Adik Laki-Laki Super Manja

Adik Laki-Laki Super Manja
side story 2


__ADS_3

4 bulan setelah di labrak habis-habisan oleh penggemar beratnya,Dedek mengadakan acara ulang tahun yang ke 22.setelah dia mendapatkan suprise spesial di rumah,dia meminta di buatkan party di kantornya.


aku sempat menolak permintaan konyolnya itu.bagaimana bisa dia minta mengadakan party di kantor pak william.memang kantor pak wilkiam itu gedung apa?


Namun penolakan ku di bantah langsung oleh pak william.dia bilang tidak apa-apa,yang penting Dedek senang dan betah kerja di kantornya.ya aku tahu Dedek adalah karyawan emasnya sekarang.dengan menuruti semua keinginannya malah membuatnya besar kepala.tidak ada lho karyawan yang seenaknya main party-party di perusahaan.apa lagi dia karyawan baru dan acaranya melibatkan semua orang.


▪▪▪▪


Acaranya di mulai.semua karyawan hadir,itu adalah permintaan kekanakan Dedek.pak william sekeluarga juga turut hadir.semua orang berpakaian rapi,layaknya ini adalah acara pengangkatan putra mahkota menaiki tahta.


sebelum tiup lilin,dia memejamkan matanya sambil berkomat-kamit membaca mantra.entahlah mantra apa yang dia ucapakan sambil berbisik-bisik.


setelah membuka matanya,dia masih diam.semua heran kenapa tidak langsung meniup lilin.


"apa tidak ada yang ingin tahu apa isi doa ku tadi?"


"lalu jika kami tahu,apakah kami bisa mengabulkan doa mu seperti Tuhan?"ingin sekali aku mengatakan itu padanya.namun ku urungkan karna aku tahu,dia pasti akan ngambek seperti bocah kesurupan.


"sudah pasti semua orang penasaran dong sayang.memang tadi Dedek minta apa?"ibu segera bertanya walaupun sebenarnya tidak ada yang ingin tahu.ibu melakukan itu agar dia cepat meniup lilinnya.


"meskipun kalian semua ingin tahu tapi Dedek nggak bisa bilang.itu kan privasi Dedek.nggak boleh di bocorin.kalo di bocorin nanti kalian juga minta yang sama seperti Dedek"aku menghembuskan nafas lelah sambil mengedarkan pandangan.tapi kenapa hanya aku yang merasa kesal.kenapa yang lain malah tersenyum gemmes melihat tingkah dedek yang memalukan itu.


Hey para penggemar.lihatlah idola kalian itu.bagaimana kalian bisa menggemari lelaki yang sok bocah begitu.carilah idolah yang bisa membuat jantung kalian berhenti berdetak untuk selamanya.


"ya udah,lilinnya aku tiup ya?"


suara tepuk tangan bersorakan setelah lilinnya padam.aku bernafas lega,setidaknya drama tiup lilin selesai.sekarang drama potong kue.semua orang diam menyaksikan adegan pisau yang akan memotong kue ulang tahun.


"tunggu"huffff.aku kembali menghembuskan nafas lelah.semua orang kembali memasang telinga gemas,ingin mendengar apa lagi yang akan di katakan dedek.


"apa tidak ada yang ingin tahu siapa yang akan menerimah suapan kue potongan pertama?"


Dan gilanya,semua orang bersahut-sahutan menebak calon penerimah potongan kue tersebut.


yang mengherankan lagi kak yus,ibu dan pak william sekeluarga juga ikut menjawab pertanyaan bodoh itu.


apakah hanya aku di sini yang waras?


joyo yang ada di samping ku merangkul bahu ku sambil tersenyum.dan aku bernafas lega,setidaknya joyo juga tidak ikutan bodoh seperti mereka.

__ADS_1


"kira-kira yang mendapat potongan pertama siapa ya.ku tebak pasti ibu"senyum ku tiba-tiba menghilang.yang waras benar-benar hanya aku seorang diri.


"hem hem"semua orang kembali memasamg telinga gemes.menunggu apakah tebakan-tebakan mereka sesuai dengan perkiraan.


dan bodohnya aku malah ikutan pasang telinga.


"ibu sudah dapat potongan pertama di rumah tadi malam kan?kak yus juga sudah perna tahun-tahun kemarin.kak Nora malah sudah berkali-berkali."semua orang masih setia memasang telinga.


"jadi malam ini,yang dapat potongan pertama adalah..."Semua orang menunggu sambil senyum-senyum.drama potong kue ternyata butuh waktu 1 abad.


"jadi yang dapat kuenya adalah Dedek"dengan wajah polosnya tersenyum tanpa dosa sambil mengedipkan mata sebelah.


"kenapa Dedek?"semua orang mengangguk-ngangguk setuju mendengar pertanyaan ibu,seolah-olah pertanyaan ibu mewakili pertanyaan mereka yang sama-sama penasaran.


"jadi begini"telinga-telinga kembali siap mendengar pidato putra mahkota yang telah naik tahta."sebenarnya.aku mau memberikan kuenya kepada teman-teman.tapi karna teman Dedek banyak,dan kuenya tidak akan cukup.maka setelah Dedek pertimbangkan.bagaimana kalo kuenya untuk Dedek saja.karna kalo Dedek yang makan maka kue itu akan menyatuh dalam tubuh Dedek.Dedek kan sudah cukup untuk kalian"


Aku melongo mendengar penjelasan konyol itu.bagaimana dia bisa punya kepercayaan diri sebesar itu.dan begitu bodohnya orang-orang bertepuk tangan meriah,seperti baru saja mendapat bongkahan emas dari rajanya.


semua kembali tenang.setidaknya satu adegan sudah terlewati.


ini hanya sepotong kue,tapi kenapa pembahasannya sampai panjang begini?


untuk melepaskan lelah,aku mencari tempat duduk yang masih kosong untuk beristirahat.


aku berjalan ke arah mereka sambil tersenyum.kebetulan kursi yang mengelilingi meja mereka masi tersisa satu tidak terpakai.


"aku gabung ya?"aku mendaratkan bokong ku sebelum mereka mengiyakan.


mereka saling melirik satu sama lain.aku tahu,telinga mereka tidak tuli saat tadi Dedek memperkenalkan aku sebagai kakaknya.sehingga sekarang mereka pucat pasih saat melihat ku sedang mengayunkan sendok makan seperti tongkat sihir di depan mereka.


"tenang saja,aku tidak tahu baca mantranya kok.jadi kalian tidak usah khawatir,kalian tidak akan berubah jadi kodok"aku masih tersenyum.mereka semakin gugup.


"kenapa diam?apakah aku menyeramkan?"


"tidak"


"wah jawabnya serempak.pantas waktu itu juga serempak memberiku kejutan"mereka terlihat sangat lucu saat bibir mereka bergetar karna gugup.


siapa yang tidak gugup jika tahu yang mereka belai-belai di toilet pada saat itu adalah adik dari Yusran adita Wijaya.seorang pengusaha terbesar yang kapan saja bisa membuat hidup mu bagaikan di neraka karna berani menyentuh keluarganya.

__ADS_1


Terlebih lagi yang mereka elus-elus dengan cakaran maut karna salah faham itu adalah kakak dari sang idolah.seorang wanita dengan jabatan yang sangat penting dan berpengaruh di perusahaan pak joan,ayah dari pak william,presdir mereka.


"jadi apa yang akan kalian lakukan jika ternyata kalian telah melakukan kesalahan yang mungkin tidak bisa di maafkan"


mereka saling berpandangan.


"apapun akan kami lalukan jika itu bisa membuat anda berbaik hati kepada kami nona"salah satu dari mereka menyahut.di ikuti anggukan dari kedua temannya.


"mmmm,apa yah"aku pura-pura berfikir mencari hukuman apa yang pantas untuk mereka.


"aku tidak perna menghukum seseorang sebelumnya"mereka tetlihat sedikit legah.mungkin mereka bergikir aku tidak akan memberi mereka hukuman.


"tapi aku akan mencoba,mumpung sekarang ada kesempatan untuk latihan"mereka kembali saling melirik.


"apa ada yang membawa pulpen"aku bertanya dengan suara berbisik.salah satu dari mereka langsung angkat tangan,sambil mengeluarkan benda itu dari tas mungilnya.


"duduklah di samping ku"aku menunjuk satu dari mereka mendekat,dia terlihat sangat gugup.


"tidak usah ketakutan begitu.ini hanya hukuman ringan"


Setelah duduk dengan tenang aku meraih wajahnya,


"ku mohon nona,jangan sakiti aku.aku akan melakukan apa pun yang bisa membuat anda memaafkan saya"


"siapa yang akan menyakiti mu"bibirnya semakin pucat.mungkin dia berfikir aku akan menusuk wajahnya dengan pulpen ini.hhhhh aku tertawa lucu dalam hati.


"tersenyumlah.orang-orang melihat kita"dia menarik senyum paksanya.aku memperhatikan wajahnya.dia bagian mana akan ku letakkan hukuman ini ya?


akhirnya aku mengambil keputusan untuk meletakkannya di ujung hidung peseknya yang imut itu.


"jangan di hapus.ingat,besok aku akan mengunjungi kalian di kantor.jika hukuman ini hilang,aku akan mencari hukuman yang 1000 kali lipat menyakitkan dari ini"aku tersenyum puas melihat goresan berbentuk hati dari tinta yang bertengger lucu di hidungnya.dua orang temannya memegang hidung mereka saat aku berpaling menatap mereka.hhhh sangat lucu.


"jangan di tutup.biarkan lukisan indahku terlihat seperti itu"gadis malang itu melepas tangannya dari hidung dengan malu-malu.


nona.lebih baik aku di hukum membersikan seluruh toilet di kantor ini dari pada di hukum dengan hukuman konyol ini.begitulah kira-kira umpatan mereka.


Hhhhhhhhh


tawa ku berhenti saat seseorang menyentuh bahu ku.

__ADS_1


"apa yang sedang kau lakukan dengan mereka?"joyo bertanya heran pada ku.aku hanya tersenyum.


"kami sedang main,yang kalah akan mendapatkan gambar hati di hidungnya.dan mereka selau kalah dari ku".aku tersenyum senang melihat karya-karya ku yang membuat mereka terlihat imut dan lucu.


__ADS_2