Afira Si Golok Sakti

Afira Si Golok Sakti
Musuh Baru


__ADS_3

purna tersenyum kecil


"kenapa kakak ngasih uang ke orang itu?" ucap afira


Alana berkata kalau dia hanya ingin membantu orang lain saja.


"kenapa kalian memakai pakaian seperti ini?" ucap Alana


"kita berdua hanya bermain-main menjadi Adiwira saja kok kak. orang yang tadi itu sebenarnya tetangga kita" ucap afira menyela purna yang ingin berbicara.


lalu wanita itu tersenyum dan berlari menjauh dari mereka.


"kenapa lu berbohong?" ucap purna kebingungan


Firza mengatakan kalau dia berbohong agar orang lain tidak akan ikut campur lagi saat mereka berdua menjadi Adiwira. Mirja pun mengangguk. lalu mereka pergi dari tempat itu dengan berjalan kaki. saat merasa aman, purna membawa Afira terbang.


Ditempat lain


seorang pria masuk ke dalam pabrik yang berada di dekat ladang tomat yang sudah hancur. pria itu berjalan mendekati sumur yang berada di dalam pabrik itu dengan membawa kendi kecil berisi garam. pria itu menaburkan garam ke dalam sumur itu sambil mengucapkan mantra.


"iblis sapalih badan. kula toya kekuatanipun kula" (iblis setengah badanku. air kekuatanku)


lalu badan pria itu terlihat seperti dimasukan sesuatu. pria itu berteriak kesakitan. matanya berubah menjadi hitam. suaranya pun berubah. air yang berwarna hitam mulai menutupi badannya.

__ADS_1


"tunggu aku... Afira"


Ditempat lain


Reza dan Firza sedang memakan buah tomat di rumah Firza.


"tadi lo sama mirja udah nyelametin berapa orang?"


Firza menjawab kalau dirinya dan Mirja hanya menyelamatkan satu orang saja.


"bagus lah, berarti banyak orang yang baik-baik saja"


Keesokan harinya


setelahnya, Firza pergi keluar rumahnya. Firza kembali dikagetkan karena hujan yang tadi hanya turun di sekitaran rumahnya saja. tak lama Reza datang dengan ekspresi kebingungan.


"kenapa ini? emangnya ada hujan?"


Firza menceritakan semua keanehan yang terjadi kepada Reza. mulai dari air hujan yang berwarna hitam dan hanya turun di sekitaran rumahnya saja, hingga air keran yang juga berwarna hitam. Reza juga bingung dengan hal itu. tetapi Reza menyuruh Firza untuk melupakannya saja.


"kita kan belum punya pekerjaan, gimana kalau kita berjualan aja?" ucap Reza


Firza setuju dengan ide Reza.

__ADS_1


"tapi kita mau jualan apa?"


Reza juga bingung apa yang harus mereka jual. tiba-tiba ada seorang pria dan mengatakan...


"bagai mana kalau kalian jualan sayuran"


Firza dan Reza terkejut dan langsung melihat ke arah pria itu. lalu pria itu menghampiri Reza dan Firza.


"aku dengar ladang sayuran di kampung ini sudah rusak. kalian manfaatkan saja kesempatan itu"


Firza dan Reza setuju dengan ucapan pria itu, tetapi mereka berdua Masi bingung siapa pria itu.


"nama kakak Ridwan. kakak dari Bandung. kakak pergi ke kampung ini karena katanya kampung ini itu selalu di datangi Adiwira yang bernama Afira."


Firza mengangguk kecil. lalu kak Ridwan meminta izin untuk tinggal di rumah Firza. dengan ragu, Firza mengizinkannya.


"tetapi kakak harus bantu kita berkebun dan berjualan" ucap Reza


kak Ridwan pun mengangguk. lalu ia mengeluarkan uang dari dalam tasnya.


"aku punya sedikit uang, uang ini bisa kita jadikan modal"


Firza dan Reza setuju.

__ADS_1


__ADS_2