Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
kamu lagi.


__ADS_3

tak butuh waktu lama Aerilyn sudah tiba di pusat perbelanjaan,


ia langsung menuju tokoh yang biasanya ia kunjungi untuk membeli sesuatu.


Aerilyn sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, sebuah tas branded original yang menjadi pilihannya dan sudah di bungkus dengan sangat cantik.


"untungnya ayah mengingatkan, kalau tidak, akan mendengar celotehan Olivia setiap hari, karena lupa akan hal ini"celotehnya sembari melangkah menuju mobilnya.


waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam,


Aerilyn sudah sampai di kediaman sepupunya tersebut.


acara ulangtahun Olivia yang ke delapan belas diadakan begitu meriah dengan serba bernuansa biru muda.


Aerilyn melangkah dengan anggun memasuki ruangan, dengan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya.


"kak Ayin,,"teriak Olivia, melihat Aerilyn yang sudah tiba.


serentak semua menoleh, menyaksikan langsung sang pengusaha perempuan yang begitu populer saat ini, menjadi topik utama dikalangan perbincangan masyarakat.


"happy birthday sayang "ucap Aerilyn sembari mencium pipi Olivia.


"Oya ini untuk kamu"Aerilyn memberikan kadonya untuk Olivia.


"ini apa kak"ucap Olivia antusias.


"nanti kamu akan tahu"balasan.


"Oya apa kakak terlambat?"tanyanya melihat tamunya yang sudah sangat ramai.


"mana mungkin, acaranya tidak akan di mulai kalau kakak belum datang"Olivia menampakkan deretan gigi putihnya.


"Aerilyn,"panggil bibinya.


"bi,,, bibi apa kabar"tanyanya langsung memeluk sang bibi.


"bibi baik sayang"balasnya.


"paman mana?"tanyanya sembari melihat di sekeliling.


"itu lagi ngobrol sama ayah kamu"jawab bibi Aira.


"ya udah kakak ikut aku gabung sama teman-teman yuk!"ajak Olivia.


"Olivia!!!"Aira memperingatkan Olivia, karena ia tau Aerilyn akan sedikit tak nyaman berada di antara anak-anak sebaya Olivia.

__ADS_1


"tidak apa-apa bik!"Aerilyn mengikuti apa yang menjadi keinginan adik sepupunya tersebut.


Aerilyn ikut bergabung di antara mereka,ia mencoba sebisa mungkin untuk berbaur dengan teman-teman Olivia, karena ia ingin menjaga perasan sang adik meskipun rasanya tidak nyaman sama sekali.


"mau minum nona?aku lihat anda sangat gelisah"tawar seorang pria.


Aerilyn melihat ke arah suara.


"kamu lagi"kesalnya.


"menarik,,,kita baru sekali bertemu loh, tapi nona masih mengingat wajah saya"timpal raffa dengan senyum menggoda.


"hah,jangan besar kepada dulu, saya mengingat semua orang yang pernah bertutur sapa dengan saya bukan hanya kamu saja"ujarnya.


"ciye eiye,raffa"goda teman-temannya.


"mbak jangan tergoda sama play boy kayak si raffa"ucap yang satunya lagi.


Aerilyn menggeleng mendengar berbagai celoteh yang terlontar.


ia pun segera pergi menghampiri Olivia karena sebentar lagi acaranya akan segera di mulai.


saat acara berlangsung Aerilyn hanya diam,ia terlihat dingin seakan tak tersentuh.


hanya memperhatikan acara yang berlangsung.


dimulai dengan Olivia berdansa dengan sang pujaan hatinya.


tiba-tiba di susul dengan beberapa pasangan anak muda yang lainnya, Aerilyn hanya menggeleng melihat acara anak muda jaman sekarang.


tiba-tiba ada uluran tangan seseorang.


"maukah anda berdansa dengan saya?"tawarannya.


Raffa, Raffa, Raffa,,,,


tepukan tangan menyemangatinya.


"ayolah kak"pinta Olivia memohon.


Aerilyn menggeleng.


"please"Olivia memohon dengan sangat.


dengan berat hati Aerilyn membuang nafas kasar,mau tak mau ia mengabulkan keinginan sang adik.

__ADS_1


Aerilyn meraih uluran tangan raffa yang sejak tadi mengajaknya.


dan musik pun segera mengalunkan melodinya.


Aerilyn dengan lembut mengimbangi gerakan Raffa,


seakan ia tak ingin kalah hanya dengan anak ingusan yang ia hadapi kini.


"apa bisa saya mengenal anda lebih jauh"bisik Raffa.


"mimpi pun tak akan ku izinkan kamu mengenal saya"timpal Aerilyn yang masih mengimbangi gerakan raffa.


"tapi saya akan mewujudkan mimpi itu, hingga menjadi nyata"ank muda itu selalu membuatnya kesal.


"hah,anda cukup percaya diri anak muda"remeh Aerilyn.


"percaya diri saya yang akan mengantar anda pada saya"raffa tidak kalah sengitnya.


sedangkan yang menyaksikan adegan mereka berdua, merasa bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi,


percakapan mereka seperti bisikan cinta yang di utarakan kepada sang kekasih.


sedangkan kenyataannya adalah percakapan yang tak kalah sengitnya.


"kurang ajar,anak itu berani sekali"kesal Aerilyn setelah sampai di kamarnya.


"awas kamu saya akan bikin kamu menyesalinya nanti"hatinya tidak berhenti mengutuk raffa yang menurut Aerilyn begitu lancangnya.


ia langsung menghubungi Jeki untuk mencari tahu tentang raffa dan ingin Jeki memberikan informasinya besok pagi.


pagi pun sudah tiba..


"uahhhhh"Aerilyn menggeliat dari tidurnya.


ia langsung memeriksa email-email di ponselnya.


Aerilyn kembali mengucek matanya melihat data-data informasi tentang raffa yang ia minta.


tidak menunjukkan titik terang, data-datanya sama sekali tidak lengkap


seorang mahasiswa di universitas bangsa.


"siapa dia?ahhh masa bodoh,bukan urusanku"Aerilyn beranjak dan segera menghilang di balik pintu kamar mandi.


***bersambung...

__ADS_1


sampai jumpa di bab selanjutnya***.


__ADS_2