Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
seorang pemimpin


__ADS_3

ketika jalanan sudah senggang, Aerilyn segera melajukan mobilnya dengan cepat,ia tidak ingin melihat hal yang tak pantas ia lihat.


sedangkan Raffa, segera menuju kampusnya.


"sayang, nanti malam jalan yuk,,"ajak Riani setelah merek sampai di parkiran kampus.


Riani adalah pacar entah yang ke berapa seorang Raffa, namun Riani tidak peduli yang penting ia bisa bersama dengan Raffa sang idola semua wanita.


saat Raffa mengajaknya putus Riani dengan keras menolaknya.


"sorry, nanti malam aku ada acara sama teman-teman"tolaknya dan segera berlalu meninggalkan Riani.


disisi lain.


Aerilyn memasuki ruangannya,sebisa mungkin ia membuang rasa kesalnya dengan apa yang telah ia lihat,


"apa agenda ku hari ini?"tanyanya pada sang sekertaris.


"ada pertemuan dengan beberapa perwakilan perusahaan yang bergabung dengan proyek pembangunan resort yang akan kita tangani nanti "jelas Jeki.


"apa mereka akan datang ke sini?"tanyanya lagi.


"tidak buk, pertemuannya di luar, mereka yang menentukan tempatnya, menurut mereka agar lebih nyaman jika pertemuannya diadakan di luar !"Jeki kembali menjelaskan.


"oke,kamu siapkan berkas-berkas yang harus saya pelajari terlebih dahulu"titanya.


"baik buk,saya permisi"Jeki undur diri setelah mendapat perintah dari sang bos.


setelah tiba waktunya Aerilyn mendatangi tempat yang sudah mereka janjikan.


tentunya kedatangan seorang CEO wanita yang karirnya sedang di puncak, membuat orang-orang di sekitar menganga,sebab menurut berita yang beredar wanita itu begitu dingin dan cuek,akan tetapi siapa saja yang melihatnya ingin berlomba-lomba memperebutkannya.


"maaf nona Aerilyn, tempatnya sedikit terbuka"ucap salah seorang dari rekan kerjanya, yang melihat kalau wanita cantik ini sedikit tak nyaman.

__ADS_1


"tidak masalah,apa bisa kita mulai?"tanyanya.


"tunggu sebentar,ada salah satu perwakilan perusaan yang belum datang"ucap salah satu dari mereka.


"maaf sedikit terlambat"


Deng...


Aerilyn terdiam sejenak, suaranya begitu familiar, namun ia tetap menunjukkan wajah tenangnya.


"tidak masalah pak,silakan duduk"ucap rekan yang lainya.


"senang bertemu lagi"Rian menerbitkan senyumannya, melihat Aerilyn.


"wow,kalian saling kenal! ini sangat bagus, otomatis akan mempererat kerjasama kita"ucap salah satu dari rekannya.


"aku tak suka bertele-tele, ataupun menyia-nyiakan waktu"ucap tegas Aerilyn.


jika tidak suka, Aerilyn dengan tegas menolak tanpa toleransi.


"jika kalian menyetujuinya,maka silakan datang ke perusahaan ku untuk membawa semua berkas kerjasama kita,namu jika kalian keberatan aku tidak memaksa, proyek tersebut bisa kita batalkan,sebagian pemegang saham terbesar,aku ingin proyek tersebut dibawah naunganku"Aerilyn membereskan beberapa dokumen yang telah ia paparkan dengan detail.


beberapa perwakilan dari berbagai perusahaan pun tercengang, dengan ketegasan yang ia miliki menambah wibawa seorang pemimpin.


"jek kita pulang..."Aerilyn sudah beranjak dari tempat duduknya.


Jeki segera membereskan semua berkas dan bergegas membuntuti Aerilyn.


"Arin tunggu dulu"Rian menyusul Aerilyn dan tanpa segan meraih tangan Aerilyn yang membuat Aerilyn segera menghentikan langkahnya.


ia menatap Rian dengan dingin, seolah memperlihatkan ketidak senangnya dengan apa yang Rian lakukan.


"maaf"cicit Rian menunduk.

__ADS_1


tanpa menjawab Aerilyn langsung berpaling dan pergi begitu saja meninggalkan Rian yang membeku.


saat dalam perjalanan kembali ke kantor, Aerilyn tak sengaja kembali melihat Raffa yang tengah menongkrong di pinggir jalan bersama teman-teman satu gengnya.


Aerilyn memijat pangkal hidungnya,ia menepis semua pikirannya yang kenapa akhir-akhir ini ia seringkali melihat Raffa dengan tidak sengaja.


"tidak tidak tidak..."cicitnya pelan sembari menggeleng.


"Ibuk tidak apa-apa?"tanya Jeki dengan heran.


"hemmm, tidak apa-apa Jeki, Oya!aku ingin kamu cari tau di bidang properti mana saja perusahaan Rian bergelut,"perintahnya,ia sengaja mengalihkan perhatian Jeki


"baik buk"timpal jeki patuh.


"ingat! jangan sampai ada yang terlewatkan,aku yakin ada sesuatu dibalik ia kembali mengusikku"Aerilyn menerawang jauh ke depan.


"hemmm,cukup berkembang juga perusahaan keluarga Rian sekarang,donatur di beberapa universitas"celoteh Aerilyn, setelah menerima beberapa informasi dari Jeki.


ia kembali mengutak-atik laptop kesayangannya, dimana ia mendapatkan semua informasi yang ia inginkan.


"Ayin... sayang apa kamu lupa nanti malam adalah acara ulangtahun Olivia"tanya sang ayah sembari mendekati putri kesayangannya yang selalu fokus dengan pekerjaannya.


"astaga...aku hampir saja melupakan itu,"Aerilyn memukul jidatnya pelan.


"apa ayah bilang,kamu terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan kamu sampai kamu lupa hari ulangtahun Olivia sepupu kamu sendiri"ujar damar.


"hehehe,iya maaf"timpalnya cengengesan.


"ya udah nanti malam kamu siap-siap, mumpung masih sore kamu masih ada waktu untuk membeli kado untuk Olivia"ucap ayahnya.


"tentu ayah"Aerilyn bergegas siap-siap untuk membeli sesuatu untuk Olivia.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2