
setelah beberapa hari, Aerilyn kembali masuk ke kantornya,ia merasa banyak yang telah terlewati dengan keputusannya mengambil cuti.
ia kembali melakukan rutinitasnya seperti biasa,sebagai pemimpin ia harus menghandle semuanya dengan baik.
setelah selesai memeriksa semua tumpukan dokumen yang menumpuk di mejanya,ia baru menyadari ada sesuatu bingkisan di mejanya.
"Jeki keruangan ku sekarang"
Jeki yang mendapat panggil dari malaikat maut berwajah bidadari langsung bergegas menuju ruangan CEO.
"ada apa buk?"tanya jeki setelah berada di ruangan CEO.
"ini dari siapa jek?"
Jeki sedikit lega mendengar pertanyaan Aerilyn,ia kira Aerilyn akan mempertanyakan apa ia sudah siap untuk di cabut nyawa.
"dari Rian buk, selama ibuk tidak masuk ia selalu datang kemari"timpal jeki apa adanya.
"puhh kamu buang sekarang aku tidak butuh itu jeki"perintahnya
"ta-tapi kan sayang buk"
"baiklah kalau begitu untuk kamu saja"Aerilyn memberikan bingkisan tersebut.
"beneran buk!!"seru Jeki.
Aerilyn mengangguk,
"oya jek,sekalian aku ingin kamu memakainya besok"
jeki yang menyadari ada sesuatu yang tidak baik,ia langsung memeriksa bingkisan tersebut.
__ADS_1
yang benar saja!!
gumam jeki melihat dress berwarna maron tersebut.
"kamu kenapa?"tanya Aerilyn memastikan
"tidak apa-apa buk"jeki langsung keluar dari ruangan yang tidak akan pernah membuat ia tenang tersebut.
"Lela"panggil Jeki
"iya ada apa pak"Lela menghampiri jeki yang memanggilnya.
"untuk kamu"jeki langsung memberikan bingkisan yang ada di tangannya sejak tadi
"ini, untuk saya pak?tanya Lela senangnya bukan main, bagaimana tidak ia mendapatkan sebuah dress mewah yang harganya mungkin tidak akan dapat ia beli dengan gajinya bekerja beberapa bulan.
"iya,kenapa kalau tidak mau saya ambil lagi"
"baiklah,kamu lanjutan bekerja"jeki berlalu.
tak terasa waktunya makan siang sudah tiba.
Aerilyn memang berminat ingin makan di luar sebab ada janji dengan kedua sahabatnya.
"Ayinnn,,,"sisi kegirangan melihat sahabatnya itu memenuhi janjinya.
"alien kemana?"tanyanya yang tidak melihat teman satunya lagi.
"lagi di toilet,,"
"oh, Oya kalian sudah pesan makanan, soalnya aku buru-buru"Aerilyn memang tak ingin berlama-lama si tempat keramaian.
__ADS_1
"sudah dari tadi kok, Oya bagaimana kabar kerjaan kamu lancar?"
"pasti lancar,kalau urusan kerja dia bos-nya"timpal alein yang baru tiba.
"iya juga yah,,itu pertanyaan tidak ada pantas pantasnya untuk nih anak"sisi sudah kembali kambuh begonya.
alein dan sisi melihat Aerilyn dari atas sampai bawah, memeriksa kalau tidak ada yang sala dari sahabatnya tersebut.
"gak ada, semuanya normal"ucap sisi seperti berpikir keras menemukan jawabannya.
"kalian kenapa?"tanyanya heran.
"kesambet,,"imbuh Aerilyn.
"kita cuma heran,kok model kayak begini bisa gak laku"ucap sisi sembari memperagakan seseorang yang sedang berpikir kebingungan.
"terlalu dingin si, bisa-bisa setiap orang yang mendekatinya membeku seketika"timpal alien.
"bisa stop tidak, kalau terus begini saya pulang"ancamnya.
"iya iya kita berhenti kok,,iya kan si"
mereka mengobrol santai seperti biasanya, Aerilyn yang memang pendingin hanya sesekali bisa di ajak bercanda.
hingga tiba saatnya Aerilyn kembali ke kantornya.
didalam perjalanan tiba-tiba ia mengingat sosok Raffa,
entah apa yang ia pikirkan hingga laki-laki itu bisa terlintas di pikirannya.
bersambung..........
__ADS_1