Ada Cinta Setelah Hilang.

Ada Cinta Setelah Hilang.
nanti jatuh cinta!!!


__ADS_3

Aerilyn segera pergi menuju kantornya, setelah dalam tangannya ia melihat kembali bingkisan kopi yang di berikan Raffa untuknya.


namun ia kembali memaki Raffa dalam hatinya.


setelah melihat sebuah tulisan yang tertera di atas cap kopi tersebut.


semoga hari mu selalu mengingatku


"anak edan"Aerilyn meletakan kembali cap kopinya dengan perasaan tak karuan.


hari-hari berlalu...


entah mengapa pertemuan antara Aerilyn dan raffa yang tidak di sengaja selalu terjadi.


seperti sekarang ini.


"mbak menyukai tempat ini?"tanya Raffa merentangkan kedua tangannya membentuk posisi nyamanan menghirup udara segar yang menyejukkan.


"tidak"jawab Aerilyn acuh, karena ia tidak pernah berharap akan menyukai tempat yang sama dengan orang yang selalu mengusik hari-harinya.


"tapi aku menyukainya, sesaat berada di sini, bisa melupakan semua masalah sejenak"


Raffa menjelaskan seolah ia bercerita bahwa semua orang memiliki beban dalam hidup.


Aerilyn terdiam sesaat.


ia melihat Raffa jauh lebih dewasa saat ini, biasanya yang ia bisa hanya menggoda dan menjahili Aerilyn dengan ucapan manisnya.


Raffa memejamkan matanya,merentangkan tangannya menghadap ke sebuah bukit yang indah untuk di pandang mata.namun entah mengapa ia memejamkan mata seolah enggan untuk melihat semuanya.

__ADS_1


ia berteriak sekeras mungkin, membuat Aerilyn memandang lekat laki-laki tampan itu.


ia bertanya dalam hatinya.


apa mungkin semua orang memiliki beban,bukan hanya dirinya?


saat Raffa membuka matanya ia menyadari bahwa Aerilyn sekarang lagi menatap dirinya.


"Mbak jangan menatapku begitu nanti jatuh cinta"ucapnya sembari tersenyum.


tentu hal itu membuat Aerilyn salah tingkah,ia tidak habis pikir mengapa anak muda sekarang begitu mudah mengucapkan kata cinta.


Aerilyn mengembalikan raut wajahnya,menjadi datar tanpa ekspresi.


ia memejamkan matanya, melepaskan semua bebannya untuk sejenak.


sekarang giliran Raffa yang menatapnya.


dari sudut manapun memandang sungguh pemandangan ini menyejukkan mata.


tapi yang ia sayangkan perempuan ini begitu kaku,ia begitu dingin tak tersentuh,


tidak ada senyum yang terbit dari sudut bibirnya, dari sudut matanya hanya ada luka dan kebencian yang tertanam.


saat Aerilyn membuka matanya,ia kembali melihat senyuman raffa yang menghiasi wajahnya.


"apa ada yang salah?"tanyanya melihat Raffa tersenyum tak karuan.


"mbak benar,ada yang salah dengan diriku,yaitu mengagumi mbak dalam diam"seloroh Raffa.

__ADS_1


"diam bagaimana di bilang setiap saat begitu"timpal Aerilyn.


"iya juga ya"Raffa menggaruk tengkuknya seperti orang bodoh, membuat Aerilyn tersenyum tanpa sadar.


"sungguh indah loh Mbak, sangat cantik saat mbak tersenyum seperti itu"ucap Raffa memuji.


wajah Aerilyn langsung kaku,ia terdiam sejenak dan berpikir dengan ucapan Raffa apakah benar dirinya tersenyum?


semenjak kejadian itu,ia tidak pernah tersenyum kepada sembarang orang.


"lupakan, jika memang itu terjadi"ketusnya.


Raffa perlahan menjauh, beberapa langka ia berbalik, yang terlihat hanya punggung Aerilyn.


ia pergi begitu saja meninggalkan raffa tanpa sepatah katapun, karena dalam hatinya ada rasa malu dan bertanya?


mengapa tiba-tiba ia bisa tersenyum setelah beberapa tahun berlalu.


dalam perjalanan pulang ia berjuang keras untuk melupakan semua yang terjadi barusan,


namun inilah yang terjadi, semakin keras berusaha untuk melupakan, semakin ia mengingatnya.


Aerilyn hanya tidak ingin terlalu muda membuka hati dengan sembarang orang,cukup baginya bersama orang yang begitu ia percaya, seketika di hancurkan berkeping dengan penghianatan yang dilakukan oleh dua orang yang ia percaya,


orang yang ia cintai, mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri.


semua itu cukup menjadi pelajar untuknya bahwa orang-orang tidak memiliki ketulusan.


meskipun semuanya sudah samar namun masi meninggalkan bekas yang tak bisa ia sembuhkan seperti semula.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2