu, dibawah kepemimpinan Aerilyn semuanya berjalan lancar seperti yang mereka inginkan.
__ADS_1
bersambung....