Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
sedikit dewasa.


__ADS_3

"cihkkk kenapa sangat sulit untuk meminta maaf padanya,aku tidak boleh menyerah begitu saja,aku harus berusaha lebih keras lagi"ucap rian sembari mondar-mandir di ruangan kerjanya.


"Jiyo,,, tolong cari tahu tentang Aerilyn sekarang sedetail mungkin,jangan sampai ada satu pun yang terlewat"perintah rian pada asisten pribadinya.


"baik tuan"Jiyo kembali fokus pada layar monitor komputernya.


"tuan,ini yang anda minta!"ia memberikan beberapa lembaran kertas putih yang sudah bernoda hitam tersebut.


tanpa basa-basi Rian langsung meraihnya, dengan rasa tida sabar ia melihat tulisan tersebut dengan teliti.


"semuanya seperti yang saya inginkan "senyuman tipis terukir di wajahnya.


setelah mendapat bawah Aerilyn memang dari dulu masih tetap sendiri,belum ada yang bisa memenangkan hatinya,


semuanya tertutup rapat tanpa ada celah untuk membukanya.


"tapi tunggu dulu"Rian kembali melihat di lembaran terakhir,kalau akhir-akhir ini sering terlihat Aerilyn bertemu dengan seorang pemuda tanpa di ketahui identitasnya.


tiba-tiba notifikasi email terdengar di handphone miliknya.


sebuah Poto, dimana Aerilyn sedang bersama seorang pria muda.


"apa mungkin ia seleranya Aerilyn,?ahhh tidak mungkin aku tau Aerilyn,dia sangat tidak menyukai pria yang lebih mudah darinya,apa lagi yang aku lihat ia adalah seorang mahasiswa biasa"celoteh Rian.


ia mengamati wajah laki-laki tersebut, memang sangat menyejukkan mata kalau saja bukan penampilannya yang begitu mengikuti tren jaman sekarang.


Aerilyn merasa lega setelah pekerjaannya yang menumpuk terselesaikan,


tiba-tiba ada sebuah notifikasi pesan masuk yang membuatnya langsung meraih handphonenya dan membukanya.


"bisa kita bertemu,aku tunggu di sebuah kafe xxxx"Aerilyn tersenyum,

__ADS_1


lantaran emoji yang ditinggalkan begitu lucu.


karena tidak bisa menolak Aerilyn langsung bergegas,memang waktunya ia pulang sudah tiba.


saat tiba Aerilyn sudah melihat laki-laki tersebut duduk dengan santai,ia begitu tenang di antara kerumunan mata yang selalu memperhatikannya, karena sudah memasuki jam pulang kantor jadi kafe tersebut sedikit ramai.


Aerilyn sedikit ragu, namun ia tidak ingin mengecewakan seseorang yang sudah menolongnya.


Aerilyn segera menepikan mobilnya,


ia turun dengan langkah anggunnya menghampiri Raffa,


yang membuat mata pengunjung pun tercengang.


siapa yang tak kenal Aerilyn, wanita yang memiliki kemampuan untuk membuat namanya melonjak saat ini.


"bukankah itu pengusaha wanita no satu di kota ini?"bisik si A.


"ia betul, momen langka kita bisa melihatnya langsung"timpal temanya yang antusias melihat Aerilyn.


"sore juga mbak"balas Raffa dengan senyum yang berbinar.


"boleh aku duduk?"tanya Aerilyn basa-basi.


"dunia pun tidak mampu melarang Mbak"canda Raffa.


Aerilyn mengabaikan kebiasaan laki-laki tampan tersebut.


"Oya Mbak,maaf kemaren buru-buru padahal saya sangat ingin mampir ketempat Mbak,


apa tawaran tersebut masih berlaku?"tanya Raffa dengan tidak tahu malunya.

__ADS_1


"kapanpun itu,kamu bisa mampir!!"balas Aerilyn.


Raffa tersenyum mendengar ucapan Aerilyn,ia menjawab dengan bijak meskipun Raffa sedikit mengajak bicara dengan nada bercanda.


tiba-tiba ada seseorang yang datang.


"sayang kok kamu kemarin!"entah pacar yang ke berapa Raffa yang datang,


melihat Raffa ia langsung ingin menghujani sang kekasih dengan ciuman,


sontak Raffa langsung menghentikan,


"Riani stop"ucapnya yang membuat Riani sadar ada sesosok seorang wanita bersama Raffa.


"oh jadi gara-gara wanita ini kamu selalu menolak ku"teriak Riani dengan emosi.


ia mengambil segelas air yang ada di meja lainnya, karena memang Raffa dan Aerilyn belum memesan apapun.


Riani tanpa berpikir langsung menyiram Aerilyn,halhasil punggung kokoh Raffa lah yang terkena siraman,


ia berhasil melindungi Aerilyn dengan sedikit memeluknya.


Aerilyn menengok ke atas melihat wajah tampan yang bersedia melindunginya.


"kamu tidak apa-apa?"tanya Raffa pelan.


ada sedikit getaran di dada dimana seorang Raffa memangilnya dengan sebutan kamu, membuat laki-laki tersebut sedikit dewasa dengan nada bicaranya.


Aerilyn hanya mengangguk kecil,


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


terimakasih sudah mampir di karya ku,


jangan lupa tinggalkan like komen,dan vote kalian ya, agar author sangat untuk bab berikutnya.terimakasih,,,,🥰🥰


__ADS_2