Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
perawan tua


__ADS_3

saat dalam perjalanan pulang, Aerilyn sengaja mampir di sebuah minimarket.


namun tanpa disengaja ada seseorang yang menabraknya.


"Aerilyn"cicit Alya ia sedikit mengangkat sudut bibirnya.


Aerilyn mendesah, ingin berniat pergi mengabaikan Alya,namun tiba-tiba tangan Alya menghentikan langkahnya.


"lama tidak bertemu...!sebagai teman yang sudah lama tidak bertemu,aku ingin mentraktir mu makan di kafe sebelah,aku harap kamu tidak keberatan Aerilyn"entah sebuah tawaran atau apalah!


tanpa menjawab Aerilyn menyanggupi tawaran Alya ia duduk dengan anggun, wajahnya datar tanpa menggambarkan perasaannya saat itu.


"cikhhh,dari dulu hingga sekarang kamu tetap sama,tetap menjadi pusat perhatian semua pria"ucap Alya, karena ia melihat sekeliling selalu memperhatikan Aerilyn, berbagai bisikan dan pujian yang terdengar.


"terimakasih sudah memuji, sungguh pujian mu membuatku terkesan dan akan aku ingat itu...!"Aerilyn bicara sangat dermawan, sungguh menghadapi sahabatnya yang satu ini perlu kecerdasan.


"bukan apa-apa, sungguh aku yang merasa istimewa karena kamu sudah bersedia menerima tawaranku, seorang CEO wanita yang menggemparkan kota karena kesuksesannya"senyum Alya.


"Oya pesanlah aku yang bayar"entah apa yang Alya harapkan dari pertemuan itu,


"apa Rian sudah menemui mu?"tanya Alya.


"aku tidak peduli dia mau menemui ku atau tidak"jawabnya singkat.


"benarkah...!"timpal Alya.


"sebenarnya apa yang kau harapkan?"Aerilyn membalikkan pertanyaan.


"yang kau miliki"jawabnya cepat.


"cihkkkk, seperti kata mu,tidak ada yang beruban"ejek Aerilyn sembari mengaduk-aduk minumannya.


"benar apa katamu, rasanya sulit sekali membiarkan mu selalu prioritas utama, tunggulah sebentar lagi namaku yang akan menggantikan namamu yang terpapar setiap majalah "ujar Alya.

__ADS_1


"oke aku tunggu hari itu, waktuku habis, Oya terimakasih atas traktirnya"Aerilyn beranjak dan pergi tanpa menunggu jawaban Alya.


"kita lihat saja Aerilyn, semua akan tiba pada waktunya,kamu bisa dengan mudah menggapai apa yang kamu inginkan...!tapi aku selalu bisa merebut apa yang menjadi milikmu,sejak dulu sampai nanti"oceh Alya.


di sisi lain,


Aerilyn bernapas dalam ketika ia sudah berada di dalam mobilnya,


ia heran dengan sikap Alya,selalu saja mengusik kehidupannya.


"Alya,ciikkk kamu tidak bisa menang dengan melakukan permainan yang sama,dulu kamu bisa menggantikan posisi ku bersama Rian,tapi tidak untuk sekarang"cicitnya.


ia melanjutkan kendaraannya meninggalkan aula parkiran, sesaat setelah ia sampai di rumahnya sudah ada sisi dan alien menyambut dirinya.


seketika runtuh sudah keinginan Aerilyn untuk istirahat dengan tenang,dua teman cemprengnya selalu mengusik peristirahatan dirinya.


"Ayin....!kami merindukanmu"ucap alien merentangkan kedua tangannya sembari berlari menghampiri Aerilyn.


"kami merindukan mu Ayin"cicit keduanya, seperti anak ketahuan ibunya merusak sesuatu.


"kalian tahu apa kesalahan kalian?"tanyanya lagi.


"kami tidak memberitahu mu terlebih dahulu untuk datang kemari"jawab keduanya patuh.


sedangkan Aerilyn mengulum senyumnya,ingin rasanya ia tertawa terbahak-bahak melihat kedua sahabatnya kikuk di hadapannya.


"bagus kalau kalian menyadarinya,kalian tau dunia ku seakan runtuh setelah kedatangan kalian"keluhnya.


"emang kami mesin penghancur sampai-sampai kami meruntuhkan duniamu...!"cicit sisi.


"seumpamanya"tegas Aerilyn.


ia melanjutkan langkahnya tanpa mengajak kedua sahabatnya, meskipun tak di ajak mereka akan tetap membuntutinya.

__ADS_1


"kami punya sesuatu untuk kamu"seru alien.


"Ta-ra,,,"Sisil mengeluarkan tiga tiket nonton film kesukaan mereka.


"aku tidak ikut"jawab Aerilyn cepat, karena menonton bukan kesukaannya tapi kesukaan dua sahabatnya.


"kami bukan bertanya, terserah kamu mau ikut atau tidak,tapi kami tetap akan membawa kamu nonton malam ini"ujar Sisil yang di iringi dengan anggukan oleh alien.


"emang gue bareng"Aerilyn menghilangkan di balik pintu kamar mandinya.


"yes yes yes,, berhasil"sisi dan alien melompat girang, rencananya untuk mengajak Aerilyn keluar berhasil.


setelah beberapa saat Aerilyn sudah keluar dari kamar mandinya,ia melihat kedua sahabatnya sudah menyiapkan pakaiannya, sepatu dan tas.


"apa ini?"Aerilyn mengerutkan keningnya heran.


"baju untuk kamu,aku lihat kamu sudah terlalu sering memakai pakaian kantor membuat mu seperti perawan tua"celetuk alien.


sontak Aerilyn membulatkan matanya, bagaimana tidak ketika seseorang dibilang perawatan tua oleh sahabatnya sendiri.


"aku tidak suka pakaian seperti ini"protesnya.


"bagaimana dengan yang ini!"sisi memperlihatkan dress yang memiliki sisi bawahnya mengembang.


"sedikit lebih baik,aku akan mencobanya"mau tak mau Aerilyn harus menuruti keinginan sahabat ini,kalau tidak ia mungkin tidak akan tenang selama tujuh turunan.


beberapa saat menghilang, Aerilyn keluar dari balik pintu kamar gantinya, penampakan wanita muda dan anggun, dengan mengunakan dress selutut berwarna merah maroon membuat kulit putihnya menjadi terang karena berpadu dengan warna dress-nya.


" perfect"ucap mereka berdua serentak, sembari mengacungkan jempol.


***bersambung.......


selamat datang di novel ku***,,,

__ADS_1


__ADS_2