After Long Distance Relationship

After Long Distance Relationship
8. From Andalas To Celebes


__ADS_3

Keesokan harinya, Keluarga Kai sudah berada di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Mereka tiba di Pekanbaru sejak jam delapan pagi tadi.


Kini semua keluarga tengah menunggu waktu keberangkatan. Total yang ikut dalam prosesi meminang ini hanya lima orang saja. Kedua orang tua Kai, Albi, Paman dan Kai sendiri. Itu saja sudah cukup memakan budgeting pesawat , tapi Albi dan orang tua Kai mengeluarkan biaya sendiri karena tak ingin menyusahkan anak laki-laki mereka.


Sebelum berangkat Kai sempat membuat story dengan sebuah foto hasil jepretannya yang menunjukan area apron pesawat dari atas gedung. Kai memotret dari dalam ruangan berdinding kaca tersebut.



Ia mengunggahnya di Instagram, tak lupa dengan me-mention akun Meysa menggunakaan caption bertuliskan From Andalas to Celebes. See you dear @hanndya_my01đź’–.


....


Sementara itu, Meysa, Rena dan Eka terlihat tengah membersikan rumah lama almarhum kakek nenek Meysa yang sudah lama kosong, dulunya ditempati oleh tante Meysa dari Bapak, tetapi mereka sudah pulang ke kampung juga.


Rumah itu akan dijadikan sebagai tempat tinggal keluarga Kai selama berkunjung nantinya. Eka disuruh mamak mertuanya untuk membersihkan rumah itu sedemikian rupa dan mempersiapkan segala sesuatu agar Kai dan keluarganya merasa nyaman.

__ADS_1


Faza dan Eka sendiri baru datang kemarin, bersamaan dengan Bu Samsuri, Mamak Meysa dan Faza yang baru tiba malam tadi. Jika tak ada Faza dan Eka, sebenarnya Bu Samsuri enggan tinggal di rumah dengan mantan suaminya. Namun, keberadaan rumah yang ramai dengan kehadiran Faza dan keluarga kecilnya membuat Mamak memilih tinggal disana, toh tidak akan menimbulkan fitnah karena anak dan menantunya lengkap disana.


Meski sudah berpisah, kedua orang tua Meysa terlihat begitu akur. Keduanya sama-sama berdiskusi membahas acara lamaran anak bungsu mereka.


“Kalau bisa jangan tentukan panai banyak-banyak, mak!" Meysa memberi saran. Ia terlihat cemas, takut jika saja pihak keluarganya akan meminta hal yang fantastis dan akan memberatkan Kai dan keluarga.


“Meysa diam saja, biar keluarga yang bicara."


Ucapan Mamak seketika membuat Meysa yang duduk si samping Eka bungkam. Bapak dan Faza menoleh padanya secara bersamaan. Mamak memang memiliki watak yang keras, berbeda dengan Bapak yang berhati lemah lembut seperti agar-agar.


Faza menghela napas, Ia yang sejak awal sudah diwanti-wanti oleh Meysa untuk mencegah mamak dan bapak minta panai yang banyak pun hanya bisa dia. Tak bisa berkutik kalau mamak sudah bicara.


“Tenang!" bisik Eka sembari mengusap punggung adik iparnya.


Meysa yang tengah menunduk langsung menoleh, manik mata dan raut wajahnya menampakkan kecemasan.

__ADS_1


“Kalau begitu saya mau berangkat dulu.” Faza yang berniat menjemput Keluarga Kai di Bandara pun beranjak dari duduk.


“Hati-hati, Faz, jangan ngebut-ngebut!" ujar Mamak memberi peringat pada anak sulungnya itu.


“Iya Mak!" sahut Faza sembari mencium tangan kedua orang tuanya. Melihat Bapak dan Mamak seperti ini benar-benar membuat Faza rindu suasana yang dulu, Ia rindu keutuhan keluarga mereka.


“Jadi Erza dimana?" tanya Bapak yang juga ikut berdiri mengantar Faza keluar.


"Di rumah mertuanya."


Sejak dua bulan yang lalu Erza sudah resmi jadi warga kampung itu setelah mengurus rangkaian surat pindah akhirnya Erza resmi dipindahkan dan di tempatkan sebagai pegawai camat di kampung Meysa. Kebetulan saat ini Erza dan Faza akan sama-sama menjemput keluarga Kai di bandara, yang mungkin baru akan tiba sekitar jam tiga sore nanti.


“Erza itu suaminya Rena, kan?" tanya Mamak yang memang belum sempat bertemu Erza. Ia hanya mendengar dari cerita Bu Fatma dan Meysa melalui telepon.


“Iya, masih ada hubungan keluarga sama Eka. Kan Eka?" jawab bapak yang sedikit banyak tahu soal Erza. Sebab dulu setiap mengunjungi Meysa saat masih tinggal dengan kakaknya itu, Erza selalu ada dan turut menyambut Pak Rusdi dengan ramah.

__ADS_1


"Iya, sepupu dua kali!" ujar Eka menyahuti.


Kemudian setelah itu, Faza pun segera berangkat. Terlebih dulu Ia memanggil Erza yang masih tinggal dengan mertuanya. Lalu setelah itu mereka pun segera pergi ke kota untuk menjemput Kai dan keluarganya.


__ADS_2