
"yang mana nih kak"burhan masih bersemangat memilih baju yang pas dan terlihat keren untuk dia gunakan.
"nah itu juga bagus"entak sudah berapa setelan baju yang ku puji-puji agar dia segera mengakhiri.
"ihhh.mata kakak nora' bangat sih.kampungan tau".hei itu baju punya siapa.ngapain juga kau beli kalau menurut mu itu nora'.
"ya udah jelek"ketus ku.
"tapi kalau di perhatikan bagus kok.mata kakak aja yang jelek"alamak anak ini.pengen ku lempar wajah sok tak berdosanya itu dengan sandal jepit.
tumpukan baju sudah menggunung di bawah lantai.aku yakin pelayan baru yang bernama oda itu pasti akan bertapa selama 1 bulan demi mendapatkan ilmu hitam untuk membereskan pakaian itu kembali.
aku saja yang hanya sebagai komentator sangat kelelahan,padahal aku hanya duduk dan melihat penampilannya.lalu memberikan pendapat walau pun percuma.karna jika aku bilang sudah bagus,dia tetap bilang kurang cocok.kalo aku bilang kurang cocok dia bilang bagus.jadi untuk apa aku di mintai pendapat.
dari pagi aku sudah duduk manis di sini.kegiatan yang tadinya ku pikir gampang ternyata melebihi pekerjaan kantor lelahnya.
mulai dari sepatu,jam tangan,bau parfum,gaya rambut hingga pakaian harus di seleksi.
padahal dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya.untuk ulang tahunnya saja tidak pernah sedetail ini menyeleksi penampilannya.
yah.apa lagi kalau bukan untuk menghadiri makan malam di rumah calon istri.
kemarin Bu Iin memberi kabar bahwa sania sudah pulang.jadi malam ini kami dapat undangan makan malam sekeluarga.
dan kalian tahu.sejak tadi malam saat dia tahu kita mau ke rumah sania,dia mulai memikirkan banyak hal.tentang apa yang harus dia bawa,bagaimana caranya menatap sania,harus ngomong apa.sampai-sampai dia terus melatih senyumnya agar tidak kelihatan kaku.padahal dengan senyuman sinisnya aja sudah mampu menghipnotis kaum ku di luar sana.
Dan aku curiga,jangan-jangan semalam dia juga tidak tidur.haaaa.....dasar bucin.dulu saat aku pertama kali jatuh cinta,aku nggak selebay itu.
jam menunjuk angka 13:40,akhirnya selesai juga acara seleksi baju ala burhan.aku keluar dari kamarnya dengan mata yang sudah hampir terpejam.masih ada waktu 3 jam lagi sebelum berangkat ke rumah pak joan.
aku meninggalkan burhan sendiri di kamar.dia meminta ku memanggil oda untuk membantunya luluran,waktunya sudah mepet kalo mau ke salon untuk perawatan katanya.astaga,ada-ada aja si burhan itu.memangnya sania mau memperhatikan mu sampai ke pori-pori apa?belum tentu juga sania tidak seantusias itu.
apa lagi oda,sungguh aku kasian kepadanya.apakah kau ingin membunuhnya?dia kan juga manusia normal.bagaimana gadis itu akan menahan detak jantungnya saat menyentuh kulit mu.anak itu kan lebih polos dan sangat pemalu dari diri mu.
entahlah,aku hanya tersenyum geli membayangkan ekspresi wajahnya setiap kali burhan menjahilinya.tapi oda nggak ada niat lain-lain ya,dia hanya manusia normal seperti wanita pada umumnya jika melihat ketampanan adik ku yang kelewatan itu.aku saja juga kadang berfikir mengapa dia bisa tumbuh dalam rahim ibu ku.mengapa dia tidak lahir dari ibu yang lain.ibu di dunia ini kan banyak.kenapa harus ibu ku?
▪▪▪▪▪
__ADS_1
waktu berangkat tinggal 15 menit lagi.semua sudah siap dengan pakaian yang rapi di lantai bawah.tinggal bintang utama yang belum nongol.dia seperti anak gadis saja yang harus berdandan sampai berjam-jam,lama sekali.
jadi seharian ini dia hanya menghabiskan waktunya untuk bersiap-siap.waaaah hebat.sekinclong dan setampan apa jadinya dia.apakah dia juga memahat wajahnya.dia mengabiskan sorenya untuk luluran selama satu jam dan mandinya 1 setengah jam lalu berpakainnya 30 menit?penasaran sekali aku.apakah sania akan di buat pingsan nanti?
entahlah......
oda sudah beberapa kali bolak balik menyampaikan pesan dari ibu untuk menyuruhnya segera turun.
dan dia akhirnya muncul saat waktu keberangkatan tinggal 2 menit lagi.
Dia bergaya sok-sok keren saat menuruni tangga,tapi memang dia keren sih.sania pasti bangga saat membawanya pergi arisan nanti di kalangan emak-emak.
"tampannya anak ibu"
"ihhh,jangan sentu-sentu Bu.tenaga ku hampir habis hanya untuk menatanya satu per satu"tangan Ibu menggantung di udara saat burhan menepisnya yang ingin mengelus rambutnya.
"ya udah kita berangkat"Kata ibu dengan nada sedikit ngambek.hahahha,ibu ku juga bisa ngambek guys.
☆☆☆☆☆☆
kami akhirnya sampai di depan pintu rumah pak joan.burhan yang sedari tadi mengoceh sepanjang jalan sudah kehabisan kata-kata karna gugup.
"ayo silakan masuk"Bu Iin yang terlihat sangat senang menyambut kedatangan kami,melebarkan senyum manisnya.
"aaaaaa..senang sekali Bu wijaya sudi memenuhi undangan kami,silakan duduk"
"saya juga senang akhirnya pertemuan ini terjadi juga"Tak lama kemudian pak joan bergabung bersama kami.di susul pak william bersama ke dua anak dan istrinya.
"tunggu sebentar ya,sania masi di kamar,biar saya panggil dulu"Bu Iin bergegas pergi ke kamar sania.sedangkan pak joan dan pak william mengobrol dengan Ibu dan kak yus.sesekali tawa mereka menggelegar khas suara bapak-bapak.
aku dan burhan hanya menyimak saja.sambil ikut tertawa saat kami merasa ada yang lucu.
beberapa menit kemudian Bu Iin muncul bersama sania di belakangnya.
waaaaaaaaahhh.dia bahkan lebih cantik dari pada yang terlihat di foto.tak lupa dengan penampilannya yang anggun dan make up tipis yang melukis wajah mulusnya.indahnya ciptaan Tuhan.tidak sia-sia pengorbanan burhan hari ini mempersiapkan diri selama hampir sehari.
"saya sania tante"bahkan suaranya saja pasti sudah mampu menggerebek perhatian burhan.gimana selanjutnya ya??
__ADS_1
sania menyalami kami satu per satu sampai akhirnya giliran burhan.aku tahu dia pasti sangat tegang.kenapa jadi terbalik begini ya?biasanya yang kikuk itu cewek.tapi kenapa malah cowoknya yang keringat dingin gitu?berbeda dengan sania yang terlihat sangat tenang.
"sania"burhan menyambut tangan sania tanpa menatap matanya.semua orang jadi tertawa gemas melihat tingkahnya.
"burhan"dia menyebut namanya dengan suara pelan,nyaris tak terdengar.namun sania cepat memahami hal itu.menurut ku tingkah sania lebih dewasa dari pada burhan.harusnya burhan yang bersikap seperti itu.tapi tak apalah,tampil beda juga kan.
"maaf ya sania,Burhan memang sedikit pemalu.apa lagi dia belum perna mengenal perempuan lebih dari sebatas teman"kata kak yus sambil mengalihkan pandanganya ke arah burhan dengan senyum usil.sedangkan burhan tetap tersenyum meskipun mungkin dalam hatinya sedang mengutuk.
"iya,sania ngerti kok.kemarin kak william sudah menceritakan sedikit tentang Burhan"
"kok burhan dari tadi diam aja ya?"sekarang pak william juga ikutan menjahili Burhan.
"aku kan malu"ucapnya sambil menundukkan kepala.Kenapa mulut comelnya tiba-tiba manja gitu sih?harusnya dia bersikap cool.Dan sania hanya bisa tersenyum menyaksikan tingka polos burhan.
semua orang tertawa mendengar suaranya yang menggemaskan itu.namun aku langsung diam saat dia melihat ku dengan wajah merah karna benar-benar malu.ingin skali aku mencubit pipinya.
"sampai di sini dulu ceritanya,kita makan dulu"Bu Iin memberi intruksi.dan semua orang mengiyakan.
makan malam yang seharusnya di barengi candaan ringan itu malah sangat sepi.keluarga pak joan sudah mengerti rupanya,tanpa di beri tahu pun mereka sudah tahu sifat calon menantunya.terlebih sania,Bu Iin pasti sudah memberi tahunya.
burhan sesekali melirik sania yang duduk tepat di depannya.dia pasti kurang menikmati makan malamnya.bagaimana dia bisa menikmati kalau pegang sendok saja tangannya sedikit bergetar-getar.
aku ingin tertawa tapi kasian juga sih.adik polos ku ini sangat menggemaskan.aku merasa tidak rela harus melepaskannya.
makan malam selesai.saatnya ngobrol-ngobrol ringan tentang dua sejoli yang sedang di jodohkan ini.
"Burhan dan sania kalo ada yang mau di bicarakan gak pa-pa di luar sambil cari angin,iyakan Bu"Bu Iin menunggu respon ibu.
"iya,nggak apa-pa kok.biar bisa saling kenal"
"I-iya"burhan menjawab sedikit gugup.
burhan berdiri di ikuti sania.
"ayo ikut aku"lalu sania menunjukkan jalan ke arah mana mereka mencari tempat yang nyaman.
burhan sesekali menoleh ke arah kami.
__ADS_1
dia pasti mau bertanya tentang apa saja yang harus dia katakan pada sania.dan tebakan ku 100 %pasti benar.aku kan cenayang yang bekerja untuknya sejak dia lahir.dari lirikannnya saja aku sudah paham apa yang hendak ia katakan.
kami kembali berbincang-bincang setelah dua orang itu hilang dari pandangan mata.kira-kira bagaimana ya tingkah burhan yang sedang berduaan dengan sania di luar sana.aaaaaaaaaaa....ingin rasanya aku tak terlihat agar bisa menguping pembicaraan mereka.tingkahnya pasti sangat menggemaskan.