
...Ada saat yang kau ingin kan dalam hidup nyata mu.namun tak di ingin kan dalam hidup ku,walau itu hanya dalam mimpi sekalipun....
...Namun,keterpaksaan yang menekan ku,membuat ku harus memenuhi keinginan itu....
...BERTERIMAH KASIHLAH......
●●●●●●●●
"bicaralah"kata sania dingin tanpa ekspresi.
"aku juga tidak tahu harus mulai dari mana?"jawab burhan merasa tak enak.pikirannya tiba-tiba saja buntu.padahal beberapa menit yang lalu dia masi sempat membaca obrolannya dengan joyo di ponselnya.
"Ku dengar kau memang pemalu.aku akan memaklumi itu.tapi sekarang kita sedang berbicara untuk serius.bisakah kau mengabaikan rasa malu mu?"kata sania panjang lebar tanpa menoleh ke arah burhan yang duduk di sebelahnya.matanya tetap saja fokus pada gelas di tangannya.
"????"Burhan mulai bingung."huhhhh..baiklah.beri aku waktu beberapa menit lagi"burhan menghembuskan nafas panjang.rasa malu yang sedari tadi menggerogotinya berganti rasa gugup dan kurang percaya diri,di tambah sifat sania yang tiba-tiba dingin,membuatnya merasa bersalah.
mengapa dia bisa berubah jutek begitu?
apakah dia tidak menyukai ku?
"Aku belum pernah berpacaran sebelumnya.jadi aku kurang berpengalaman.tapi aku akan mencoba dengan sangat hati-hati".
"Baiklah.Kau hanya tinggal bertanya tentang apa yang ingin kau ketahui tentang ku"kata sania memperjelas,bahwa ia hanya ingin melakukan sesi tanya jawab tentang kepribadian masing-masing.bukan berbasa-basi yang sangat tidak ia inginkan saat ini.
"mmmm.mungkin aku akan memulai dengan profesi mu"kata burhan setelah ia mengingat salah satu saran dari joyo.
"......."sania berfikir beberapa saat untuk menjawab pertanyaan itu.
"ada apa?apa ada yang salah?"tanya burhan khawatir.
"Aku tidak memiliki profesi"jawab Sania cepat.
"???....maksudnya?"Burhan penasaran.namun sania seperti tidak ingin menjelaskan.
"aku pernah mendengar dari Bu Iin bahwa kau seorang lulusan seni.ku pikir mungkin kau adalah seorang musikus atau..."
__ADS_1
"yah"jawab sania memotong pertanyaan burhan."aku memang seorang musisi.tapi itu dulu,sekarang tidak lagi".jawab sania lalu meneguk minumannya.
"kenapa?itukan menyenangkan"kata burhan sambil tersenyum ceria membayangkan betapa serunya hanya bermain dan mendengarkan musik sepanjang hari.
"kadang apa yang seseorang anggap menyenangkan,justru membosan kan bagi orang lain"
"Ya,,iya juga sih.tapi kenapa kamu berhenti?"tanya burhan penasaran.
"ada penyebab yang belum bisa ku jelaskan untuk mu"Jawab sania sambil melirik ke arah burhan untuk pertama kalinya setelah mereka duduk berdua di taman itu."maaf"sania masih menatap burhan membuat yang di tatap bergerak tak karuan karena salah tingkah.
"baiklah.kita bicarakan saja yang lain"kata burhan cepat agar sania berhenti menatapnya.
"ku rasa sekarang giliran ku"kata sania sambil meletakkan gelasnya di atas meja kecil.
"yah,tanyakan saja apa yang ingin kau tahu"
"sebenarnya aku sudah tahu banyak tentang mu.william yang memberi tahu ku"
"mmmm...kalau begitu,apakah sekarang giliran ku lagi?"tanya burhan dengan wajah bingungnya yang menggemaskan.
"tidak!!masih ada yang ingin aku tahu tentang mu,mungkin juga tentang amy"
"kau bekerja di perusahaan william,dan amy bekerja di perusahaan ayah ku.padahal keluarga mu punya perusahaan yang lebih besar,kenapa?"
"Aku hanya tahu bahwa kakak ku ingin bekerja di perusahaan ayah mu karna dia tidak ingin di kenal sebagai adik dari kak yus"
"kenapa"tanya sania.
"mungkin karna dia tidak mau terkenal di publik.dia kan selalu membuat masalah.tidak seperti aku yang selalu menjadi anak baik"membanggakan diri sendiri tanpa malu.
Maafkan aku ya kak.aku hanya membuka aib kecil mu saja kok.hehehe.senyum-senyum sok imut tanpa dosa.
"lalu bagaimana dengan mu?"tanya sania tanpa mempedulikan tingkah burhan di sebelahnya.
maklumi saja sania.
"Aku hanya ingin belajar dari karyawan biasa hingga nanti menjadi pemimpin.kak yus sudah punya perusahaan sendiri.jadi,nanti jika aku sudah menikah,perusahaan besar milik almarhum ayah ku akan beralih di bawah pimpinan ku.hmmmm..aku jadi sedih,betapa sibuknya aku nanti,hingga tidak ada waktu untuk menemani boneka minion ku tidur"dengan tanpa malunya memasang wajah sedih.hei sadarlah,siapa yang ada di samping mu.tidak bisa kah kau bersikap sedikit dewasa????mungkin itulah yang di katan amy andai melihat ini.
__ADS_1
namun sania tetap saja tidak peduli.hatinya selalu saja memaksanya untuk memaklumi tingkah calon suaminya itu.toh sikap burhan juga tidak mengganggunya.mungkin karna hatinya sedang dingin hingga apa pun yang terjadi di sekitarnya tidak membuatnya harus berekspesi.
"wahhh..lihat ada bintang jatuh.kata ibu ku,jika kita melakukan permohonan saat ada bintang jatuh, permohonan mu akan di kabulkan.ayo cepat tutup mata mu"kata burhan antusias sambil menutup seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"kata ibu ku itu hanyalah mitos"kata sania menolak.
"bagaimana jika kata ibu ku benar,lakukan saja"desak burhan dengan wajah yang masih yang tutup.
"kau saja yang lakukan"sania masih menolak.
"baiklah"kata burhan sambil berkomat kamit mengucapkan permohonannya panjang lebar.entah apa saja yang dia minta di kabulkan.
sementara burhan melakukan ritualnya,saniapun melalukan ritual sendirinya dengan menatap kedua tangan yang menutupi wajah burhan.betapa manis dan polosnya dia.mengapa dia bisa di pertemukan dengan laki-laki tanpa dosa ini. tanpa sadar sania ikut memejamkan matanya lalu mengucapkan satu permohonan dalam benaknya.lalu membuka kembali matanya dan mendapati burhan yang belum selesai mengucapkan permohonannya,yang entah berapa banyak,hanya dia dan Tuhan yang tahu.
"apakah orang-orang di tempat kerjamu juga menitipkan doa mereka kepada mu?kenapa lama sekali?"tanya sania saat Burhan yang tak kunjung selesai.
"permintaan ku kan banyak.hehehe,maaf ya"katanya sambil cengengesan.
Dan lagi-lagi sania hanya bisa memaklumi tingkahnya yang kekanak-kanakan.bukan karna Burhan yang kurang dewasa.tapi karna sania yang tidak mau peduli.
"apakah obrolan kalian belum selesai?"
suara kak yus dari teras menyadarkan mereka dari lamunan masing-masing.
"ku rasa sudah cukup,tidak ada yang spesial jika terlalu banyak tahu"kata sania sambil tersenyum kecil.
"hahaha...ku rasa kalian sudah terlihat akrab"selidik kak yus sambil merangkul pundak burhan berjalan kembali ke dalam rumah.sedangkan sania berjalan di depan mereka.
"ku rasa belum sejauh itu"sangkal burhan.
"nanti ceritakan padaku,apa saja yang kalian lakukan"bisik kak yus jahil.
"kakak,ku bilangin mama loo"rengek Burhan sedikit ngambek.
"hahahahaha"kak yus hanya bisa terbahak-bahak melihat ekpresi adiknya yang menggemakan.semetara sania hanya mengeleng-gelengkan kepala mendengar suara bisikan kak yus dari belakangnya.
☆☆☆☆☆
__ADS_1
kira-kira visual untuk Burhan dan Sania siapa ya yang cocok?
ada yang bisa merekomendasikan??😊