
"astaga"
terkejut Firza setelah membuka pintu toilet di rumahnya.
karena di dalam ada Reza yang sedang mandi.
"kenapa pintunya gak di kunci" ucap firza.
"kan gak ada kuncinya" ucap Reza.
setelah Reza dan Firza selesai bersih bersih, firza menceritakan tentang menghilangnya anak itu.
"gua juga gak tau bagaimana anak itu bisa hilang"
saat Firza sedang kebingungan, reza pun teringat sesuatu.
"apa semuah itu ulah wektu? biasanya Diah kan yang selalu menjadikan anak-anak lemah sebagai budaknya!"
Firza pun terkejut sambil mengangguk. dan Firza berencana menyerang wektu.
"tapi gimana caranya? emangnya gua punya kekuatan? ia si lu punya golok sakti! tapi, apa lu berani pakai golok itu lagi?"
firza pun hanya bisa terdiam.
Di tempat berbeda
"hahahaha ...."
tertawa jahat bercampur senang wektu, memenuhi ruangan tempat persembunyiannya. dia sangat senang setelah permata kesaktian itu dia dapatkan.
__ADS_1
"anak itu adalah keturunan dari rakyat kerajaan Wulunggis."
wektu tidak begitu senang karena dia belum bisa mendapatkan golok sakti dan permata penghenti gerakan musik.
"cepat kalian cari dimana keberadaan golok sakti dan permata penghenti gerakan musuh itu berada sekarang"
wektu pun langsung pergi meninggalkan anak buahnya itu.
ditempat berbeda
"Firza... aku menemukan jejak darah"
Firza langsung bergegas lari ke tempat Reza.
"apakah ini darah anak itu"
Reza pun mengiyakan perkataan Firza. dan mereka berdua pun langsung mengikuti jejak darah itu. terputus di rerumputan.
Reza pun mengikuti Firza yang berjalan menuju rumahnya Sania.
Firza mengetuk rumah Sania. dan yang membukakan pintu nya adalah Sania.
"kenapa lu bikin gua khawatir"
sania pun meminta maaf kepada Firza dan Reza tentang semua yang terjadi.
"sebenarnya gua cuma mau cari tahu tentang wektu"
Reza pun masih kebingungan.
__ADS_1
"lalu siapa pemilik darah itu"
ternyata itu adalah dara Sania yang tangannya tergores paku. Firza pun menasehati Sania.
"lain kali, Lo tanyain aja ke gua kalau mau berbicara tentang kampung ini."
beberapa tahun kemudian. Firza sudah berumur 14 tahun. beberapa tahun kebelakang, wektu semakin menjadi. setiap anak yang di ketahui nya memiliki benda benda sakti, wektu selalu mengejar anak itu sampai dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.
kebencian Firza kepada wektu semakin meningkat. Firza sudah tidak tahan atas perlakuan wektu. dia pun bertekad melawan teromanya untuk mempelajari golok sakti warisan dari ayahnya itu.
"jika aku terus seperti ini, negeri ini akan hancur"
diapun memberanikan diri untuk menyentuh golok itu. tetapi, setelah dia menyentuh golok itu, dia langsung terbayang saat dia membunuh ibunya di waktu kecil. Firza pun langsung tak sadarkan diri.
Reza yang melihatnya, langsung membawa Firza ke tempat tidurnya. setelah Firza sadar...
"kenapa Lo nekat?"
Firza pun menangis.
"gua gak bisa melihat setiap anak selalu di perlakukan tak sewajarnya "
Reza pun menyuruh firzha untuk beristirahat. lalu Reza meninggalkan Firza pulang kerumahnya.
Firza pun tidak berkata apa-apa.
ditempat lain
anak buah wektu sedang mengejar seorang anak yang memiliki 2 permata berkekuatan petir. anak itu terus berlari, berharap anak-anak itu tidak mengejarnya lagi. tetapi, karena banyaknya anak-anak yang mengejarnya itu, anak itu kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa. anak itu mencoba bersembunyi dan tiba-tiba, ada seseorang yang memegang pundaknya.
__ADS_1
TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN