
jam menunjuk angka 21:35 saat kami sampai di rumah.
dari perjalanan tadi sampai sekarang Burhan terus mempertanyakan soal perjodohan yang di rencanakan Bu Iin.
"Bu Iin cuma mau memperkenalkan kalian dulu.kalau nanti kalian sama-sama nyaman baru lanjut"aku menjelaskan dengan sangat lembut.berharap agar dia berhenti mempertanyakan hal yang belum pasti itu.
"Tapi tadi Ibu langsung bilang setuju"
"tadi maksudnya,Ibu setuju kalo kalian di kenalkan dulu"giliran ibu menjelaskan.
kadang aku heran.Dia kan anak pintar,kok malah bodoh sih menanggapi hal semacam ini??
"kalo nanti dedek suka tapi si sania nggak mau?atau kalo sania suka sama dedek tapi dedek nggak mau gimana?"mulai lagi deh manjanya.kenapa tadi nggak di pertanyakan sama Bu Iin,kenapa baru sekarang mulutnya cerewet.pengen aku sentil mulut sialnya itu.
"nanti kalo kalian sudah ketemu,baru ada keputusan"sebenarnya aku sudah kessal tingkat dewa.tapi kalo nggak di ladenin adanya dia mala ngambek tidak karuan.
"tapi dedek cita-citanya mau kenal satu wanita aja untuk dedek nikahi Bu"pertanyaannya mulai beranak cucu.
"kalau begitu kita putuskan saja sekarang.dedek mau kenalan sama sania atau tidak?"
"Dedek juga nggak tahu?"
aku dan ibu serempak membuang nafas lelah.
"begini saja.Dedek pikir-pikir dulu selama 3 hari.kalau Dedek sudah dapat keputusan,baru kita bicarakan lagi.gimana?"aku berusaha memberikan ide yang secemerlang mungkin,berharap mulutnya yang comel itu berhenti memberi pertanyaan.
"mmmmm"dia berfikir-fikir sejenak.membuat aku dan Ibu saling berpegangan,menunggu apakah ide itu tidak membuahkan hasil.aku sudah sangat mengantuk.kalau dia masih bertanya terpaksa aku akan berbaring di sofa sambil menjawab pertanyaannya,tapi aku tidak menjamin apakah mata ku masi bisa melek atau tidak.
"3 hari lagi aku kasih jawaban ya"aku dan ibu bernafas lega.yaa setidaknya kami berhasil membebaskan diri.
kami mengikuti burhan berdiri.dia sudah melangkah ke arah kamarnya,di ikuti ibu yang mengekor di belakangnya.aku hanya geleng-geleng kepala.bagaimana jika nanti dia sudah menikah,apakah dia akan tetap seperti itu?
apakah dia akan meminta istrinya membacakan dongeng untuknya?atau minta di nyanyikan lagu tidur?
__ADS_1
aku melangkah menuju kamar ku setelah dia menghilang di balik pintu.semoga selama 3 hari ke depan dia bisa berfikir dewasa.pernikahan adalah hal yang harus di pikirkan secara matang.karna bukan hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai.tapi menyatukan dua keluarga besar.
☆☆☆☆☆
Kami memulai sarapan pagi di meja makan.kak yus juga hadir,Tadi malam dia pulang ke rumah,bukan ke apartemennya.Kak yus memang jarang tinggal di rumah.Dia datang hanya beberapa kali dalam sebulan.maklum dia orang sibuk.
Ku lihat Burhan menikmati makanannya.Semua orang diam.tidak boleh bersuara.
mengapa Burhan tidak bisa makan kalau ada suara?aku belum menjelaskan kepada kalian.
alasannya adalah...
Dia tidak bisa berkonsentrasi menikmati rasa dari makanannya jika mendengar suara meskipun hanya setitik.bahkan suara sendok pun harus pelan.jadi kita seperti pencuri yang takut ketahuan.
saat pertama kali peraturan itu berlaku di Rumah kami.rasanya aku tidak bisa menerima alasan sekonyol itu.bagaimana tidak,bahkan di konser pun aku bisa menikmati makanan ku.sambil lompat-lompat pun,sambil tidur-tiduran,bahkan saat gempa bumi dengan kekuatan 10,10 pun aku masih bisa merasakan pahit manis asin asem gurih lezatnya makanan ku.Dia saja yang seaneh itu.tapi lama kelamaan aku juga sudah terbiasa dengan berbagai sikap anehnya.meskipun itu kadang ku paksakan demi menghindari sifat ngambeknya.
berbeda dari kak yus,apapun peraturan di rumah ini,dia selalu patuh.mungkin karena dia sudah dewasa jadi dia mengalah.apalagi peraturan itu di buat atas nama Burhan.seorang bocah yang berlagak bagaikan kaisar di rumah ini
sarapan pagi yang hening akhirnya selesai.Ibu mengantar kami sampai di teras.
aku baru membuka pintu mobil ketika suara kak yus terdengar memanggil ku.
"Amy"aku berbalik,kak yus berada beberapa meter dari ku.
"kakak memanggil ku?ada apa?"aku berjalan ke arahnya penasaran.jam masuk kantor masih lama.ladeni kak yus sebentar tidak akan membuat ku terlambat.
"berangkatnya satu mobil dengan ku ya?kakak mau bicara"ibu masi di teras menunggu kami berangkat.tapi karena kak yus meminta ku berangkat dengannya,aku melihat ibu juga penasaran.aku hanya mengangkat bahu tidak tahu sebagai jawaban.
Aku mengikuti kak yus masuk ke mobil.aku penasaran pembicaraan apa yang di maksud kak yus.aku berusaha mengingat-ingat kesalahan apa yang telah ku perbuat.karna selama ini jika kak yus meminta pembicaraan yang serius,artinya ada kesalahan yang terjadi.
mobil keluar dari halaman dengan pelan,pak aan sesekali melirik kaca spion untuk memastikan tidak ada kendaraan mendekat saat mobil berbelok ke jalan raya.
Kak yus belum mulai berbicara.membuat ku semakin penasaran bercampur sedikit takut.
__ADS_1
"Kak,katanya mau ngomong?"aku memberanikan diri untuk bertanya.
"yah.soal perjodohan Burhan"aku menaikkan alis sebelah.kenapa soal burhan di tanyakan kepada ku.
"tadi malam istri pak joan juga membicarakan itu pada ibu.tapi baru rencana.kenapa?"kak yus masi mandang lurus ke depan.
"Aku hanya kepikiran,kalau Burhan benar-benar akan di jodohkan.lalu kau bagaimana?apakah kau belum ada rencana sama sekali"kak yus mengalihkan pandangannya kepada ku.
apakah kejombloan ku benar-benar jadi aib keluarga bagi kak yus?
"Dunia tidak akan kiamat kan kalo Burhan menikah lebih dulu?"aku menjawab sedikit kesal.harga diri ku terasa di hina kakak ku sendiri.
"maksud ku umur mu jauh lebih dewasa dari Burhan.untuk menjodohkan Burhan kurasa terlalu cepat.apa lagi dia belum sepenuhnya bisa bersikap dewasa.kalau Burhan saja sudah mau di jodohkan,kenapa pernikahan mu tidak di bicarakan terlebih dahulu?"
"karena aku belum siap untuk menikah.teman ku juga banyak kok yang belum nikah.bahkan ada yang di atas 30 an.kalau Burhan menerima perjodohan itu,syukurlah.artinya dia beruntung,jodohnya cepat.bukan kah dulu kakak juga menikah di usia muda.sekarang Burhan sudah 26.dulu kakak 25"
"kamu kan perempuan,beda dengan laki-laki.kalo sudah kebawa umur,kamu pikir gampang cari laki-laki seumuran mu?"
"jadi maksudnya aku tidak laku gitu?"
"bukan begitu.maksud kakak,nanti kamu susah cari yang lebih dewasa dari kamu.yang suka sama kamu banyak,tapi mungkin mereka pasti lebih muda dari kamu"
aku menghela nafas berat.harga diri ku tersinggung.
"kalau kakak mengajak aku hanya untuk membicarakan tentang ini.lebih baik turun kan aku sekarang.aku nggak bisa di paksa saat aku bilang aku benar-benar belum siap".
Hening.Kak yus tahu sekarang aku sedang marah.Dia mengalah dalam diam.aku tidak seperti Burhan yang masih bisa di atur.dan aku tahu,kak Yus adalah orang yang perhatian.tapi untuk masalah ini biarkan aku yang mengaturnya.karna aku yang menjalaninya.ini tentang hidup ku.dan aku tidak suka jika seseorang melewati batas privasi ku.
keheningan terus berjalan,sampai mobil berhenti di depan kantor ku.saat aku membuka pintu,kak yus menahan tangan ku.aku terpaksa berhenti.semarah apapun,aku tetap sadar bahwa kak yus adalah orang yang harus aku hargai.
"maafkan kakak"amarah ku tiba-tiba berubah haru.kak yus adalah orang yang sangat di hormati,tegas,dan berjiwa kepemimpinan.tapi saat berhadapan dengan keluarga dia akan berubah lembut.bahkan tidak segan-segan untuk meminta maaf.padahal ini bukanlah kesalahan besar.
''anggap pembicaraan tadi tidak pernah terjadi,aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu"aku hanya mengangguk.kak yus tersenyum masih merasa bersalah sambil mengelus halus kepala ku.setelah turun dari mobil aku tidak berbicara apa pun padanya.
__ADS_1
mobil kembali berjalan mengantarnya ke kantor besar milik almarhum ayah.