Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
orang yang sama


__ADS_3

Aerilyn berpamitan setelah beberapa saat,


niatnya untuk mencari data-data pribadi Raffa ehh taunya hanya menjadi penceramah untuk Raffa.


"ehh Mbak abis ngapain?"tanya anak kos sebelah yang menyukai Raffa.


"Lela pastilah habis menggoda pria tampan dengan tubuhnya itu"sahut teman satunya.


"kegatelan yah mbak?"imbuhnya lagi.


Aerilyn hanya berlalu,ia mengabaikan semua ocehan wanita yang tak karuan tersebut.


sesampainya di rumah ia tak melihat ayahnya seperti biasanya selalu menunggunya pulang.


"bik, ayah kemana?" tanyanya.


"tuan cari angin non,barusan berangkat sama mang Atan"timpal bibinya.


Aerilyn berlalu setelah mendengar penjelasan dari pembantunya.


***


Sedangkan di luar sana


Damar duduk sembari menikmati keindahan taman.


dia duduk meringkuk sembari mengeluhkan kekerasan putrinya.


"sore Paman"anak muda tersebut menghampiri laki-laki paruh baya yang perna ia tolong.


"kamu!!paman sudah lama mencari mu"ucapnya tersenyum bahagia.


"Oya, untuk apa?"tanyanya.


"untuk berterima kasih, sekaligus untuk menjodohkan mu dengan anak paman"ujarnya tanpa basa-basi.


"hmmm,giman yah paman,tapi aku sudah punya pujaan hati, dia sangat cantik, dingin,dan rada keras kepala Pama!"Raffa mengingat sosok Aerilyn.

__ADS_1


"ohhh,... sayang sekali,anak paman juga sangat cantik,...tapi,...!"damar mengeluh.


tanpa disadari mereka membicarakan orang yang sama.


"emangnya tapi kenapa Paman!!!?"Raffa seolah penasaran.


"tapinya sih tidak apa-apa, anak pamannya yang ada apa-apa"candanya.


Raffa berniat mengambil motor yang sengaja ia tinggal demi mengambil kesempatan bersama Aerilyn.


namun tidak sengaja menemukan damar yang duduk termenung di sebuah bangku taman.


"anak paman kenapa?"


"paman juga heran,masa cantik-cantik begitu tidak ada yang suka,tapi paman akuin sih,anak paman sangat pendiam, dingin,keras kepala, sulit untuk berbaur,mana mungkin laki-laki menyukai wanita seperti itu, yang ada bukan membangun rumah tangga malahan membangun rumah salju"


damar seolah-olah menceritakan beban hidupnya.


"kok membangun ruma salju paman,apa hubungannya?"tanya Raffa seolah kebingungan.


padahal untuk urusan seperti itu ia sih pemegang rekornya.


gelak tawa selalu terdengar antara laki-laki muda dan paruh baya tersebut, yang membuat mereka lupa waktu.


"tuan hari sudah sangat sore, kita pulang, takutnya nona kuatir"ucap mang Atan.


"tapi kami pagi asyik mengobrol"ujar damar.


"paman lain kali kita bertemu,aku juga ada sedikit urusan"Raffa melihat damar yang menolak untuk pulang.


"oh iya udah,ini kartu nama paman, saya berharap kamu bisa bermain ke tempat ku kapan saja"damar merogoh kartu namanya.


"oke Paman"Raffa melambaikan tangan.


***


suara deruman mobil terdengar memasuki halaman rumah, Aerilyn yang memang sudah gelisah,cemas, kuatir yang bercampur menjadi satu,ia langsung menemuinya,

__ADS_1


Aerilyn melontarkan beberapa pertanyaan ke sang ayah.


"ayah kemana saja? kenapa baru pulang? bertemu sama siap?"


tentu hal tersebut membuat damar kebingungan,pertanyaan yang mana dulu yang harus ia jawab.


ia menghembuskan nafas berat.


"pelan-pelan dong sayang,kalau begitu pertanyaan yang mana dulu ya harus ayah jawab duluan, tidakkah kamu kasian sama ayah mu ini"


mendengar penuturannya sang ayah Aerilyn menyadari kalau ia sudah memberikan begitu banyak pertanyaan.


ia hanya tersenyum menampakan taring kecilnya.


"ayah benar"cicitnya


"ayah dari taman"ujarnya.


"ohhh,dari taman kok mukanya di tekuk kaya begitu, ayah ada masalah?"tanyanya memastikan.


lagi-lagi ia menghembuskan nafas berat,


"tadi di taman ayah bertemu dengan orang yang dulu menolong ayah"


"terus!! bukankah ayah menyukai anak muda itu"herannya melihat sikap damar,ia tidak sabar ingin segera mengetahui apakah gerangan yang membuat ayahnya murung seperti sekarang ini, dibalik ini pasti ada sebabnya.


"ayah mengucapkan terimakasih terdahulu padanya dan langsung menawarkan perjodohan untuk mu,karna ayah yakin ia pria yang baik!"


sontak Aerilyn kaget mendengarnya matanya hampir bergelinding keluar dari tempat persemayamannya.


damar langsung menyadari kalau mimik wajah Putri kesayangannya sudah seratus persen derajat Celcius berubah,


ia langsung melanjutkan ucapannya yang pata di tengah.


"namun pada akhirnya ayah dikecewakan,ia menolak! dia bilang sudah menemukan pelabuhan hatinya"keluhnya.


Aerilyn yang mendengarnya langsung kembali ke wujud semula,ia langsung memahami kalau itulah penyebab ayahnya murung seperti sekarang ini.......

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2