
di depan rumahnya Firza kebingungan harus bagaimana. dia tidak punya uang, tidak punya teman, ataupun saudara dekat.
"Apa.. aku harus mengemis lagi?"
Tiba tiba dia melihat ada keluarga yang ingin pindah ke kontrakan yang ada di belakang rumahnya. dia mengikuti keluarga itu. dan dia bertemu dengan anak seusianya. anak itu menyapa Firza.
"hai. aku Sania. kayaknya... kita bakal tetanggaan nih"
firza tersenyum kecil.
"aku Firza"
sejak hari itu mereka berdua berteman akrab.
seminggu setelahnya, firza menceritakan kesusahan hidupnya kepada Sania. lalu Sania menceritakan lagi ke orang tuanya. orang tua Sania pun menanggapinya dengan serius. mulai dari hari itu, orang tua Sania selalu memberikan makanan kepada Firza. Firza pun membalas kebaikan orang tua Sania dengan selalu membantu keluarga Sania setiap mereka butuh bantuan.
Kemudian
Firza dan Sania sedang bermain di sebuah saung. lalu mereka melihat anak yang di kejar-kejar oleh anak-anak lain. Sania mempertanyakan hal itu.
"kenapa itu?"
Firza pun berkata kepada Sania.
__ADS_1
"apa kamu punya permata kekuatan atau semacamnya? kalau ada, sembunyikan dan jangan beritahu siapapun. Karena, itu dapat membahayakanmu"
Sania pun mengangguk.
setelah itu, Reza pun datang(teman baik Firza sebelum datangnya Sania) memberitahukan bahwa rumah Firza sedang di geledah.
"Firza... cepat pulang. rumah lu lagi di geledah sama anak buah wektu"
Firza pun kaget mendengar perkataan Reza. dan dia langsung menyuruh Sania untuk pulang kerumahnya. lalu Firza langsung pergi ke rumahnya bersama Reza.
sesampainya di sana, Firza kaget melihat rumahnya berantakan. lalu Firza pun masuk ke dalam rumahnya. tetapi anak buah wektu sudah tidak ada di situ. Firza bergegas masuk ke kamarnya. dia mencari golok saktinya.
"syukurlah golok ini tidak hilang"
Sania mencari tahu tentang wektu.
Sania mengumpulkan beberapa informasi dari temannya, orang sekitar, pedagang.
kemudian dia mengumpulkan semua sumber menjadi satu. setelah semua informasi terkumpul, Sania pun tau siapa itu wektu.
di tempat lain
Firza membereskan rumahnya bersama Reza.
__ADS_1
setelah semuah dirasa sudah beres, mereka berdua akan segera bersih bersih di toilet.
"Bujuk buset"
terkejut Firza dan Reza melihat seorang anak sedang terkapar di dalam toilet. ternyata anak itu adalah anak yang tadi di lihat Firza sedang di kejar-kejar oleh anak anak lain. Firza dan Reza langsung membantu anak itu.
setelah anak itu sadar, Firza langsung mengintrogasi anak itu.
"aku tadi di kejar-kejar oleh anak buah wektu. karena mereka tahu kalau aku mempunyai permata kekuatan."
"bagaimana kau bisa ada di sini" ucap firza.
"aku bersembunyi di sini. aku minta maaf telah menyusahkan mu"
Firza pun memaafkan anak itu. dia langsung menyuruh anak itu untuk segera pulang. lalu anak itu pun keluar dari rumahnya Firza. Firza pun menyadari bahwa ada barang anak itu yang tertinggal. Firza pun langsung lari keluar rumahnya. setelah Dia sampai di luar, anak itu sudah hilang entah kemana. Firza pun kebingungan. lalu Firza pun masuk ke dalam rumahnya untuk menanyakan semuanya kepada Reza.
Betapa kagetnya Firza saat Reza juga tidak ada di dalam rumah. Firza pun kebingungan sambil jalan ke kamar mandi.
"*astaga"
Betapa terkejutnya Firza setelah membuka pintu toilet di dalam rumahnya*.
TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN
__ADS_1