Afira Si Golok Sakti

Afira Si Golok Sakti
muncul satu persatu


__ADS_3

Firza pun hanya bengong.


Firza pun pulang dengan keadaan lemas, karena tidak mendapatkan informasi apapun dari Arifin. Reza yang melihat Firza.


"Lo kemana aja. dari tadi gua nyariin Lo."


Firza pun menceritakan semuanya kepada Reza tentang Arifin.


"tapi mengapa Arifin membakar tempat penginapan dan kebun gw"


"gua juga gak tau. gua belum dapat bukti alasan dia membuat kebakaran."


Ditempat lain


Wektu sedang berada di sebelah Arifin yang sudah meninggal. di ruangan itu wektu di temani oleh Habur.


disitu wektu berbicara sendiri sambil menghadap ke mayat Arifin.


"Anak buah ku yang paling setia kepadaku sekarang sudah tidak ada. seorang yang ingin di panggil afira itu harus tiada. (Wektu menghadapkan kepalanya ke depan) Siapkan mental kalian, karena sebentar lagi akan ada pertumpahan darah."


Habur kaget dengan perkataan Wektu, karena Habur tidak suka dengan pertumpahan darah. tetapi dia tidak berani mengatakannya kepada wektu. karena dia takut.


Keesokan harinya


Dipagi hari, wektu menyuruh anak buahnya untuk membakar rumah KK. Rumah KK pun terbakar.


Di rumah Reza, Firza yang sedang tertidur pun terbangun mendengar suara kebisingan. lalu ia keluar dari rumah dan menanyakan kepada salah satu orang tentang apa yang terjadi. orang itu memberitahu kalau rumah KK kebakaran.


Firza bingung harus apa. karena dia tidak memiliki permata kesaktian Air. Firza duduk di depan rumah sambil merasa bersalah karena tidak bisa menolong KK. Tetapi dia juga bingung harus menolong dengan cara apa.


Lalu di siang harinya Firza yang berada di dalam rumah mendengar suara bising lagi di luar. Saat Firza ingin pergi keluar, Reza menghentikan Firza dan dia yang pergi keluar untuk mengecek kebisingan itu.


Reza pun keluar rumah dan menanyakan kepada seseorang.


"Ada kebakaran lagi di tiga rumah. padahal jaraknya jauh. ini mah kaya di sengaja"


Lalu Reza masuk kedalam rumah dan memberitahu Firza.


"Reza, lu jaga rumah. gua mau cari tahu penyebab kebakaran ini"


Firza menanyakan kepada setiap orang, tetapi dia tidak mendapatkan hasil.


Kemudian dia mengecek rumah bekas kebakaran tersebut.


Saat Firza sedang mencari penyebab terjadinya kebakaran itu, dia menemukan sebuah amplop yang sedikit terbakar di belakang rumah yang terbakar itu. saat dia buka amplop itu, terdapat kertas yang bertuliskan huruf W.


Firza pun seperti mengetahui sesuatu. dia langsung pergi ketempat kebakaran lainnya, dan dia menemukan amplop dengan isi yang sama.

__ADS_1


Firza pulang ke rumah dan menceritakan kepada Reza.


"Gua temuin amplop-amplop ini di rumah bekas kebakaran. Gua pikir kalau dia itu adalah...


tapi gak mungkin. doakan udah gua bunuh."


Reza juga merasa bingung tentang semua itu.


"Apa jangan-jangan wektu yang Lo bunuh itu adalah wektu yang palsu. bisa aja kan dia pakai kekuatannya untuk membuat tiruan."


 


Firza pun masih merasa bingung.


 


disaat itu, Firza dan Reza seperti mengingat seseorang yang tidak asing menurutnya. lalu mereka ingat kalau dia masih punya dua teman dekat.


mereka berdua mengingat Sania dan Mirja. tiba-tiba kepala mereka berdua berasa sakit dan langsung pingsan.


 


Reza terbangun dengan kepala masih terasa sakit. dia pun membangunkan Firza yang sedang terbaring pingsan.


 


Firza pun terbangun dengan kepala masih terasa sedikit sakit.


saat berlari, Firza melihat sebuah rumah yang ternyata adalah rumahnya. lalu dia masuk kedalam rumahnya dan berperilaku seperti orang kangen. lalu dia kembali bergegas ke rumah Sania. sesampainya di sana dia melihat Sania yang sedang berbaring pingsan.


Firza pun membangunkan Sania yang sedang pingsan tergeletak di lantai.


setelah sania terbangun, Sania menceritakan semua kepada Firza.


hal yang dirasakan Firza dan Reza dirasakan juga oleh Sania. lalu Firza memikirkan sesuatu kepada Mirja. dia takut terjadi sesuatu kepada Mirja.


 


Lalu Reza, Firza dan Sania pergi mencari Mirja.


 


Firza ingat kalau Mirja sempat memberitahu kampung tempat tinggal Mirja.


Lalu mereka bertiga pergi ke kampung itu.


Saat di jalan tiba-tiba ada api yang muncul di depan mereka.

__ADS_1


Api itu datang berkali-kali seperti ada orang yang sengaja menyerang mereka.


Firza pun sangat kesal dengan hal ini.


tiba-tiba Wektu dan anak buahnya muncul dari persembunyiannya di hadapan mereka bertiga.


Firza, Reza dan Sania kaget karena setahu mereka wektu sudah tidak ada. dan tiba-tiba dia datang tanpa luka apapun.


"Halo afira. ternyata kau adalah afira.


mengapa aku tidak dapat menyadarinya. aku memang bodoh(sambil tersenyum)"


 


Afira kebingungan karena dia tidak membawa permata kekuatannya. Afira pun melawan anak buah wektu sebisanya. Reza yang bisa ilmu bela diri, membantu afira melawan anak buah wektu. mereka bertarung sekuat tenaga. mereka berdua bertarung sambil melindungi Sania.


 


Tiba saatnya mereka kelelahan, dan anak buah wektu pun terus menendang dan memukuli mereka berdua.


Mereka terjatuh dalam keadaan lemas.


dan tiba-tiba ada api yang datang dari langit menyerang semua anak buah wektu.


semua termasuk wektu kebingungan.


lalu ada api lagi yang datang dari langit menyerang wektu hingga wektu terjatuh.


Firza memanfaatkan kesempatan itu untuk lari. dia menyuruh Sania dan Reza untuk lari juga. tetapi Reza yang sedang lemas dan kesakitan itu pun memutuskan untuk tidak ikut.


Firza dan Sania terus memaksa Reza untuk lari.


tiba-tiba ada asap tebal yang datang dari langit. mereka semua menjadi tidak bisa melihat satu sama lain.


tetapi, Firza yang sedang memegang tangan Sania langsung membawa Sania pergi dengan meninggalkan Reza. Sania yang awalnya tidak setuju menjadi merelakan meninggalkan Reza.


 


Firza mengajak Sania untuk pergi ke rumah Reza untuk mengambil permata kesaktian dan kostumnya.


 


saat Firza sedang mencari barang itu, Sania mengendap-endap lari keluar rumah.


tetapi Firza tidak menyadari kalau Sania pergi.


_______________________________________________

__ADS_1


TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN


KALAU ADA KALIMAT YANG ATAU CERITA YANG KALIAN TIDAK TAHU, KOMEN AJA YA.


__ADS_2