
aku merebahkan diri ku di sofa yang terletak tepat di depan tv sambil ngemil camilan yang di siapkan seorang pelayan di meja ruang keluarga.aku tidak tahu siapa nama pelayan baru itu.aku juga baru melihatnya tadi pagi saat mau berangkat kerja.saat aku duduk di sini,menu untuk menemani ku menonton drama kesukaan ku sudah tertata rapi di atas meja.sangat rapi.aku suka hasil kerjanya.
Dia juga sudah meletakkan jus buah naga kesukaan ku,pasti bibi cee yang memberi tahu.Bibi cee memang pekerja yang sudah hafal kebiasaan penghuni rumah ini.jika aku pulang dari kantor jam 5,maka dia pasti sudah tahu bahwa aku akan menghabiskan sisa waktu sore ku di depan tv.
"cepat siapkan camilan di ruang keluarga,sebentar lagi nona amy pasti turun dari kamarnya'"bibi cee pasti berkata seperti itu pada pelayan baru tadi.iyakan??
"kau belum menyelesaikan drama ini?"
aku menengok ke samping melihat ibu yang sedang berjalan ke arah ku.
"kemarin aku sangat sibuk.jadi aku baru melanjutkannya hari ini"
ibu mendaratkan bokongnya dengan nyaman di samping ku.kalian tahu,meskipun ibu ku bukan anak muda lagi,tapi dia juga suka ikutan baper saat nonton drama korea.jiwanya memang jiwa-jiwa anak remaja.padahal usianya sudah mendekati angka 57.tapi dia masih kelihatan muda kok.masih seperti 40 an.biassaaaa,,,banyak duitππππ.
"kamu tahu nggak sih.dari semalam Dedek kok keliatan aneh-aneh gitu ya??"
"aneh-aneh gimana?"
ibu antusias merubah posisinya untuk bercerita.membuat ku ikutan antusias penasaran.
"kemarin sore dia minta izin sama ibu.katanya mau jalan-jalan keluar sebentar.nah,saat dia balik,dia kayak berubah gitu"
"berubahnya kayak gimana emang?"
"dia sudah bukan lagi dedek yang ibu kenal"
aku tuh suka kessal kalo dengar ibu cerita.terlalu bertele-tele,nanti kalo aku sudah tidak penasaran lagi dengan ceritanya,baru deh sampai ke intinya.
"dia berubah jadi power rangers gitu?"aku tertawa melihat ibu menatap ku dengan ekspresi tak suka.
"kan dari tadi aku bertanya,perubahan dedek itu kayak gimanaaaa ibu ku cantik manis sejagat raya"aku mengedipkan mata sok imut menggoda ibu yang mulai kesal.
"dia bilang,dia tidak mau di panggil dedek lagi"aku sontak menyemburkan jus buah naga yang belum sepenuhnya ku telan,sambil menahan tawa yang hampir meledak.
"ibu.sudah ku bilang nama ku Burhan bukan dedek"ibu menirukan suara anak bayinya."bahkan dia sedikit membentak ibu kalau lupa"ungkap ibu yang masi terlihat bingung.
"bagus dong bu.dia mungkin sedang berusaha menjadi laki-laki dewasa"
"tapi ibu bingung.kenapa kok tiba-tiba gitu ya?apa ada temannya yang mengajarinya seperti itu?"
"mungkin karena sebentar lagi bertemu dengan sania.makanya dia mau terlihat sempurna di depan si calon pujaan hati itu"
"secepat itu?jatuh cinta pada orang yang belum dia kenal sama sekali?amy,jangan bergurau.ibu mengenal Dedek seperti apa.dari banyaknya wanita yang mengaku tergila-gila padanya,tidak pernah ibu melihat ada yang mampu membuatnya bisa berpikir senormal itu,apa lagi yang belum terlihat batang hidungnya sama sekali"
__ADS_1
"hahahaha.jadi menurut ibu,selama ini dia tidak pernah berfikir normal?ternyata pendapat kita sama,selama ini dia memang makhluk aneh menurut ku".
lagi-lagi ibu melirik ku kessal.bukan kah aku mengatakan kebenaran?selama ini dia memang manusia langka yang aneh kan.
β side story β
setelah lelah mengerjai kakaknya habis-habisan.Burhan akhirnya memutuskan untuk pulang mengistirahatkan rasa lelahnya yang baru saja terkuras habis menerima ilmu-ilmu gaib dari sang guru.
Dia meninggalkan amy dan joyo yang masih ingin berada dalam ruangan yang tadi mereka tempati.entahlah,burhan tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana.apakah mereka sedang mempraktekkan adengan ciuman manis seperti yang sering Burhan lihat di film-film romantis?ataukah mereka sedang saling tatap menatap satu sama lain.ahhh manisnya.
Burhan memarkir mobilnya dengan hati-hati saat memasuki garasi.beberapa hari belakangan ini,dia memang sedang belajar menyetir sendiri saat ingin jalan-jalan sore di luar.kecuali jika berangkat kerja,dia membutuhkan pak Moh untuk mengantarnya.
setelah mobilnya terparkir dengan sempurna,burhan kemudian melangkahkan kakinya memasuki pintu utama.
"Dedek sudah pulang?"Burhan berbalik.menatap itu yang sedang tersenyum padanya.
"aku punya nama yang keren bu,burhan.bukan dedek"dia berbicara pelan.tak lupa dengan senyum manisnya yang di buat sok imut.
ibu hanya bengong.kesambet apa anak ini saat tadi di luar.
"ibu?ada apa?kok diam?"
"eh,nggak pa-pa.Dedek sudah makan?"ibu tidak peduli dengan sikap burhan.
"mulai hari ini nggak usah panggil dedek lagi.Tapi Burhan.ok"
"kenapa.panggilan kamu memang dedek kan?"ibu mengingatkan."kenapa tiba-tiba protes?"
"aku malu bu.aku kan bukan anak kecil lagi"Dia berjalan ke kamarnya di ikuti ibu di belakang.
"lho kenapa malu"ibu tamba bingung.ada apa dengan anaknya.
"pokoknya nggak boleh manggil dedek lagi.titik"sambil membaringkan badannya di atas ranjang.
"jadi sekarang harus manggil burhan gitu?"
"ibu sudah tahu"ibu tersenyum.bayi Gedenya mulai ngambek."aku kan sudah Dewasa bu.berhentilah memanggil ku dedek.kalo nanti aku punya istri,kan malu kalo ibu masi manggil-manggil dedek"
ibu memandang burhan tak percaya.dari mana anak manja ini mendapat pemikiran seperti itu?
"baiklah.mulai sekarang ibu panggil burhan."ibu mengelus kepalanya lembut.dia begitu menggemaskan bertingkah seperti itu.
anak ku sudah dewasa.batin ibu
__ADS_1
"ibu,aku mau tidur.tolong bacakan dongeng"senyum ibu memudar seketika.
dewasa dari mana??
βββββ
jeni memandang aneh burhan yang duduk di depannya.andai tidak sedang makan,mungkin 1001 pertanyaan yang terngiang dalam kepalanya sudah ia muntah kan sedari tadi.namun,jeni yang sudah mengenalnya semenjak bekerja di perusahaan pak william menyadari,laki-laki berwajah tampan itu bisa kesurupan tiba-tiba jika dia bersuara di sampingnya.
"hari ini makannya lahap ya?"jeni memulai percakapan ketika burhan membersihkan mulutnya dengan tissue.
"iya.ibu membuatnya khusus untuk ku hari ini"dia tersenyum sangat imut membuat jenni melupakan 1001 pertanyaan yang ia susun selama 2 jam.
"yaaaa.sudah habis.padahal tadi aku pengen coba saat aku lihat di postingan dedek"tika dan Dian terlihat cemberut saat memandangi kotak makan burhan yang sudah kosong.nafas mereka terdengar sedikit ngos-ngosan karna berjalan terburu-buru dari ruang kerjanya.
sedangkan jenni sudah mengatur detak jantungnya melihat ekspresi Burhan yang sudah mulai berubah.
"jenni.ada apa?kau terlihat sedikit pucat"tegur dian yang tidak menyadari peraturan baru tadi pagi.
"Dedek.apakah jenni sedang sakit?"jenni semakin menegang.
duduklah di samping ku.dan lihat bagaimana wajah senior ini menatap ku.
"jenni.ada apa??"
"apa tadi kau mencoba bekal dedek sehingga ekspresi mu setegang itu?"
"bagaimana?bekal dedek pasti rasanya sangat enak"
"kenapa kalian hanya diam saja?"
Tika dan Dian bergantian berceloteh melontarkan pertanyaan tentang bekal yang sudah habis itu.
"aku sedikit tidak enak badan.bisakah kalian mengantarku ke depan mading.ada yang ingin ku perlihatkan"
"kenapa harus ke depan mading?"tika bertanya bingung.
"karna di sanalah masalah sakit kepala ku berada"
"baiklah,Dedek kami permisi dulu ya.Dian bantu aku"Dian dan Tika membopong tubuh jenni yang sengaja di lemas-lemaskan keluar dari ruang makan yang di buat pak william khusus untuk karyawan emasnya.
Dan dengan bodohnya tika dan dian menuruti perintah jenni mengantarnya ke depan mading.tempat beberapa poin pengumuman tentang peraturan baru yang di tempelkan pak wiliam tadi pagi sambil geleng kepala.
sedangkan Burhan yang masih duduk memasang muka datar kembali memikirkan peraturan baru yang sudah di sahkan tadi pagi.
__ADS_1
peraturannya perlu di tempel di setiap meja kerja karyawan yang ada di kantor ini.begitu pikirnya sambil melangkah kan kakinya berbelok memasuki lift menuju ruang presdir.