Adik Laki-Laki Super Manja

Adik Laki-Laki Super Manja
penemuan saat menjemput burhan


__ADS_3

Aku baru keluar dari kantor saat jam menunjuk angka 17:45.hari ini terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk di meja kerja ku.


aku berbelok ke jalan raya mengikuti antrian yang berjejer seperti menerimah sembako di depan lampu merah beberapa meter dari tempat ku.sambil menunggu antrian aku mengecek handphone ku.baru saja ku raih, benda mungil yang lebih penting dari makan 3 kali sehari itu berdering.nama Burhan tertera menusuk mata ku.apa lagi yang akan di katakan anak itu.


"ada apa?"aku langsung bertanya tanpa basa basi.


"bisa jemput aku nggak kak.mobil ku mogok"suaranya agak sedih.


"naik taxi aja.macet nih"


"maunya di jemput kakak"


mati saja kau.ingin sekali aku meledakkan suara ku di telinganya.


"kakak baru di depan kantor nih.macet banget"aku berusaha merendahkan suara ku.


"aku nungguin.nggak pa-pa"ya udah.aku sengaja lama-lama biar lelah nunggunya.keputusan anak ini memang tidak bisa di ubah.kalo dia bilang mau nunggu,ya biar saja dia nunggu sampai pantatnya tepos karna duduk setaon.


"kamu di mana sekarang?"aku menyerah.


"di dekat terminal"ya ampun itu kan sudah dekat bangat ke rumah.paling kurang dari 5 menit jalan udah nyampe.anak ini benar-benar ya.manjanya memang di kurangin tapi nyebellinnya nambah dosis.


"kenapa nggak jalan aja.udah dekat kok?"berusaha sabar.


"kakak mau aku nggak nyampe-nyampe rumah gara-gara di mintai foto di jalan karena wajah langka ini"aku lupa,wajahnya kan memang penarik banyak mata.apa lagi daerah dekat rumah rata-rata followernya.


"ya udah.nunggu yang sabar ya"


dia langsung memutuskan sambungan.nggak sopan bangat sih.apa dia pikir sudah keren besikap begitu?


Dan aku stres mengikuti antrian panjang selama 35 menit.hampir sejam kemudian aku baru sampai di tempat Burhan menunggu.aku sudah nggak perna manggil dia Dedek kan?dan kalian juga jangan perna sebut nama dedek kalo kalian nggak mau kena hukuman.


ok.kita samperin Burhan.hari sudah gelap.


"kakak lama bangat sih"nah kan.aku yang salah.jelas-jelas tadi aku bilang macet.


"kan macet.kakak sudah bilang dari tadi kan?"


dia diam.tapi diamnya sambil ngumpatin aku pasti dalam hati.


"bilang apa?"


"mudah-mudahan pacar kakak selingkuh"nah kan.kalo dia diam itu artinya sedang ngumpat.

__ADS_1


"kak,bukannya itu joyo ya?"panjang umur dong.intip ah.


"tapi sama siapa ya?"aku mengikuti mata burhan yang menatap seorang wanita sedang memasuki mobil joyo.


"temannya mungkin"Burhan menerka-nerka.


"tapi tadi dia bilang sibuk lembur"aku mengingat percakapan kami tadi sore.dia bilang dia akan sibuk sampai jam 9 malam jadi nggak ada sempat hubungin aku.


"kita ikutin mereka ya"ucap ku penuh rasa penasaran.


"ya udah"untungnya burhan bisa bekerja sama.dia kan orang paling peka,jadi dia pasti sudah tahu apa yang sedang ku pikirkan saat ini.itulah sifatnya yang paling menguntungkan bagi ku.


kami berhenti tak jauh dari tempat joyo menghentikan mobilnya.Dia turun dari mobil lalu berjalan ke arah wanita yang juga ikut keluar dari mobil.


aku belum pernah melihat wanita itu.seingat ku,wanita itu bukanlah saudara joyo maupun saudara sepupunya.aku sudah mengenal hampir semua keluarga joyo.


Aku menatap dari dalam mobil dengan sedikit penasaran.


mereka berdua berjalan ke arah sebuah rumah.tak lama kemudian seorang laki-laki keluar dari gerbang saat mereka menekan tombol bel yang terpasang di samping pagar.


aku tidak bisa mendengar percakapan mereka.tapi aku rasa joyo sedang membentak laki-laki yang mungkin pemilik rumah itu.


wanita itu menangis saat laki-laki itu masuk dan menutup pintunya dengan kasar.


ada apa sebenarnya.sia wanita dan lelaki itu?pertanyaan itu berhenti terngiang di kepala ku saat joyo memeluk wanita itu sangat erat.


"kakak baik-baik saja?"burhan melihat ke arah ku.memastikan bahwa aku sedang dalam keadaan baik-baik saja menyaksikan sebuah tombak yang sedang melesat menusuk jantung ku.


"tunggu sebentar burhan"aku menahan burhan saat tangannnya sudah hampir membuka pintu mobil.


"kenapa?hanya untuk memastikan saja"dia terlihat sangat santai untuk mengambil tindakan.tidak memikirkan resiko dari apa yang akan dia perbuat.anak ini tidak sepantasnya di juluki anak cerdas.melihat caranya saja sudah sangat bodoh.oh ya,aku sadar.dia kan tidak perna merasakan pacaran.mana mungkin dia tahu menyelesaikan masalah seperti ini.


"mungkin saja itu temannya"aku berusaha berfikir positif.


mobil joyo kembali bergerak.kami juga kembali mengikuti dari belakang.


"joyo tidak perna mengatakan seseuatu tentang ini pada kakak?"burhan terlihat sangat perhatian dengan sikap manisnya itu.


"Belum.dia pasti akan mengatakan ini suatu saat"


mobil joyo kembali berhenti.mereka berdua berjalan memasuki sebuah restaurant.aku dan burhan juga segera menyusul sambil mengendap-ngendap seperti pencuri.


mereka duduk tak jauh dari tempat kami.mereka memesan beberapa menu,sedangkan aku hanya memesan segelas jus yang mungkin sebenarnya tidak akan tersentuh.burhan tidak memesan apa-apa.

__ADS_1


joyo sesekali memberi perhatian kecil pada wanita itu.rasa cemburu mulai mencengkeram jiwa ku.namun aku berusaha bertahan untuk tidak menghampiri mereka.


Burhan menggenggam tangan ku dengan erat.mata ku mulai panas saat wanita itu bersandar di bahu joyo.


"bawah aku pergi joy"samar-samar percakapan mereka terdengar.


"nanti kalo kita nggak menemukan jalan keluarnya"aku belum mengerti alur pembicaraan mereka.


"kamu perna bilang bahwa kamu sangat mencintai aku kan?"air mata ku tidak bisa lagi kompromi.apa sebenarnya yang terjadi.


"tenangin dulu pikiranmu.ok"joyo merangkul pundak wanita itu.membuat ku semakin yakin pada satu hal.apakah 7 tahun perjalanan kami tak seindah kebenaran yang di berikan joyo selama ini.apakah selama ini aku telah di bohongi?


"joy.hanya kamu yang ngerti tentang aku selama ini"lagi-lagi joyo memeluk hangat tubuh wanita itu.mata ku sudah tidak kuat lagi menyaksikan ini.


"kita pulang"aku berdiri sambil menarik tangan burhan.


"kakak tidak ingin menghampiri mereka dulu?"burhan menahan tangan ku untuk kembali duduk.


bocah ini memang tidak akan mengerti cara menyelesaikan masalah percintaan.


"kita pulang saja"


air mata ku kembali menetes.Burhan seketika berjalan ke arah joyo dan wanita itu.


"apakah kalian sedang kencan di sini?"hei.bagaimana bisa kau tersenyum manis di depan mereka seperti itu,sedangkan kakak mu di sini sedang menahan hatinya yang sedang terluka.


"Burhan"joyo sontak berdiri dari duduknya.aku masih beradah di tempat yang tadi ku duduki.


"apa yang sedang kau lakukan bersama pacar kakak ku di sini?"burhan memasang muka sok bingung.harusnya dia melabrak mereka dengan gaya yang keren sambil mrmegang kerah baju joyo,seperti yang sering ku nonton di drama-drama korea.tapi mengapa dia malah terlihat polos begitu dengan wajah bodohnya?


"ini,tidak seperti yang kamu pikirkan burhan"Burhan mengangkat bahu sambil melihat ke arah ku.joyo semakin kaget jadinya saat melihat aku juga ada di sana.


"amy,akan ku jelaskan semua ini"aku tidak bisa menatap joyo saat dia sudah berada di depan ku.aku hanya melirik wanita itu yang juga ikut berdiri dari duduknya dengan tatapan datar.


"burhan.antar kakak pulang"


"amy,ku mohon dengarkan aku dulu"burhan hanya terlihat kebingungan.entahlah.aku tidak tahu,apakah dia benar-benar bingung atau hanya pura-pura bingung.berbeda dengan joyo yang sedang merasa gugup.


"Burhan please"Burhan segera menarik tangan ku keluar dari pintu restoran saat melihat ku sudah terisak.


"amy,jangan salah paham dulu"


"kakak ku mau pulang.besok saja ya ngomongnya".kata burhan dengan suara lembutnya,sambil menjalanjan mobil keluar dari tempat parkir.ku lirik joyo di kaca spion yang masih berdiri menatap kepergian kami dengan perasaan yang mungkin berantakan.

__ADS_1


aku tidak bisa membayangkan apa yang akan di katakan joyo untuk menjelaskan masalah ini.


__ADS_2