
Firza tidak mengetahui kalau Sania pergi.
Di sana Firza memakai kostumnya.
setelah itu Reza kebingungan, karena Sania tidak ada di dekatnya.
"Sania! Sania! SANIA!"
Tak lama wektu dan beberapa anak buahnya datang ke tempat afira.
Afira pun kaget dengan kehadiran wektu dan anak buahnya.
lalu anak buah wektu pun langsung menyerang afira.
tetapi afira berhasil melawan anak buah wektu itu.
di dalam rumah Reza Afira bertarung melawan anak buah wektu.
(Anak buah wektu yang paling dia sayangi dan satu-satunya wanita yang menjadi anak buah wektu yang bernama Isyana.)
Isyana menyerang afira menggunakan rantai yang di pegangnya. Afira pun berhasil menghindari serangan Isyana.
Disaat semua anak buahnya menyerang afira, wektu keluar dari dalam rumah.
"Seorang yang mau dibilang adiwira itu harus punya musuh. dan sekarang musuh mu itu adalah aku.
(sambil melekatkan permata nya ke tongkat kayu nya) Dunia memang berubah seiring perkembangan jaman. tetapi kejahatan, tidak pernah hilang dari muka bumi ini. Aku menjadi jahat, karena kejahatan. kejahatan yang selalu membayang-bayangi hidupku di waktu kecil. tetapi aku bersyukur. karena kejahatan, aku bisa di hormati dan ditakuti."
Afira terus menyerang Isyana, dan Isyana pun terus menyerang afira.
Secara bergantian anak buah wektu menyerang afira.
satu per satu anak buah wektu tumbang.
__ADS_1
saat Isyana ingin menyerang afira, afira lari ke belakang rumah.
Saat afira sedang berlari, tiba tiba di depannya ada seorang pria bertopi yang membawa sebuah celurit.
Afira pun kaget dan langsung berhenti berlari.
"jadi ini yang namanya afira"
Lalu pria itu langsung mengerang afira.
Afira mendapatkan Beberapa luka goresan di tubuhnya dari celurit pria itu. afira pun berhasil di kalahkan oleh pria itu.
tak lama Isyana dan yang lainnya datang.
(Isyana)"bagus"
Ternyata orang itu adalah salah satu anak buah wektu juga.
"Afira....Afiraaa....."
Isyana pun langsung berlari dan berniat untuk menangkap Sania. Sania yang tidak punya ilmu bela diri mencoba melawan Isyana sebisanya.
Afira yang terbaring setengah sadar itu mendengar suara Sania yang memanggil\-manggil namanya.
dia melihat Sania yang lehernya di lilitkan rantai oleh Isyana.
"Sania..."
Afira pun marah dan dia bangun dengan ekspresi wajah yang marah. Karena melihat afira berdiri, pria yang membawa celurit itu langsung ingin membacok afira. tetapi afira berhasil menghindari serangannya.
__ADS_1
afira kembali menyerang pria itu hingga pria itu tumbang.
Anak buah wektu yang lain juga menyerangnya,tetapi semuanya juga tumbang.
Lalu afira berlari ke arah Isyana. Isyana pun berdiri di depan Sania.
mereka berdua langsung saling menyerang.
Afira menyerang menggunakan permata kesaktian petir. Dan Isyana menyerang menggunakan rantainya.
mereka berdua beradu dan menyerang secara bersamaan.
Isyana pun terpental tetapi afira tidak kenapa-napa.
ternyata afira sudah menggunakan permata kesaktian perisai tubuh nya.
Lalu afira melepaskan ikatan rantai di lehernya Sania. lalu Sania pun memberikan golok afira yang disembunyikan di dalam bajunya.
saat mereka berdua ingin lari dari tempat itu, tiba tiba wektu datang.
"Jangan merasa senang dulu.
musuh mu yang sebenarnya itu belum terkalahkan"
Afira pun terkejut dengan kedatangan wektu.
afira langsung melindungi Sania.
wektu pun langsung menyerang afira menggunakan tongkatnya. afira pun berhasil menghindari serangan itu..............
::::::::\=\=\=\=\=\=\=\=\=÷÷÷÷÷÷÷;;;;;;;;;;;;;;""""""""""""**********++++
TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN
__ADS_1