
Wektu menyerang afira terlebih dahulu menggunakan tongkat saktinya. serangan itu mengenai afira sampai terjatuh.
afira yang masih lemah memaksakan dirinya untuk bangun. tetapi Sania menyarankan kalau seharusnya mereka berdua pergi dari wektu.
"Tidak. bagai manapun aku harus mengalahkannya.
sebaiknya kau bersembunyi."
Sania pun menuruti perkataan afira walau perasaannya tidak tenang.
lalu afira kembali berdiri dan kembali menggunakan permata perisai tubuh.
wektu yang melihat nya tidak tinggal diam. wektu langsung menyerang afira hingga afira terjatuh lagi dan permata perisai tubuh yang di pegang terpental ke arah Sania. tetapi afira dan wektu tidak mengetahui kemana perginya permata itu.
lalu Sania mengambil permata itu.
Afira sekarang hanya memiliki satu permata saja.
afira pun kembali berdiri tetapi karena tubuhnya yang masih lemah dia terjatuh lagi.
"Afira... ambil ini. kekuatan itu muncul karena persatuan."
Sania melemparkan permata perisai tubuh ke afira.
afira yang tergeletak lemah di tanah itu berusaha mengambil permata yang terjatuh di depannya.
Wektu yang melihat Sania melemparkan permata kesaktian kepada afira sangat kesal dan marah.
langsung berjalan dengan keadaan marah ke arah Sania.
Afira tau apa yang dimaksud oleh Sania.
lalu dia menyatukan kedua permata nya dan di lekatkan di dadanya. lalu dia mengeluarkan goloknya dan berlari kearah wektu.
"Wektu..........."
wektu yang sedang berjalan ke arah Sania pun kaget melihat afira yang ingin menyerangnya.
dan afira pun berhasil menyerang wektu menggunakan golok yang di aliri listrik dari dalam tubuhnya.
wektu pun langsung tewas di tempat.
Sania langsung lari ke arah afira dan memeluknya.
tiba-tiba ada seseorang yang memakai pakaian serba hitam melemparkan batu ke arah afira.
tetapi ditangkis oleh api yang ternyata berasal dari dewa purna (anak dewa matahari) yang berasal dari langit.
purna pun turun ke bumi dan menyerang orang yang berpakaian hitam itu.
__ADS_1
Sania dan afira pun melihat ke arah belakang dan terkejut.
"MIRJA SUKE!"
DAN KISAH AFIRA SI GOLOK SAKTI PUN
DIMULAI.
AFIRA SI GOLOK SAKTI
FIRZA AKHI
as
AFIRA
SANIA
as
XILA
MIRJA SUKE
as
PURNA PUTRA DEWA
(DI AWAL KEMUNCULAN MIRJA DI CERITA INI DIA MASIH MEMPELAJARI KEKUATAN DEWA YANG TIBA-TIBA ADA DI DIRINYA. DAN SEKARANG DIA SUDAH BISA MENGUASAINYA)
ARUFU
(ADALAH BENDA YANG DIGUNAKAN UNTUK SANGGAHAN PERMATA KESAKTIAN)
BI ALADAH
(PENDEKAR YANG BERHASIL MENGALAHKAN JI WULUNG)
________________________________________________
__ADS_1
"Dewa memilih ku karena dia memandangku sebagai anak yang baik.
dan sekarang dewa purna sudah ada di dalam diriku."
tetapi Sania dan afira masih merasa heran.
purna pun menyuruh mereka untuk jangan terlalu memikirkan hal tersebut.
purna pun langsung membawa mereka berdua pulang untuk beristirahat.
"Tapi Reza bagai mana"
purna hanya terdiam dan tetap terbang.
sesampainya di rumah afira,afira langsung ingin pergi mencari reza. tiba-tiba Reza keluar dari dalam rumah.
"Firza"
Afira yang kaget sekaligus senang langsung memeluk Reza. setelah itu afira bertanya kepada Reza siapa yang sudah menyelamatkan nya.
"aku yang menyelamatkannya"
Setelah itu purna pergi karena dia harus menjaga ibu dan adiknya.
di malam harinya di rumah Firza, Sania memilih untuk tinggal dengan Firza. karena ayah, ibu dan saudaranya sudah tidak ada.
dan Firza pun mengizinkannya.
"Firza. kalo gua boleh gak tinggal di sini?"
"ga boleh"
lalu Reza pun berniat pulang kerumahnya.
tiba-tiba Firza hingat kalau rumah Reza sangat berantakan karena kejadian tadi siang.
"Reza. lu boleh tinggal di sini"
Reza pun senang padahal dia tidak tahu apa yang terjadi pada rumahnya.
setelah Reza dan Sania tertidur, Firza duduk di depan rumahnya sambil memegang golok saktinya.
dia membayangkan masa-masa di waktu ibu dan ayahnya Masi hidup.
"*Aku berjanji akan terus membela kebenaran demi ketenangan kalian di sana"
**TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN.
MULAI HARI INI YU LIHAT CERITA PURNA PUTRA DEWA. UNTUK MENJAWAB RASA PENASARAN KALIAN***.
__ADS_1