
"ahhk!, Anjir Grace lu jangan nginjek kaki gue dong". Ucap chloe seraya membalas menginjak kaki grace.
"Awh, chloe Lu gila sakit banget anj ahhk". Ucap Grace.
"Habisnya kenapa lu injek kaki gue nyet". Ucap chloe.
"Yah anjir ini tuh gelap bego mana gue tau gue nginjek kaki lu. Yaudah maaf kali". Ucap Grace.
Dan seperti biasa mereka akan terus adu mulut sampai mereka berdua bosan.
Yah jikalau tidak ada orang yang menghentikan mereka berdua, mereka tidak akan berhenti everybody hhhe.
Terkadang adisty adalah penasihat baik untuk menghentikan pertengkaran mereka, dan akan menceramahi mereka habis habisan.
Grace yang orang nya suka lawak, otomatis juga dia itu orangnya jail banget, dia suka banget ngusulin si chloe.
Chloe yang cenderung pemarah, dia selalu serius dalam hal apapun, jadi ketika dia di kerjain atau di prank, Dia selalu akan membalas nya.
Dan Adisty yang cenderung fifty fifty, which is Dia orang nya bisa kalem, kang lawak juga, dia selalu bersikap dewasa untuk menengahi pertengkaran diantara mereka berdua.
Kadang dia kesel sama kelakuan mereka berdua,
Tapi jikalau dia melihat sahabat sahabat nya di sakiti, dia bisa menjadi lebih emosional dan akan membela mereka sebisa mungkin.
"Ckck, udah dong jangan berantem dulu". Ucap Jason.
"Ituh si Chloe nyari gara gara Mulu sama gue". Ucap Grace.
"Apaan, orang lu yang duluan injek kaki gue yah nyet". Balas chloe ngegas.
"Suit!, Bisa engga kalian diem dulu, jangan pada berantem aduh". Ucap mama Riska.
"Iya, ih kalian ini gimana udah pada gede juga masih berantem, malu maluin tau". Ucap Jefry.
Jleb! ☠️.
Seketika ucapan adiknya Adisty yang tajam itu akhirnya membuat mereka berdua berhenti dan kemudian diam.
Merekapun sudah bersiap siap dan membuka perlahan lahan pintu kamar.
"Ok, dalam hitungan ketiga kita mulai",
"Satu",
"Dua",
"Tigaaaaaaa".
SURPRISE!!!!!
"Hah?".
....
CRrkcrsk!! Perutku berbunyi,
Seketika Aku terbangun.
Aku membuka handphone dan melihat jam "buset baru jam sebelas malam, kirain gua udah subuh, mana laper lagi, nih perut engga bisa diajak kompromi yah kalau soal makanan". Gerutuku seraya bangkit dan berjalan menuju dapur.
Di dapur, hati ku makin terluka, karena tidak ada makanan yang bisa aku makan.
😭😭😭
Ketika aku sibuk mengotak Atik handphone, seketika aku tersadar bahwa hari ini tanggal 09 Agustus which is satu jam lagi gue merayakan hari ulang tahun.
"Ah, udah lah gue pergi aja ke supermarket yang ada di bawah buat makan, sembari nungguin pergantian hari". Ucapku.
Aku pun kembali ke dalam kamar dan membawa dompet dan pergi meninggalkan apartemen, menuju lantai paling bawah lalu ke dalam supermarket.
Aku membeli 1 mie instan dalam kemasan cup yang sudah di seduh dengan air panas oleh mba yang menjaga di kasir, 1 botol soda, dan beberapa macam makanan ringan untuk aku makan.
Sebelum makan, aku ber foto dulu untuk mengabadikan momen hari ulang tahun ku yang di rayakan malam ini oleh diriku sendiri dengan ditemani oleh satu cup mie instan.
Beberapa menit kemudian handphone ku terus terusan berbunyi, karena banyak nya notifikasi yang masuk dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
Aku seneng banget dapat ucapan selamat ulang tahun dari para fans ku hhhu 🤧.
Namun kemudian aku sedih, karena papa mama dan para sahabat ku belum ada yang mengucapkan selamat kepada ku.
Dan kemudian handphone ku lowbat.
"Hah, orang lagi seneng juga".
Aku yang dongkol, kembali menghabiskan mie instan.
Karena perut aku sudah kenyang, dan juga aku mulai mengantuk, aku memutuskan untuk kembali ke apartemen ku yang bersebelahan dengan supermarket ini.
Setelah pintu lift terbuka, aku berjalan melewati beberapa pintu kamar orang, lalu masuk dan memencet password di pintu, kemudian masuk.
"Loh ini kok apartemen jadi banyak sampah sih?". Ucapku dalam hati seraya pergi ke dalam kamar.
Ketika aku berjalan, aku mendengar orang orang berteriak di dalam kamar ku, kemudian
Aku pun segera berlari ke dalam kamar.
"Lo, kalian ngapain pada disini". Ucapku.
Seketika setelah aku berbicara, semua orang yang ada di dalam kamar ku terkaget akan ke hadiran ku yang mendadak muncul secara tiba-tiba.
"Ahhkkk".
Mereka semua berteriak dan terkejut akan kehadiran ku di belakang nya.
"Anjir, Adis lu ngagetin kita aja". Ucap Grace.
Semua orang mengelus dada masing masing dan memarahi diriku karena aku membuat mereka hampir jantunggan katanya.
Kemudian seseorang menyalakan lilin dan berjalan ke arah ku dengan membawa kue.
__ADS_1
"Happy birthday Adisty". Ucap Jason.
Seketika mendengar akan ucapan Jason, orang orang kembali tersadar dan menyanyi.
"Selamat ulang tahunnn, semoga panjang umur, bahagia lah sahabatkuuu, semoga tuhan memberkati muuuuu". Ucap mereka.
Aku terharu dengan kejutan mereka semua, yah walaupun kejutan itu berakhir gagal, tapi engga papa yang penting mereka ingat akan hari ulang tahun ku ini.
Saking terharunya, aku malah mengeluarkan air mata dan menangis hhu😭😭
"Loh kok nangis?". Ucap mama.
"Jangan nangis dong kan ini hari ulang tahun kamu". Ucap papa.
"Udah jangan nagis yah, lebih baik kamu tiup lilinnya dulu". Ucap Jason seraya menghapus air mata ku.
Aku pun akhirnya meniup lilin huuuuuuuu,
Kemudian semua orang yang ada di ruangan ini bertepuk tangan.
"Selamat ulang tahun yah sayang, semoga panjang umur sehat selalu dimudahkan rezekinya doa yang terbaik untuk Kam." Ucap mama seraya memeluk Tubuhku.
Lalu masing-masing diantara mereka silih bergantian mengucapkan selamat ulang tahun.
Kami berkumpul di ruang tengah dan memakan kue tersebut sembari mendengarkan lelucon orang orang yang membuat kami semua yang ada disini tertawa.
...
Setelah acara kejutan kemarin malam, aku benar benar lupa bagaimana akhirnya, karena saking ngantuknya aku langsung tertidur.
Bangun bangun keesokan nya, aku terbagun kesiangan jam 10.00 pagi.
Walaupun bagun kesiangan, tentunya aku harus tetep bekerja pada hari ulangtahun ku hhe.
Sampai kantor aku di sambut oleh pekerjaan ku yang menumpuk dan harus aku selesaikan.
Criiiings!
Telepon di sebelah ku berdering
"Halo, kenapa sil?".
"Halo, Maaf mba mengganggu, ada seseorang yang ingin menelfon".
"Dari siapa?".
"Dari Lilux company".
"Oh yaudah sambungin aja".
"Baik mba sebentar".
..........
"Halo, ada yang bisa saya bantu?".
"Engga ada!, Adis kamu ini bener bener yah kalau punya handphone tuh jangan di silent, jadinya aku tuh kalau mau hubungin kamu susah".
"Eh malah ketawa yah ini anak".
"Iyah maaf Daddy".
"Apa?, Kamu bilang apa".
"Ehh, engga aku engga bilang apa apa".
"Ih yang tadi kamu omongin".
"Yang mana Jason"
"Yang tadi ih"
"Yang tadi aku engga ngomong apa apa bukan".
"Ih bukan, yang sebelum itu".
"Yang mana sihhhhh, oh aku inget Iyah Daddy maaf".
"Nah bener, Iyah Beby, btw Beby udah makan siang belum",
"Belum Daddy, kenapa memangnya?, kamu mau traktir aku".
"Iyah aku kesana sekarang".
Setelah sambungan telepon di putuskan, aku kembali mengerjakan sedikit pekerjaan yang tadi belum selesai.
Beberapa saat kemudian Jason masuk ke ruangan kerjaku.
"Ya ampun kamu masih belum siap?". Ucap Jason.
"Iyah ini udah selesai kok". Ucapku seraya pergi keluar ruangan mengikuti jason.
Aku berjalan di sebelah nya Jason.
Kami memang selalu menyempatkan untuk makan siang bersama.
Banyak karyawan ku yang mengganggap kami adalah pasangan kekasih, namun mereka salah, karena nyatanya aku masih menolak untuk kembali menjalani suatu hubungan.
Yah aku sempat beberapa kali menolak nya menyatakan perasaan kepada ku.
Karena aku masih belum siap untuk kembali menjalani suatu hubungan, di tambah ketika itu aku masih sibuk sibuknya merintis usahaku.
Walaupun sudah beberapa kali aku tolak perasaan nya, dia masih berusaha menunggu hingga aku siap menjalin kembali hubungan.
....
"Soo, gimana kerjaan kamu?". Ucap Jason
"Ya Alhamdulillah walaupun kerjaan banyak, tapi aku bersyukur banget karena produksi kami terus meningkat hhhe". Jawabku.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu". Ucapnya.
Pelayan datang membawa makanan dan minuman yang kami pesan tadi.
Lalu kami memakannya.
"Adis, masakan kamu lebih enak dibandingkan sama ini?". Ucapnya
"Ah masa, makasih yah hhhe, Iyah udah hampir satu tahun aku ngga pernah masakin kamu makanan lagi, sorry yah". Jawabku.
"Iyah santai aja, tapi kalau kamu ada waktu untuk masak, buatin juga buat aku yah, aku pasti bakal memakannya". Ucapnya.
"Iyah pasti aku buatin". Jawabku.
Kami menghabiskan makanannya dan kembali pergi untuk bekerja.
"Adis, nanti sore aku jemput lagi, aku mau maen ke apartemen kamu yah". Ucapnya.
"Iyah boleh, kabarin aku aja yah". Jawabku.
..
Sesuai janji tadi siang, dia menjemput ku dan kami pergi menuju apartemen.
Aku memencet password di pintu kemudian masuk ke dalamnya.
Aku pamit untuk pergi ke kamar mandi,
Lalu kembali dan kami duduk di balkon kamar.
"Kamu mau minum apa?". Ucapku
" Apa aja". Ucapnya.
Aku mengambil dua kaleng soda di dalam lemari es dan membawanya ke balkon.
Aku tau kalau bahwasanya Jason sedang mengalami suatu masalah sekarang ini.
Bisa di lihat dari raut wajahnya saat ini.
"Kamu baik baik aja?". Ucapku
Dia tidak menjawab pertanyaan ku dan memilih untuk membuka kaleng soda dan memberikan nya kepada ku, lalu dia membuka kembali kaleng satunya dan kemudian meminum nya.
"Aku tau kamu lagi engga baik baik aja kan?, Cerita sama aku kenapa?, ada apa". Ucapku.
Dia menoleh kepada ku, dan masih terdiam tidak mengatakan apa-apa.
Namun kemudian dia memelukku dan terdiam di bahuku.
Setelah merasa cukup untuk mengutarakan isi hatinya, dia kembali berhenti.
"Makasih". Ucapnya
"Iyah sama sama, coba sekarang ceritain kenapa kamu, ada apa?". Ucapku.
Dia menceritakan masalahnya,
Sebenarnya masalah nya bukan suatu masalah yang besar, dia hanya merasa lelah dengan tekanan ayahnya yang selalu meminta nya untuk menjadi apa yang ayahnya mau.
"Aku ngga bisa kasih kamu saran apapun, aku ngga akan bisa ngerti semua itu karena aku engga mengalami nya." Ucapku
"Tapi aku bisa kasih kamu masukan?, Selagi kamu bisa dan mampu untuk menjalani nya, kenapa kamu harus merasa tidak nyaman untuk mengerjakan nya?",
"Aku tau, kamu yang merasakan penekanan itu, tapi coba kamu lihat pemandangan ini, indah bukan?". Ucap ku seraya beranjak dan berdiri di pinggir ujung balkon dan merentangkan kedua tangan ku, merasakan angin malam ini.
Jason masih belum mengerti dengan ucapan ku dan kemudian beranjak mengikuti aku.
"Maksud kamu?". Ucapnya.
"Maksud aku adalah lihat lah pemandangan yang setiap hari kamu lihat, indah bukan, tapi di balik indahnya pemandangan ini, banyak di luaran sana tepatnya orang orang yang berada di ujung bawah sana, banyak anak anak terlantar yang menginginkan sebuah rumah, yang menginginkan kedua orang tua mereka ada, yang menginginkan mempunyai keluarga seperti kamu ini",
"Mereka hidup serba dengan kekurangan, ada anak yang tidak mempunyai orang tua, ada juga anak yang memiliki orang tua, namun anak itu di suruh orang tuanya sendiri untuk bekerja di usia mereka yang masih terbilang anak anak, mereka harus pulang dengan membawa setidaknya sedikit uang hasil atas kerjanya dan di berikannya uang tersebut kepada kedua orang tuanya".
"Pertanyaan nya, kenapa anak itu masih ingin tetap pulang ke rumah orangtuanya, padahal kedua orangtuanya sudah memaksa anak itu untuk mencari nafkah di bandingkan menyuruhnya untuk pergi belajar disekolah?". ucapku.
"Mungkin karena mereka takut?, Atau juga karena mereka masih anak anak dan ngga tau harus pulang kemana lagi, jadi mereka dengan terpaksa kembali pulang. Tapi aku yakin, kemungkinan sesudah mereka besar, mereka pasti bakal meninggalkan rumah orangtuanya dan membeli rumahnya sendiri dengan uang hasil kerjanya itu, lalu bebas dari tuntutan perintah orang tuanya". Jawab Jason.
"Bukan, jawaban kamu salah, anak itu mungkin harus bekerja setiap hari untuk keluarga nya, namun mereka masih tetap melakukan pekerjaan nya itu dan kembali pulang ke rumah orangtuanya?, Meskipun orang tuanya lah yang membuat anak itu kesusahan karena mereka lah yang menyuruh setiap harinya untuk bekerja keras dan menghasilkan uang di saat anak anak yang lainnya bersekolah".
"Karena anak itu tau, lebih baik selesai bekerja pulang ke rumah, dari pada selesai bekerja harus tidur di jalanan, karena sesungguhnya baik dan buruk nya perlakuan kedua orang tua kamu, mereka masih tetap bisa memberikan perlindungan untuk mu".
"Jadi poinnya adalah masih beruntung lah mereka yang mempunyai kedua orang tua yang meskipun dia menjalani kehidupan pahit, namun dia masih bisa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari kedua orangtuanya, yang mungkin menurut kamu perintah kedua orang tua kamu adalah sesuatu yang buruk, namun percayalah orang tua tidak akan pernah menjerumuskan anaknya kepada sesuatu yang tidak bermanfaat untuk masa depannya. dibandingkan dengan orang yang sudah kehilangan orang tua nya, mereka harus merasakan hidup pahit tanpa perlindungan dan kasih sayang dari orangtuanya, yang mungkin ngga semua anak yang tidak punya orang tua akan berbuat jahat, namun masih ada juga anak yang tidak memiliki orang tua dan terakhir tinggal di jalanan, yang mengakibatkan banyak nya kepada mereka yang ingin berbuat semena mena, dengan melakukan berbagai kejahatan seperti menjambret atau maling, dan anak itu tidak berpikir dengan konsekuensi nya, karena mereka tidak mendapatkan sebuah bimbingan dari orang tua nya untuk masa depannya".
"Sampai sini kamu bisa paham?, Seberat apapun permintaan orang tua kamu, jikalau kamu memang merasa sanggup untuk bisa mengerjakan nya, kenapa kamu ngga bisa terima permintaan ayah kamu?". Ucapku.
"Lihatlah banyak orang yang ingin bisa hidup seperti kamu ini, dengan bisa bersekolah di sekolah elit, mendapatkan fasilitas yang mewah, bisa pergi kemana pun kamu mau, tapi mereka terlahir bukan di keluarga yang mampu, mereka bahkan harus bekerja untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan".
"Jadi aku minta sama kamu untuk terus bertahan walaupun ini bukan pekerjaan yang kamu mau, setidaknya kamu bisa membalas jasa ayahmu yang sudah bersusah payah untuk memberikan apa yang kamu inginkan, dengan meminta kamu untuk meneruskan menjadi seorang pewaris di Perusahaan ayahmu".
"Karena aku yakin ayah kamu tidak akan menyuruh kamu untuk melanjutkan perusahaan nya jika kamu tidak mampu mengerjakan nya". Ucapku seraya kembali duduk dan mengambil soda lalu meminumnya sampai habis.
Dengan penjelasan panjang lebar yang aku jabarkan tadi, dia terdiam dan merenungkan kannya.
Karena keputusan yang dia ambil akan sedikit banyak memakan waktu, aku meninggalkan nya ke dapur dan memasak makanan.
Aku mamasak dua porsi piring pasta udang.
Aku memanggil Jason dan menyuruh nya untuk makan bersama-sama.
Dan selesai makan dia memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya.
to be continued
________
Okay segitu dulu untuk episode kali ini,
Jangan lupa kasih dukungan buat author dengan cara like episode kali ini dan berikan author vote yah hhhe, buat kamu yang udah like dan vote, terimakasih yah karena udah menghargai karya author.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi
Byee