
Hari ini aku pulang kerja lebih awal.hati ku sedang riang gembira.kasur dan kawan-kawannya sedang menunggu ku di kamar.aku sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah.
Terlebih lagi semua orang pasti sedang sibuk di luar rumah terutama dedek.yaaaa...setidaknya tidak ada yang mengganggu ku hari ini.
setelah memarkir mobil,aku segera melangkah dengan anggun membuka pintu rumah utama.tidak lupa dengan mengayun-ayunkan tas kerja ku sambil bersiul-siul.ku lirik sofa ruang keluarga ternyata ada ibu sedang baca majalah.
"ku kira ibu belum pulang arisan"aku merebahkan diri di samping ibu.
"arisannya di tunda,teman-teman ibu pada sibuk"jawab ibu,tapi matanya masih fokus ke majalah."tumben kamu cepat pulang"melirik ku sebentar lalu kembali ke majalah.
"lagi persiapan hari ulang tahun pak joan bu.jadi kita senang-senang hari ini.nanti malam ada party"
"ibu juga dapat undangan"
"oh ya?kak yus juga pasti ada"
pak joan adalah rekan bisnis kak yus.dulu saat perusahaan pak joan hampir bangkrut kak yus lah yang bersedia memberi bantuan.kak yus dan pak william anaknya pak joan juga berteman sejak kuliah dulu.
"katanya pak joan punya anak cewek ya?"
"iya.adiknya pak william.tapi seumur hidup aku belum pernah ketemu sama dia.dengar-dengar sih,dia sedang menyelesaikan sekolahnya di luar negeri".
ibu meletakkan majalahnya di atas meja.
"pak joan pernah rencana mau jodoin dedek sama anak perempuannya"aku melihat ibu yang sedang sedikit tersenyum.
"hhhhhh,atas dasar apa pak joan berfikir begitu?"aku masih tertawa.senyum ibu tamba melebar.lucukan,mungkin saja anak pak joan adalah wanita yang dewasa,mandiri,tegas.sangat tidak mungkin untuk berdampingan dengan Burhan yang manjanya selangit.
"tapi di pikir-pikir apa salahnya mencoba"
"hhhhhh...ada-ada aja deh.aku aja belum kepikiran soal itu apa lagi dedek,sudah ah,aku ke kamar dulu mau istrahat.nanti malam kita berangkat barengan ya".aku melangkah dari ruang tamu.meninggalkan ibu yang kembali meraih majalahnya dari meja.
☆☆☆☆☆
kami akhirnya sampai di rumah pak joan setelah melewati perjalanan yang sangat padat.aku sudah beberapa kali datang ke sini.ku lihat halaman sudah di penuhi mobil-mobil mewah yang terparkir rapi.aku ibu dan Burhan memasuki rumah utama setelah di persilakan oleh seorang pelayan.kak yus datang lebih awal dari kami,karena dia adalah rekan kerja pak joan yang di anggap tamu penting.
__ADS_1
ku lihat pak william berjalan menghampiri kami.
"bu wijaya,senang anda menyempatkan waktu untuk hadir"pak william menyapa dengan nama keluarga besar,sambil menyalami kami satu persatu.
"suatu kehormatan juga bisa hadir di hari bahagia pak joan"
"amy ya,dia sudah tumbuh jadi gadis yang cantik sekarang"dia memuji ku sekedar basa basi.dia memang laki-laki yang tampan tapi dia sudah menikah.
"hhh..pak william yang justru tambah tampan padahal sudah beranak dua".semua tertawa mendengar jawaban ku.dia juga menyapa burhan.berbasa basi menanyakan urusan pekerjaan.
setelah itu pak william pamit untuk menyapa tamu-tamu yang lain.sedangkan pak joan terlihat sangat sibuk bercengkrama dengan para tamu undangan.
bu Iin,istri pak joan menghampiri kami yang sudah mengambil tempat duduk.dia terlihat masih sangat cantik dan muda.di tambah senyum yang terus bertengger di bibirnya membuat dia semakin anggun untuk di tatap.
"Bu wijaya.trimah kasi sudah menyempatkan waktu"mereka saling menyapa sambil cipika cipiki.mencubit pipi ku dengan lembut dan menyalami burhan.
"Burhan sudah sangat dewasa ya"aku tertawa kecil mendengar pujian bu Iin pada Burhan."burhan sekarang umurnya berapa?"Burhan melirikku dan ibu sebentar.aku tahu dia pasti sedang malu-malu.
"26 tahun tante"senyum-senyum sok imut.
"iya.sudah hampir 4 tahun"
"26 tahun itu sudah bisa nikah lho Bu"kini Bu Iin mengalihkan pandangannya ke Ibu.
"belum ketemu sama jodohnya bu"
"saya punya anak perempuan kok kalau Burhan mau"aku jadi teringat,tadi siang ibu bilang pak joan mau menjodohkan anaknya dengan dedek.jadi mereka benar-benar serius ya??
aku melirik burhan penasaran bagaimana tanggapannya.dia terlihat canggung sambil melirik ke ibu.menandakan bahwa dia butuh bantuan ibu untuk menjawab pertanyaan Bu Iin.
"oh ya?saya belum pernah melihat anak ibu.kata yusran dia cantik"
"iya,sania memang dari kecil tinggal tinggal di luar negeri,dia lebih senang tinggal bersama neneknya di paris.kalau di ajak pulang kampung,katanya nanti kalau sudah mau menikah.padahal sekolah seninya sudah lama selesai".sania ya namanya,anak seni.pasti pelukis.gumam ku berekspektasi.
"Burhan belum pernah pacaran tante"ungkapan polosnya membuat Bu Iin menatap ke arah ku dan ibu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa,kalian kenalan dulu.kalau cocok kalian bisa lanjut,kan bu wijaya?"
"yah,saya juga setuju"jawab ibu spontan membuat Bu Iin tersenyum senang.
"kalau Amy bagaimana?dengar-dengar sudah ada calon ya?".sekarang topik berarah ke kasus ku.emak-emak memang begitu ya,selesai satu lanjut lagi yang lain.
"sementara tante,belum ada keputusan untuk ke sana,fokus ke karir dulu".aku menjawab seadanya.
"anak jaman sekarang memang lebih mementingkan urusan kerja ya.jangan lama-lama lho nanti keburu umur"
"iya.saya sudah sering mengingatkan dia.tapi jawabnya itu-itu mulu.padahal sebentar lagi masuk 30 lho"sekarang aku hanya senyam-senyum.ibu sudah membahas umur.
Aku dan burhan sekarang hanya menjadi pendengar.Ibu dan Bu Iin sedang membicarakan banyak hal.Bu iin kembali membahas sania,sambil beberapa kali memandang ke arah Burhan.membuat yang di pandang tersenyum malu-malu.
Burhan memang belum pernah pacaran.meskipun dia mempunyai banyak penggemar tapi dia sama sekali tidak berkeinginan untuk memiliki satu dari mereka.alasannya adalah,dia hanya mau mengenal satu perempuan untuk di jadikan istri.
bahkan banyak dari teman ku juga yang mengaku jatuh cinta kepadanya.dan aku tidak bisa menyangkal,dia memang tampan,imut,lucu.pantaslah banyak yang ngantri.
pernikahan memang wajib di perbincangkan dalam keluarga kami.
saya belum memberitahu kepada kalian bahwa kak yus sudah pernah menikah.tapi sekarang dia sedang berstatus duda.istrinya meninggal 7 tahun yang lalu karena sakit.dari pernikahan itu mereka tidak punya anak.sampai sekarang dia masih betah menyendiri.maklumlah,dia sangat mencintai almarhum istrinya.semua orang juga sangat menyayangkan kematian itu.
tapi aku berbeda dari kak yus.dulu dia menikah di umur 25 tahun.sangat mudah.tapi aku,sudah masuk kepala 3 belum ada niat sama skali untuk hubungan yang menyita banyak perhatian itu.ibu juga tidak terlalu memikirkan hal tersebut.dia tidak pernah memaksa ku jika aku belum berkeinginan.
untuk Burhan aku tidak tahu,melihat tingkahnya saat Bu Iin membicarakan anaknya,membuatku berfikir mungkin dia juga ingin menikah mudah seperti kak yus.
"kalian tidak ingin berdansa?"
pertanyaan Bu Iin kembali menyita perhatian ku.
"hmmm.tidak tante,kami tidak punya pasangan"
"baiklah.kalau begitu kita jadi penonton saja"
pesta semakin ramai saat lagu-lagu melow di putar mengiringi beberapa pasang manusia berdansa dengan lembut.
__ADS_1
ku lihat dewi juga ada di sana.