Adik Laki-Laki Super Manja

Adik Laki-Laki Super Manja
menumpang mobil


__ADS_3

pagi-pagi yang cerah.aku berjalan dengan sangat anggun menuju garasi.mobil kesayangan ku sedang menunggu untuk di keluarkan dari tempat istrahatnya.aku mengelus-elus sebentar lalu aku membuka pintunya.


tapi eh,aku mendengar suara dedek dengan nada sedih tapi entah dari mana suaranya itu berasal.aku bergumam sendiri,mungkin aku hanya berhalusinasi,lantaran aku bermimpi di kejar-kejar olehnya tadi malam seperti bayi.


"kakak"suara itu semakin jelas di telingaku.aku membalikkan badan dan ternyata dia sedang ada di belakang ku memasang wajah sedih.


"dedek kenapa?kok mukanya begitu??"aku penasaran apa yang membuat moodnya kurang baik.


"aku bisa numpang di mobil kakak tidak?soalnya ban mobil ku kempes.kata pak moh harus nunggu 1 jam lagi baru bisa berangkat.tapi aku buru-buru ada meeting di kantor"


"ya sudah.nanti kakak antar kamu"aku terpaksa mengiyakan.daripada menolak,lama-lama aku yang kena batunya.dia kan selain manja juga pintar cari masalah,meskipun kita nggak melakukan kesalahan.


Dan kalian tahu??kantornya dan kantor ku jalannya berlawanan arah.bahkan kantornya lebih jauh dari kantor ku.padahal hari ini aku juga ada pemeriksaan dari kantor pusat.jadi sepertinya hari ini aku akan kena sial gara-gara dedek manis sekaligus menyebalkan ini.


jadi pertama mengantar dia.aku harus mengendarai mobil lebih cepat dari biasanya.ku lirik jam di tangan kanan ku.ya ampun 1 jam lagi aku harus berada di kantor.


"kakak bawa mobilnya agak cepat-cepat ya.soalnya buru-buru banget.nggak pa-pa kan?"dan kalian harus tahu selain tidak mau mendengar suara saat makan,dia juga tidak suka naik mobil dengan kecepatan di atas sedang.pak moh paling mengerti tentang hal ini.karna pak moh adalah sopirnya yang super sabar.


dan sekarang,aku terpaksa harus melanggar aturan ini.kalau tidak,berarti aku harus menerima jika nanti aku di omeli oleh atasan ku,masih untung jika hanya omelan,kalau aku di pecat.bagaimana???


"kakak,kepala dedek nanti sakit kalo mobilnya kencang"dia mulai protes.


"tutup saja mata mu"aku tidak peduli.


"kakak nanti dedek sakit demam gimana"


"mana ada orang naik mobil kencang bisa demam"aku hampir tertawa mendengar alasannya yang tidak masuk akal.

__ADS_1


"kakak"suaranya mulai meninggi.tapi aku tetap tidak peduli.ngambeknya itu urusan belakang.


"sabar atau aku turunin.biar nanti naik taxi yang drivernya om-om galak"dia diam dengan ancaman ku.aku tidak tahu apakah dia takut ku turunkan di tengah jalan atau dia sudah marah sekarang.


dewi teman sekantor ku sudah menelfon ku.meminta agar aku segera datang.tapi bagaimana aku harus segera di sana kalau kantor dedek saja belum sampai.


"pegangan yang erat.kakak buru-buru"aku menambah kecepatan.dia sudah berteriak-teriak di samping ku.kalau begini bukan kepalanya yang akan sakit.tapi telingaku yang mungkin akan bengkak sampai di kantor.belum lagi jika aku di omeli.sebesar gunung uhud lama-lama telingaku.


"kakak"suaranya sudah lembut.aku pikir mungkin tenggorokannya sudah sakit karena teriak-teriak,tapi dengar pengakuannya."dedek ngompol"


"APA???"antara ingin ketawa marah atau tidak peduli.tapi ini mobil ku.mobil yang ku rawat seperti anak sendiri,sekarang harus bertahan melawan kanker kulit gara-gara tersiram air keras yang entah asalnya dari mana.


"ada-ada aja deh kamu"dan aku bingung harus bilang apa,melihat wajah sedihnya yang polos itu membuat amarah ku luntur.


"gimana nih kak.masa aku pakai celana basa ini ke kantor??"dan lagi-lagi aku frustasi.celananya basah,tidak masuk akal juga sih harus pakai itu ke kantor.artinya harus mampir dulu di suatu tempat untuk membeli pakaian.untung dia pakai setelan hitam.jadi gampangkan cari celana kantor warna hitam.


tapi ternyata tidak segampang itu guys,aku tidak tahu ukurannya.jadi aku bolak balik dari sebuah toko ke mobil hanya untuk mengukur apakah celananya sudah cocok.dan dia adalah orang yang sangat rapih.jadi aku harus meminta tolong pada karyawan toko itu untuk menyetrika sebentar.


"gimana kalau dedek bawa mobil kakak saja.biar nanti kakak yang naik taxi.gimana?"entah dari mana ide cemerlang itu muncul.tapi aku kemudian percaya,bahwa otak 3 kali lebih cepat bekerja saat kita dalam keadaan gugup harus keluar dari masalah.


"tapi dedek bawa mobilnya belum terlalu lancar"lampu dari ide cemerlang ku redup seketika.aku tahu dia belum mahir mengendarai mobil,tapi apa salahnya mencoba.iya kan??.lampu ide cemerlang ku kembali terang.


"tapi kalo mobil kakak rusak gimana??"


"urusan belakang,yang penting dedek bawa mobilnya hati-hati.dedekkan orangnya selalu hati-hati.iyakan??"aku mengakhiri acara rayu merayu itu.ku tinggalkan dia yang masi bengong di tempat duduknya.mungkin dia sedang gugup atau apa.aku tidak tau apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


yang penting aku sudah menjauh.terpaksa naik ojek agar waktu ku sampai di kantor tepat waktu.

__ADS_1


tapi,meskipun aku sudah berkorban jiwa dan raga.aku tetap mendapat omelan.untung hanya terlambat 2 menit,jadi Omelan nya tidak sepanjang pelajaran matematika yang soalnya hanya 2x X 4y dan jawabannya berlembar-lembar sampai berlapis-lapis bumi dan langit.


☆☆☆☆


Malam aku sampai di rumah.untung Dewi baik hati ngantar aku pulang.ku lihat mobil ku terparkir di garasi dalam keadaan sehat wal'afiat.syukurlah.


Aku kemudian masuk rumah.hari ini aku merasa sangat lelah habis lembur.baru beberapa anak tangga ku naikin tiba-tiba anak manja itu datang memelukku.


"apa-an sih??"aku memberontak melepaskan pelukannya.meskipun dia anak manja,tapi dia tetap anak laki-laki yang kuat.bahkan dia lebih besar dan tinggi dari ku padahal aku lebih duluan lahir.tapi memang begitu ya,meskipun perempuan lahir jauh berabad-abad lebih dulu dari laki-laki,tetap saja badannya akan lebih kecil.kecuali kalau lebar ke samping seperti bibi cee.Ups,jangan bilang-bilang ya pleeeease...


"kakak tahu nggak?"aduh anak ini sedang mengajakku main teka teki.padahal bantal dan selimut ku sudah merindukan ku.


"kakak memang nggak tahu tuh"dia mengikuti ku menaiki tangga.dia memang anak yang tidak mudah menyerah.teruslah mengekor di belakang ku sampai nanti bosan sendiri.


"kakak belum tebak"ya ampun kau masih seperti bocah padahal umur mu sudah termasuk usia yang wajib menikah.


"apa hari ini dedek habis kencan dengan teman kerja?"aku menebak asal-asalan sambil merebahkan tubuh ku di atas kasur empuk.lihat,dia mengejar ku sampai di kamar.aku benar-benar lelah hari ini,aku mau tidur.


"bukan kakak.tebak lagi,tebak lagi.semangat"dia malah tersenyum ria memberiku semangat sambil bertepuk tangan.oh Tuhan ku titipkan bocah ini pada_Mu.


"dedek,kakak capek.kakak ngantuk,pengen tidur.besok aja ya tebak-tebaknya"


"aku maunya sekarang kakak"


"ya sudah kakak menyerah.jadi apa yang kakak tidak tahu?"


"tadi aku berhasil bawa mobil kakak sampai depan kantor.aku senang lho kak.aku bawa mobilnya seperti pak moh kalo ngantar dedek"dan telinga ku sudah tidak menangkap apa yang dia bicarakan.aku sudah terbawa ke alam mimpi.sekarang pasti dia sedang kesal sambil melayang-layangkan tinjunya ke kepala ku.Dan...

__ADS_1


"DEDEEEEEK.KELUAR"seketika itu kekuatan yang entah dari mana membangunkan ku.dia sudah lebih duluan lari keluar kamar.


BRAK.aku membanting daun pintu ku dengan keras.kepala ku benar-benar sakit karena ulahnya.ku lirik kembali pintu kamar ku.memastikan bahwa dia tidak copot setelah ku banting.dan ternyata dia baik-baik saja.


__ADS_2