
Aku sedang istirahat di kantin bersama dewi,percakapan ku dengan kak yus tadi pagi masih membekas dalam ingatan ku.
Jika di pikir-pikir,apa yang kak yus katakan tadi pagi memang betul.sekarang harusnya aku sudah menikah.tapi kembali lagi aku belum siap untuk hal itu.
Dewi yang 2 tahun lebih tua dari ku juga masi singel.tapi bedanya dia memang tidak perna dekat dengan laki-laki.sedangkan aku,selama ini semua orang tau bahwa aku sudah 7 tahun menjalin hubungan dengan joyo.namun joyo juga belum kepikiran soal hubungan serius.kami berdua masi sama-sama nyaman dengan hubungan yang ringan seperti sekarang.
aku sibuk menyuapkan makan siang ke dalam mulut ku saat aku dapat pesan dari Burhan.
"kak gimana nih.aku belum memikirkan jawaban ku untuk 2 hari ke depan"
ternyata dia seperhatian itu ya untuk rencana perjodohannya.
"kalo kamu sudah mau nikah ya terima aja"
"tapi kalo sania nggak mau sama aku gimana?"
"kan baru mau coba"
"tapi dedek mau wanita yang pertama dedek kenal adalah wanita yang harus dedek jadikan istri"
"jadi kamu anggap ibu dan aku itu apa?"
"ihhhh...kakak.bego bangat sih.dasar nggak peka"
yah aku tahu kau adalah orang terpeka dan terpintar di dunia.
"nggak mungkinlah keluarga pak joan mau jodohin kalian kalo sania nggak mau"
"tapi kalo nanti dedek yang nggak mau gimana?"
ya ampun.rasanya aku mau membeli rumah mewah hanya untuk ku bakar habis-habis.dari pada menghadapi bayi beruang ini yang sangat menyebalkan.
"kalau dedek nggak suka ya nggak usah di nikahi,anak pintar"
"tapi dia wanita pertama yang kenalan dengan dedek"
maksudnya gimana ni anak.
"Dedek nggak usah takut.sania pasti mau kok sama Dedek.yang penting Dedek bisa buktiin,bahwa Dedek bisa menjadi suami yang baik untuk sania"
"caranya gimana"
ni anak benar-benar nggak tahu atau memang bodoh ya??
"bersikaplah seperti laki-laki yang baik"
"jadi selama ini Dedek nggak baik?Begitu??"
"maksudnya bersikaplah dengan dewasa di depannya.yakin kan dia bahwa Dedek bisa menjadi suami yang bertanggung jawab"
"caranya??"
sepertinya aku perlu periksa tekanan dara sepulang kerja nanti.mungkin saja tensi ku sudah lebih dari 200.tadi pagi kak yus memancing emosi ku.dan sekarang bocah sialan ini menarik pancingannya.
kepala ku sudah memanas.rasanya seperti ada rice cooker di letakkan di atas sana.atau mungkin saja tanduk ku sudah keluar.
"jam istirahat ku sudah habis"
__ADS_1
percakapan itu ku akhiri dengan berbohong.padahal waktu istirahat ku masi ada 15 menit.Dedek pasti merasa kesal di sana.Biarlah.
☆☆☆☆☆
jam 5 sore aku pulang dari kantor.hari ini tidak ada lembur.pertemuan dengan klien juga masih ada satu minggu kedepan.
kebetulan joyo minta ketemuan.sekalian deh nanti minta antarin pulang.mobil ku kan ada di rumah.
Aku berjalan keluar dari kantor,ku lihat joyo sudah menunggu ku di depan.Dia masih terlihat keren,padahal hari ini dia pasti sangat lelah.
"sudah lama nunggunya?"aku bertanya perhatian saat kami sudah berada dalam mobil.
"baru saja"aku langsung meleleh melihat senyumnya.dia memang laki-laki yang mampu membuat ku jatuh cinta setiap hari.
"gimana kerjaan hari ini"pertanyaan yang selalu sama saat kami ketemu.
"lancar.kamu gimana?"
"sedikit berantakan.tapi semua sudah di beresin sama sekertaris belah"
handphone ku tiba-tiba berdering.ku lihat nama Dedek comel super imut tertera di layar,bukan aku yang menulis nama panjang lebar dan alay itu.
aku tiba-tiba merinding.ada pertanyaan apa lagi dari sang kaisar di sore yang melelahkan ini.
"halo"
"kakak di mana sekarang?"
"di jalan.kenapa?"
"ketemuan yuk?"
"maksud dedek ketemu di luar"
"tumben?"ku lihat joyo melirik ku penasaran.
"malas aja di rumah"
"tapi aku lagi ada janji sama joyo"
"sayang dedek atau joyo"
"jangan gitu dong.aku benar-benar lagi jalan sama joyo nih"joyo melirik-lirik lagi.
"ya sudah.kalo kakak nggak mau ngajak dedek berarti kakak nggak sayang"
"baiklah aku sayang dedek"puas.
"mau dengar kakak bilang,aku sayang dedek dari pada joyo"
aku tahu dia sedang mengerjai ku sekarang.
"tanpa aku bilang gitu,semua orang juga tahu kalo aku sayang bangat sama dedek"joyo melirikku semakin penasaran.meskipun dia sudah tahu tentang Dedek tapi dia selalu penasaran pada setiap tingkah lakunya setiap hari.
"kalo nggak mau bilang berarti nggak"
aku melirik joyo di sampingku.biarlah.nanti akan ku jelaskan.
__ADS_1
"iya aku lebih sayang Dedek dari pada...."joyo menunggu sambungan dari kata-kata ku sambil menaikkan alis sebelah.
"Jo-Yo"ku lihat joyo melongo meminta penjelasan kepada ku.ekspresi wajahnya berubah muram.tapi aku hanya meringis kepadanya.memperlihatkan layar handphone ku yang belum putus sambungan dengan Burhan.
"hhhhhh.senang bangat deh hari ini"ku dengar suara Burhan tertawa terbahak-bahak di seberang sana.
bagaimana bisa aku memiliki adik lucu sekaligus menyebalkan begitu.
"Dedek ikut kita ya?"aku meminta persetujuannya saat sambungan telefon berakhir.namun aku di kacangin guys.
"diam aku anggap iya ya joy?"Dia masih diam.
"ok,alamatnya aku kirim ke Dedek ya?"
"sayang aku atau dedek?"
haa.kenapa dia juga kesurupan jadi manja sekarang.
"sayang aku atau dedek?jawab."
"jangan ikutan aneh deh joy.cukup di rumah saja aku punya adik bayi.di luar rumah jangan!"
aku menanggapi pertanyaan joyo dengan sedikit bercanda.
"jawab"
"ya ampun.kok akhir-akhir ini kamu jadi termakan keisengan Dedek sih.tahu sendiri kan dedek itu gimana?"
"kalo Dedek yang nanya kamu langsung jawab"
"karna dedek itu orangnya sensitif.kalo kamu sudah dewasa.masa kamu ikutan kekanakan kayak Dedek"
"jawab dulu"
ya ampun kenapa pacar ku jadi ikutan seperti balita.kalo perlu kenapa nggak sekalian minta di gendong.
"iya.sayang kamu dari pada dedek"
sekarang dia tersenyum licik.
"mulut perempuan memang berbisa ya?sudah bilang sayang pada si A masi ngaku sayang sama si B"
"Kamu bukan lagi anak ABG sayang.ngerti dong situasinya".
Dia tertawa lagi.aku benar-benar serius akan memeriksa tekanan darah ku.bukan lagi rice cooker terasa ada di atas kepala ku,tapi rasanya kepala ku sudah berubah jadi rice cooker saking panasnya.
☆☆☆☆☆
Tibalah kami di sebuah restoran.Dedek memberitahu bahwa dia sudah memesan ruang VIP.Dia memang tidak bisa makan di ruang umum.apa lagi alasannya kalo bukan tidak bisa makan saat banyak suara.
Saat memasuki ruangan,ku lihat Burhan yang sudah Duduk dengan rapi menunggu kami.penampilannya hari ini terlihat sangat keren.aku tidak perlu memujinya,karena dari dulu dia memang selalu memperhatikan soal penampilan.Wajah tampan dan bentuk tubuhnya semakin membuatnya terpesona.wajar saja jika dia mempunyai banyak followers di akun IG nya.bahkan dia tidak mengikuti akun lain sama sekali.Hebat.
Tapi wajah tampannya itu menjadi malah petaka untuk ku.
■■■■■
hay,yang sudah baca karya ku.maaf ya ini karya pertama ku.masih belajar.semoga kalian suka.
__ADS_1
kalo kalian suka mohon dukungannya ya,,,
😊😊😊