
Pov Jason
Di pagi hari yang cerah, dengan suasana alam dan merdunya suara burung berkicau, aku duduk di depan kamar, menyesap secangkir kopi dan menikmati indahnya pesawahan, Sambil menggenggam benda pipih, diriku mengamati foto seorang gadis yang tak lain adalah Adisty Clarissa.
Yah aku masih terus memikirkan nya, dan tak sehari pun aku melewatkan untuk mengingat gadis ini, hampir setahun sudah lamanya aku tak bertemu dirinya.
Setiap kali aku melihat story Di Instagram nya, diriku selalu tidak tahan dan tak bersabar untuk bertemu dirinya.
FLASHBACK
Actually, sehari setelah dia graduated,
Aku datang ke London dan pergi untuk menemuinya, namun setelah sampai di apartemen nya, aku di beritahukan seseorang bahwasanya Adisty sudah lama pindah apartemen dan sudah tidak tinggal di situ lagi selama berbulan-bulan lamanya.
Dan selama berhari-hari aku berusaha mencari tahu tempat tinggal barunya.
Hingga suatu hari aku menemukan tempatnya dan menghampiri apartemen nya, namun lagi lagi yang datang adalah orang asing dan berkata bahwasanya pasangan kekasih yang tinggal disitu sudah pindah.
Ahk aku benar-benar kecewa ketika mendengar kata pasangan.
Aku tidak tahu kalau dirinya sudah memiliki seorang pacar?, Karena selama ini,
Dia tidak pernah menunjukkan nya di semua media sosial nya, bahwasanya dia memiliki seorang kekasih.
Pupus sudah harapan ku selama ini.
Aku ingin dirinya namun dia sudah memiliki orang yang dia cintai bahkan sampai tinggal bersamanya.
Esok harinya, diriku memutuskan untuk pulang ke Indonesia, sebenarnya setelah aku wisuda, aku belum sempat untuk pulang ke tanah air, karena aku terlebih dahulu ingin pergi menemui Adisty di London, namun karena dirinya sudah tidak ada disana dan aku tidak tau harus mencarinya kemana lagi, akhirnya aku memutuskan untuk pulang.
FLASHBACK OFF
Setelah sampai di Jakarta, aku malah di sibuk kan oleh perusahaan bokap, dia menjadikan aku sebagai seorang direktur di perusahaan nya.
Dan Selama beberapa hari ini gue di sibukkan oleh kerjaan dan jadwal meeting yang padat.
Namun karena nyokap gue berhati baik dan tentunya kasihan melihat anaknya yang baru lulus langsung menerima banyaknya kerjaan, akhirnya dia membujuk bokap untuk mengizinkan gue berlibur sementara waktu.
Tadinya gue bakalan berlibur di raja Ampat Papua bersama para Kaka kakakku, namun seketika mendadak batal karena mereka tiba tiba mempunyai suatu urusan mendadak yang tidak bisa ditunda.
Karena Papua terlalu jauh dan tidak ada yang menemaniku untuk ke sana, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke pulau Bali saja, dan kebetulan temen temen gue juga bakalan liburan kesana jadi gue ikut berlibur bersama mereka.
selama tinggal di Ubud Bali untuk berlibur, hati gue benar benar merasakan lega dan sedikit terobati dengan suasana pantai nya.
Oh iya sore ini kami akan merayakan perayaan acara ulang tahunnya teman gue yaitu Ricard,
gue memilih style casual simpel dan gue mengenakan kaos berwarna putih dan kemeja hitam di padukan dengan celana hitam pendek.
Perayaan nya hanya di hadiri 4 orang saja, dan diantaranya adalah gue, Marquez, Nathan dan pacarnya Ricard.
Selama berada Disana, kami hanya makan dan minum sembari menikmati senja tiba.
Dan ketika malam tiba suasana tempat kami semakin ramai oleh para pengunjung.
Lama lama suasana menjadi membosankan dan lalu, gue sedikit menjauh dari meja dan mengeluarkan rokok dan membakarnya.
Gue menghisap rokok dengan tenang, dengan memandangi deburan ombak pantai.
dan ketika rokok mulai habis hingga setengah dari batang nya, gue mematikannya dan kembali duduk di mana teman teman gue berada.
Ketika gue duduk, Ricard dan pacarnya saling berciuman yang membuat gue memalingkan wajah.
Ahk sial kenapa dia harus melakukannya ketika ada gue.
Sesaat gue memalingkan wajah, gue melihat seorang gadis cantik yang sedang duduk dekat bar sambil meminum minumannya.
seketika kemudian, gue merasa Dejavu dengan seseorang.
gue melihat kembali ke arah orang tersebut dan oh lord itu beneran Adisty kan?, Gue terkaget dan berusaha menyadarkan diri.
Gue yakin itu emang Adisty,
Lalu gue beranjak berdiri dan ingin menghampiri nya.
namun sayangnya, dirinya kemudian berjalan perlahan dan
Ketika dia melihat kebelakang dan melihat gue beranjak, dia terlihat ketakutan dan berlari kencang.
__ADS_1
Gue berusaha untuk mengejarnya, namun karena lariannya kencang dan yang membuat gue kehilangan jejaknya.
Gue kembali ke meja dan duduk, berusaha menenangkan diri dan meyakinkan diri kalau besok gue pasti bakal bertemu dengan nya lagi.
Selang beberapa saat kemudian, gue melihat banyaknya orang orang berlarian.
karena penasaran, akhirnya gue bertanya kepada salah satu orang yang lewat.
"Sorry, kenapa yah orang orang pada berlari larian?". Tanyaku ke pada salah satu orang yang akan berlari.
"Oh itu di sana ada sekumpulan cewe cewe yang lagi pada berantem mas". Jawabnya lalu meninggalkan diriku.
Karena terlalu penasaran, gue dan teman-teman pergi mengikuti orang tersebut.
Sesampainya di sana, ternyata memang benar segerombolan wanita sedang bertengkar dengan gilanya, Mereka saling dorong mendorong dan menjambak rambut masing masing.
Dan yang paling gue benci dari pertengkaran ini adalah tidak ada yang berusaha untuk menghentikan atau menengahi perkelahian mereka.
Mereka hanya bersorak menyemangati untuk terus bertempur.
Seolah-olah ini adalah MMA.
Kemudian Teman teman gue datang membantu dan memisahkan pertengkaran tersebut.
Gue melihat salah satu cewe terus terusan terjatuh oleh lawannya, namun hebatnya, dirinya selalu bangkit dan berusaha membalas lawannya,
Lama kelamaan, gue kasihan lihat tuh cewek yang sudah kewalahan.
Akhirnya gue menghampirinya lalu menolong dirinya yang akan kembali terjatuh. dan Gue membantu nya untuk berdiri kembali.
Dia terdiam untuk beberapa saat, dan memperhatikan sekeliling lalu merapikan keadaan dirinya yang kacau berantakan, kemudian dirinya menoleh kearahku, dan sesaat kemudian kita sama sama terkaget dengan masing masing, lalu dirinya seperti kehilangan keseimbangan dan terjatuh pingsan tepat di hadapan ku.
aku yang khawatir, lalu mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju tempat parkir, memasukan tubuhnya ke dalam mobil.
Lalu Teman temannya menyusul dan ikut masuk ke dalam mobilku, dan teman temanku mengikuti nya dengan mobil mereka masing masing dan mengawal kami di belakang.
"Hhhhuuu Adis maafin gue yah, gara gara gue lu jadi kayak giniiiii hhhu". Ucap temannya yang menangis.
"Dis bangun, ayo bangun dis". Ucap salah satu teman lainnya yang terus terusan menepuk wajah Adisty.
"Ahhhhk, gara gara lu tau Grace, andai lu engga ribet dan nurut sama kita, ini semua engga akan terjadi". Tambahnya kembali.
"Iyahhhh hhhu 🤧 maafin gue chloe gue terlalu mabok tadi hhhu". Ucap salah satunya.
Setelah sampai, aku mengeluarkan Adisty dan mengangkat dirinya masuk ke dalam rumah sakit dan berteriak memanggil para suster.
Beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan nya, dan memberitahu kan bahwa dirinya mengalami cedera yang di akibatkan karena adanya tendangan keras pada perut nya sampai mengenai bagian lambung, yang mengakibatkan dirinya terjatuh pingsan, Ke 2 teman nya terkaget dan menangis kembali, dan beberapa saat kemudian, Ke 3 temanku berpamitan untuk pulang, dan tersisa gue bersama ke 2 temannya yang menunggu Adisty sadar.
Salah satu temannya menyuruhku untuk pulang, namun diriku menolaknya dan tetap bersikeras untuk tinggal.
1 jam berlalu, Adisty tersadar lalu menggerakan jarinya dan mulai perlahan membuka matanya.
"Aduh duhh kepala gue sakit". Ucapnya
Aku yang melihat nya seperti Itu, lalu beranjak dari dudukku dan mengambilkan segelas air putih lalu menyondorkan nya kepada Adisty.
Dia meminum airnya sampai habis tak tersisa.
"Ahhhhk lega, haus banget gue". Ucap Adisty
"Hhhu Adis maafin gue gara gara gue lu jadi kayak gini 😭". Ucap salah satu temannya.
"Dis lu engga kenapa Napa kan?". Tambah temannya yang lain.
Gue heran dengan pertanyaan teman yang satunya, dia udah tau kalau Adisty pingsan dan sampe di bawa ke rumah sakit, yah pastinya Adisty engga baik baik aja, tapi dia dengan pd nya menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu kepada seseorang yang baru siuman.
"Iyah udah deh ah gue juga engga sampe mati kan, jadi lu pada engga usah khawatir". Jawabnya di barengi dengan sedikit tawa.
"Ihh engga boleh ngomong begitu tau Adis".
Ucap temannya
"Yah syukurlah kalau kamu udah merasa baikan, untung aja ada yang nolongin lu dan langsung bawa lu ke rumah sakit". Ucap teman yang lainnya.
Seketika Adisty segera menolehkan pandangannya kepadaku dan terkaget kembali untuk sesaat, lalu mengucapkan terima kasih kepada ku karena telah menolongnya.
"Ahh,,, makasih banyak yah udah nolongin gue". Ucapnya.
"Iyah sama sama, oh iya kepala kamu gimana? Apa masih pusing?". Ucapku.
__ADS_1
"Ehm udah engga kok". Jawabnya singkat.
"Aku engga nyangka banget bisa ketemu kamu lagi". Ucapku tersenyum.
"Eh, lu kenal sama dia dis?". Sambar temannya.
Belum sempat untuk menjawab pertanyaannya, terdengar bunyi dering dari ponsel milik Adisty.
Dia membetulkan posisinya dan kemudian mengangkat telepon tersebut.
"Hola my beautiful girl"
"Hola baby"
"Kamu kok kayak orang yang lagi sakit sih?"
"Ehmm engga kok aku engga sakit"
"Eh beneran kamu kenapa sayang?"
"Aku engga kenapa Napa beneran deh✌️".
Aku berjalan ke luar meninggalkan dirinya di ruanggan tersebut, Dan sekali lagi aku merasakan sesak didada dengan percakapan mereka berdua,
Adisty rela berbohong tentang keadaannya demi untuk tidak membuat pacarnya khawatir.
Pacarnya begitu perhatian kepadanya sampai dia bisa menebak keadaan dirinya yang sedang tidak baik baik saja.
Beberapa saat kemudian aku masuk kembali ke ruang nya.
Dan kemudian Dokter datang memberitahukan kalau keadaan Adisty sudah membaik dan memperolehkannya untuk pulang.
Aku tau jikalau Adisty merasa tidak terlalu nyaman ketika bersama ku.
Namun karena aku takut dan khawatir,
Aku memaksa membantunya berdiri dan menuntun tangannya sampai masuk ke dalam mobilku.
Suasana di dalam mobil kali ini agak sedikit berbeda dari yang sebelumnya, yahh suasana kali ini sangat sunyi, tidak ada yang mengeluarkan suara.
Ketika salah satu temannya memberitahu kan hotel tempat mereka tinggal, aku tersenyum lebar,
karena hotel yang dia tinggali ternyata sama dengan yang aku tempati saat ini.
Setelah sampai hotel, aku membantu dirinya sampai depan pintu kamarnya.
"Ehhmm makasih banyak buat semua pertolongannya". Ucapnya tersenyum seraya masuk ke dalam kamarnya.
Belum sempat ku jawab, dia terlebih dahulu sudah menutup pintu kamarnya.
aku tersenyum dan berlalu pergi menuju lift.
Sesampainya di dalam kamar, aku pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan mandi.
Selesai memakai baju, aku merebahkan tubuh di atas kasur dan tersenyum mengingat kembali pertemuan dengan Adisty tadi, Gue bener bener engga pernah menyangka akan bertemu nya di Bali, ketika gue yang bersusah payah untuk mencari nya di London, eh taunya dia ada disini.
Entah gue harus menanggapi pertemuan ini dengan seneng atau sedih, yang pasti gue bener bener bersyukur bisa menemukannya.
Disisi lain gue sedih dan jealous dengan dia dan pacarnya.
Gue seneng bisa ngeliat dia bahagia, tapi gue engga rela dia bahagia dengan orang lain.
Gue tau gue egois,
Tapi dengan terjadinya kejadian yang tadi,
Membuat
Gue yakin kalau gue juga bisa buat dia bahagia dan engga akan membuat dia terluka kembali.
Karena gue berjanji engga bakalan buat dia terluka kembali dan akan memperlakukannya dengan lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Maaf kalau gue engga mau mundur,
Dan maaf Adisty kalau gue bakal memperjuangkan lu dan mungkin gue bakal merebut lu dari pacar lu.
Gue janji sama lu kalau gue bakal memulai kisah kita kembali dari awal.
To be continued
__ADS_1
hahahaha sorry kalau penyakit nya agak gak nyambung.