Agustus Menanti

Agustus Menanti
nomor asing


__ADS_3

Drtdrt drtdrt drtdrt drtdrt


Terdengar suara bergetar nyaring dari sebuah ponsel, dikala dini hari buta.


Sementara ponsel nya terus bergetar, sang pemilik tidak mengangkat tlpn tersebut, di karenakan dia masih belum tersadar dari tidur nyenyak nya itu.


Drtdrt drtdrt drtdrt drtdrt drtdrt drtdrt drtdrt ponsel kembali bergetar untuk waktu yg lama, dan itu berhasil membuat si pemilik terusik.


Dia mengeliat dan terbagun, kemudian dia mengambil telpon genggamnya.


Dilihat nya terdapat panggilan dari no tidak di kenal.


'siapa ni yg nelpon gue pagi buta begini?'.


Ucapnya.


Di karenakan nomor tersebut tidak di knl nya, dia mengabaikan nya, dan kembali meletakkan ponsel nya dan kembali melanjutkan tidur nya yg terganggu.


Namun belum juga menutup matanya, getar dari ponsel nya kembali bersuara, yg membuat nya menjadi kesal.


Dilihat lah kembali ponsel nya, dan ternyata masih nomor yg sama.


Kesal dengan getar dari ponsel nya, dia akhirnya mengangkat telepon itu.


"Jas, tolongin aku". Ucap si penelepon.


Jason kaget dengan tuturan si penelepon.


"Ini siapa?". Ucap Jason.


"Tolongin aku, aku audy". Ucapnya.


'ngapain si Maudy tlpn gue?' ucap Jason dalam hati.


"Jas, perut aku sakit bgt, kyk nya aku mau lahiran, suami aku lgi di Bogor, dan skrg dia lagi perjalanan menuju kesini, di rmh engga ada siapa siapa, mba-mba blm pd Dateng jam segini, mama papa aku lagi ada di Bali, dan keluarga Dimas juga lagi engga ada di Jakarta. perut aku dari tadi kesakitan, kalau nungguin Dimas Dateng kelamaan, aku udah engga kuat. aku engga tau harus minta tlg kesiapa lagi, tlg bgt km ke rmh aku skrg juga". Ucap nya.


Panggilan terputus.


"Halo, halo". Ucap Jason.


Tidak ada jawaban dari sang mantan, Jason segera bangun dari tempat tidur nya.


Tanpa berlama lama, dia segera mengambil dompet dan kunci mobilnya, seraya berjalan ke luar rumahnya.


Dia menjalankan mobilnya dengan keadaan mengebut, di karenakan dia khawatir akan keadaan sang mantan.


Dia kembali mencoba menghubungi nomor telpn Maudy, namun syg tidak kunjung di angkat.


20 menit di perjalanan, akhirnya sampailah Jason di rmh Maudy.


Jason membanting pintu mobilnya dan berlari.


Di bukanya pintu gerbang depan rumah, dia melihat Maudy sdh berdiri di depan pintu rmh nya sendiri, sembari menahan rasa sakit di dalam perut nya.


Jason berlari menghampiri Maudy, dan segera menggendong sang mantan kekasih menuju mobil nya.

__ADS_1


Di perjalanan, Maudy terus terusan berteriak kesakitan, yg membuat Jason kebingungan dan tidak fokus menyetir.


"Ahk, sakit, perut aku sakit bgt". Ucap Maudy.


"Mau, sabar sebentar lagi, kita hampir sampai, lu hrs bertahan". Ucap Jason menenangkan Maudy.


untungnya perum tempat rmh Maudy tinggali tidaklah begitu jauh dari rumah sakit.


Begitu sampai rmh sakit, Jason langsung turun dan berteriak meminta bantuan.


"Suster tlg". Teriak Jason.


Para petugas medis saling berdatangan dan segera menolong Maudy.


Di bawa nya Maudy ke ruangan UGD, sementara itu seorang suster mencegat Jason untuk meminta nya mengurusi data data pasien.


Dokter mengusulkan untuk Maudy melahirkan secara Caesar, di karenakan tubuh Maudy yg tidak memungkinkan untuk nya melahirkan secara normal.


Hampir tiga puluh menit berlalu, namun para petugas medis belum juga keluar dari ruangan UGD.


Jason menunggu dengan cemas, harap harap Dimas segera datang ke rmh sakit. Beberapa menit kemudian, nampak lah Dimas berlari menuju ke arah nya.


"Hah hah hah, gimana keadaan istri gue". Ucap Dimas NGOs ngosan.


"Ga tau, Dari tadi dokter yg menangani istri lu blm juga keluar". Ucap jason.


Nampak dua org laki laki yg sedang cemas menanti kan kabar dari seorang petugas medis yg menangani lahirannya Maudy.


Tapi tidak lama dari itu, seorang suster keluar, dan menyuruh suami dari Maudy masuk ke ruangannya untuk menemui sang bayi yg baru lahir.


Sementara Jason, dia pergi ke mushola dan menunaikan shalat subuh.


(Ciee babang Jason tobat kiw)


"Dengan suami ibu Maudy, boleh kita bicara?". Ucap dokter.


"Iyah, ada apa ya dok". Tanya Dimas.


"Begini, jadi di karena kan ibu Maudy melahirkan di bulan yg lebih awal, anak bapak lahir dalam keadaan prematur". Ucap dokter.


Dimas cemas, takut terjadi apa-apa dengan buah hatinya.


"Apakah anak saya baik baik saja dok". Tanya Dimas.


"Bayi bapak baik baik saja, anda tidak perlu khawatir, dia lahir dalam keadaan sehat, namun dikarenakan bayi bapak terlahir prematur, sementara ini bayi bapak akan berada di dalam inkubator". Ucap dokter.


Setelah penjelasan dokter di rasa cukup, Dimas menemui istrinya.


"Halo syg". Ucap nya seraya mencium pipi istrinya.


Maudy membalas dengan senyuman yg hangat.


"Makasih yah udh melahirkan bayi dari aku". Ucap Dimas.


"Iyah". Jawab Maudy.

__ADS_1


Para suster datang dan memberitahu jikalau akan memindahkan Maudy ke ruangan lain.


Sang suster menyuruh Maudy untuk menyusui bayinya sebelum di pindahkan di ruangan lain.


"Bayi kita cantik bgt, kyk kamu". Ucap Dimas.


"Iyah, mata dan hidung nya mirip km". Ucap Maudy.


Karna Di rasakan sang bayi sudah cukup disusui, suster kembali dan memindahkan bayi mereka ke ruangan para baby.


Sementara itu, Selesai shalat, Jason kembali berjalan menuju UGD, namun syg Maudy sdh tidak ada di sana.


Jadi dia menanyakan keberadaan ruangan Maudy berada kepada suster.


Melihat kedatangan Jason, sepasang suami istri itu menoleh dan tersenyum.


"Hi". Ucap Jason.


"Thanks bgt bro, udh bawa istri gue ke rmh sakit". Ucap Dimas.


"Hehe Iyah, gmn keadaan lu skrg Maudy udh baik baik aja kan?". Tanya Jason ke Maudy.


"Puji Tuhan skrg gue udh membaik". Ucap Maudy.


"Syukurlah, oh iya btw baby kalian mana, cewe apa cowo?". Tanya Jason


"anak gue cewe,Dia di ruangan sebelah, di dalam inkubator". Ucap Dimas.


Jason mengaguk.


Hening.......


"Eh, em..Lu udh sarapan?". Tanya Dimas.


"Udh kok tadi gue sehabis shalat sekalian sarapan di depan". Ucap Jason.


Dimas mengagukan kepalanya, dia sdh kehabisan topik untuk di bicarakan dengan Jason.


Situasi di dalam ruangan ini menjadi sangat canggung, karena tidak ada yg kembali bertanya atau sekedar mengucapkan sepatah kata.


Tidak ingin menjadi org tolol, Jason memainkan ponsel nya dan kemudian dia baru menyadari jikalau ini sudah jam 7 pagi, dan dia harus pamit dari sini.


"Oh iya sekali lgi gue ucapin selamat atas lahirnya baby kalian, pgn bgt gue liat dia, tapi gue hrs pamit, gue hrs ngantor, hhe sorry engga bisa lama lama, entar gue kesini lagi". Ucap Jason.


Dimas hanya diam dan tidak menjawab.


Paham akan situasi, Maudy menoleh dan berkata


"Ga papa, sekali lagi makasih ya". Ucap Maudy.


Jason meninggalkan ruangan itu dengan wajah tersenyum lebar, dia tidak habis pikir Dimas masih saja canggung terhadap dirinya sampai saat ini. Mungkin dia masih tidak enak dengan kejadian di masa lalu diantara kita bertiga.


Walaupun Jason sdh melupakan nya dan mengaggap nya angin lalu, kejadian dimasa lalu memang sangat bangsat untuk di lupakan.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2