Afira Si Golok Sakti

Afira Si Golok Sakti
orang tua sania


__ADS_3

keesokan harinya


Firza mengajak Sania ke rumah Reza. Firza meminta bantuan kepada Sania untuk merapihkan rumah Reza.


mau tidak mau Sania ikut membantu Firza merapihkan rumah Reza.


setelah selesai, Firza dan Sania langsung kembali ke rumah Firza.


mereka berdua duduk di depan rumah sambil menceritakan tentang wektu.


Firza menceritakan tentang kehidupan wektu disaat wektu Masi kecil.


"gw tau kok."


Sania pun menceritakan tentang sumur yang ada di markas dalam rahasia wektu. Sania mengatakan kalau sumur itu selalu mengeluarkan cahaya di setiap malam.


"kok lu bisa tau tentang sumur itu? gua aja gak pernah tau klo ada sumur di dalam markas wektu"


sania mengatakan kalau dia pernah mencari tahu siapa itu wektu. dan dia pernah bertanya kepada seorang pria tentang wektu. sayangnya Sania lupa siapa nama pria itu.


Sania juga memberitahu dimana markas rahasia wektu berada.


"markasnya berada di dalam sebuah pabrik yang entah memproduksi apa. katanya sih pabrik itu berada di dekat ladang tomat di kampung kita."


Firza pun hanya terdiam mendengar perkataan Sania.


__ADS_1


Reza yang sedang menyiapkam sarapan, memanggil Sania dan Firza untuk sarapan.


"tadi kalian pergi kemana? kok kayaknya penting banget si."


Firza dan Sania pun kebingungan mau bilang apa.


tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Firza pun langsung pergi untuk membukakan pintu. Sania pun mengikuti firza. saat pintu dibuka, Sania kaget melihat orang yang mengetuk pintu itu.


"Sania... ayah sangat menyayangimu. tolong jangan pergi lagi"


Firza yang melihatnya merasa kebingungan. karena setahunya orang tua Sania sudah tidak ada.


"kamu mau kan ikut pulang sama ayah."


"*gak mau. aku gak mau tinggal sama ayah lagi, aku gak mau"


"itu beneran ayah Lo. bukannya bapalo..."


Sania pun menceritakan tentang semua yang barusan terjadi.


"gua itu sebenernya anak orang kaya. tapi hidup gua gak bahagia. gua sangat gak suka sama sifat ayah dan ibu gua yang sangat sombong. mereka rela melakukan apa saja demi uang. karena hal itulah gua kabur dari rumah. beberapa hari tinggal di jalanan, gw ketemu sama sepasang suami istri. dia berniat mau mengangkat gua jadi anak nya"


firza pun terkejut mendengar perkataan Sania.


tiba-tiba Reza datang.


"sebaiknya Lo ikut sama ayah Lo aja Sania. kasian kan dia udah nyari-nyari Lo. dan mungkin aja dia sudah berubah"

__ADS_1


Firza yang sebenarnya tidak mau Sania ditinggalin itu, terpaksa mengiyakan perkataan Reza. setelah beberapa lama Sania di bujuk Reza dan Firza, Sania pun mau tinggal bersama orang tua kandungnya lagi.



Sania pun membereskan barang\-barangnya dan ikut bersama ayahnya.


Di sore hari


Firza pergi ke kamar mandi untuk mandi. di dalam kamar mandi dia melihat sebuah cincin yang ternyata cincin itu adalah cincin Sania. Firza pun mengambil cincin itu dan langsung pergi ke kamarnya untuk menyimpan cincin itu.


"gua gak akan ngelupain lu, Sania"


Dimalam hari


Firza dan Reza sedang duduk santuy di depan rumah.


"Reza. lu gak mau pulang ke rumah lu apa?"


"tenang aja, nanti juga gua pulang"


Tiba\-tiba ada sebuah sinar yang sangat terang dari ladang tomat. firza bertanya\-tanya tentang sinar yang muncul itu. tetapi Reza menganggap sinar itu hanya sebuah senter saja. tetapi Firza terus menegaskan kepada Reza kalau sinar itu sangat terang dan berwarna putih kebiru\-biruan.


Reza pun tidak menganggapnya serius. Reza pun mengajak Firza untuk tidur.


"katanya mau pulang kerumah, kok malah mau tidur di sini"


Reza pun tersenyum malu.

__ADS_1


TETAP SETIA YA KAWAN KAWAN


__ADS_2