
tok tok tok...
"pagi buk..."sapa Jeki, sembari memberikan beberapa dokumen penting.
"Jeki apa tidak ada informasi yang tertinggal tentang si Raffa itu?"tanyanya to the point'.
"saya juga tidak mengerti buk,hanya itu informasi yang bisa saya dapatkan mengenai Raffa, selebihnya tidak ada lagi, mungkin saja ada yang menutupinya!"jelas Jeki apa adanya.
"kok bisa begitu!!!"seru Aerilyn penasaran.
"tapi apa kamu mengetahui tempat tinggalnya sekarang?,aku ga terlalu yakin jika ada yang menutupi identitasnya cecunguk itu!"
"dia tinggal di sebuah rumah kontrakan buk,tidak ada yang istimewa,anak kos yang bahkan banyak kekurangan, hanya tampangnya saja yang memiliki kelebihan"jelas Jeki.
"apa kamu menyukainya Jek?"sontak tuturan Aerilyn membuat Jeki melotot, karena hal tersebut sungguh di luar nalar.
"saya masi waras buk,mana mungkin jeruk makan jeruk"timpal Jeki.
"syukurlah kalau begitu,"ujarnya seperti tidak bersalah sama sekali.
saat ia hendak kembali memeriksa dokumen yang diperlukan tiba-tiba handphonenya berdering.
"iya hallo"jawaban karena tidak mengenali sama sekali no tersebut.
"dengan ibu Aerilyn,kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa bapak anda sekarang di rawat di rumah sakit"jelas orang di seberang.
"oke baik saya akan segera ke sanah"ia langsung berlari ke luar.
"Jeki,kamu handle dulu semuanya,saya mau ke rumah sakit sekarang" ia langsung keluar.
"siapa yang sakit??"gumam Jeki.
__ADS_1
setibanya di rumah sakit...
"dokter..."teriaknya dari kejauhan.
"Dok, bagaimana keadaan ayah saya?"tanyanya terburu-buru.
"bapak baik-baik saja,tadi dia sempat pingsan, darah bapak damar kembali naik, untung ada anak muda yang langsung membawanya ke rumah sakit jadi bisa langsung di atasi"jelas dokter.
"anak muda! siap Dok"tanyanya.
"saya gak tahu, setelah mengantar bapak damar kemari ia langsung pergi,bapak kira kamu mengenalnya dia cukup tampan juga sepertinya memiliki hati yang baik"jelas dokter.
"saya tidak mengenalnya dok,nanti saya tanya sama ayah,siapa tahu dia mengenalinya"ujarnya.
"oh, baiklah kalau begitu,saya permisi"
"oh iya, terimakasih ya Dok"Aerilyn segera keruangan ayahnya.
"ayah baik-baik saja Ayin,ayah ada urusan sedikit penting, namun tiba-tiba ada seseorang yang terburu-buru menabrak ayah,dia sedikit berkata keras, ayah yang tidak biasa dengan hal itu jadi hilang konsentrasi jadi kumat deh penyakit ayah"jelas damar apa adanya.
"ayah kenapa memaksa keluar,kalau terjadi sesuatu sama ayah bagaimana,ayah tau kan sekarang Ayin hanya memiliki ayah,!!"ucapnya dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca.
"tapi kamu sekarang tahu ayah tidak apa-apa!"balas damara mengelus puncak kepala putrinya.
"tadi ada seseorang yang menolong ayah"
Aerilyn langsung tersadar dengan niatnya untuk menanyakan siapa yang menolong ayahnya.
"lantas apakah ayah mengenal orang tersebut?"tanya Aerilyn memicingkan mata.
damar langsung menggeleng.
__ADS_1
"dia anak baik,ayah akan mencarinya nanti setelah ayah sembuh"ucap damar.
"bagaimana ayah mencarinya,kalau tidak mengenalnya sama sekali,"kekeh Aerilyn melihat tingkah konyol ayahnya.
"ayah ingin menjodohkannya dengan mu"celetuk damar.
sontak Aerilyn melotot, bisa-bisanya ayahnya berpikir sejauh itu, padahal ia tidak mengenal siap orang tersebut.
"ayah ada-ada saja, sekarang jangan berpikir macam-macam, yang harus ayah pikirkan yaitu kesehatan ayah"
tak terasa waktu terus bergulir menjelang sore, karena kondisi damar tidak terlalu para Aerilyn memutuskan untuk di rawat di rumah itupun atas permintaan damar dengan segala cara dan alasan.
di sisi lain Raffa dan teman-temannya sedang berada di tengah keramaian arena bermain balapan selalu mencuri perhatian sekelompok geng yang belum mengenal mereka, boleh dibilang sebuah geng yang baru di bentuk dan baru mencari nama atau pengakuan dari geng lainnya.
"hey bung... jagoan mu cukup bagus, entah sama persis dengan nyalinya atau cuma pajangan"ucap ketua geng tersebut,dan di iringi dengan gelak tawa beberapa pengikutnya seolah mencemooh punyanya.
"ha-ha-ha,, benar tuh bos,berang kali, mereka pikir ini adalah arena pameran"imbuh mereka.
"cihhhkk,ada yang punya nyali nih,salah memilih lawan nih orang"ucap teman Raffa, sedangkan Raffa hanya diam seolah sedang menonton.
sosok Raffa cukup tenang setiap menghadapi lawan,
"kita disini ingin berhadapan langsung dengan ketua geng kalian,siap diantar kalian yang menjadi ketua,
jangan jadi pengecut,cuma berani di belakang kekuatan anak buah doang!"ucap Sean sebagai ketua geng aross.
"ada apa???"timpal Raffa dengan tenang di belakang beberapa anak buahnya.
dengan patuh beberapa anak buahnya menyingkirkan, memperhatikan sosok ketua geng mereka.
bersambung..........
__ADS_1