
sesuai janji, dia mengantarkan ku untuk pergi ke rumah sakit beberapa kali.
Beberapa Minggu berlalu.
Aku dan Jason mulai dekat.
yang membuat ku tahu bahwa Jason merupakan seorang anak blasteran indo Amerika.
ayahnya berasal dari Jakarta, dan ibunya seorang gadis yang berasal dari new York.
Kami sering menghabiskan waktu.
Bahkan dia sering sekali menjemput untuk mengantarkan ku ke kampus.
Lama lama diriku mulai merasakan sebuah rasa.
Rasa sayang yang lebih dari sekedar teman.
Aku tak tau apakah dia merasakan hal yang sama,
Atau hanya diriku saja yang mengalaminya.
Tapi yang ku tahu aku mulai menyukai nya.
Sebagai seorang wanita diriku terlalu gengsi untuk menyatakan cinta kepada seorang laki-laki.
Bahkan aku tidak pernah menyatakan perasaan ku terhadap lawan jenis.
Tapi untuk seorang Jason.
Mungkin aku akan melakukan nya.
Di sisi lain.
Aku takut dia tidak mencintai ku.
Aku takut cintaku bertepuk sebelah tangan.
Dan yang paling penting aku takut kehilangannya jika dia tidak menyukai ku.
Tapi pikiranku aku tepis jauh jauh.
Dan akhirnya ku putuskan untuk menyimpan perasaan ku untuk beberapa waktu sampai dia pun menyadari akan perasaan ku.
Kampus.
"dis tolong kirim pdf soal tugas kemarin yah". ucap chloe.
aku mengangguk"hooh nanti gua kirim, gua cabut duluan ya". ucapku seraya pergi keluar kelas.
Adisty berjalan keluar kelas.
dia menunggu di tepi jalan depan kampus,
Sambil Mendengarkan musik.
lalu sebuah mobil hitam berhenti.
kaca mobil nya turun, dan dia menyuruh adisty untuk naik.
Adisty masuk ke dalam mobil nya.
"Kamu hari ini sibuk engga atau mungkin ada janji". Ucap Jason.
"Engga ada, emang kenapa?". Balas Adisty.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat". Jawabnya.
"Kemana?". Balas adisty.
"Udah kamu ikut aja". Jawabnya.
"Kamu gak akan sekap dan nyulik aku kan?" Jawab adisty bercanda.
"Hahah yah engga lah kamu ini ada ada aja". Jawab Jason.
"Hhe yah abisnya kamu bikin aku penasaran tau". ucap adisty.
"Nanti kamu juga bakalan tau". Jawabnya.
Jason menyalakan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
sudah hampir satu jam lebih mereka berada di dalam mobil, dan Jason masih belum berhenti mengendarai mobil nya.
tiga puluh menit kemudian, Jason membelokkan mobilnya ke kiri dari jalan raya dan memasuki sebuah jalan perumahan.
dia memberhentikan mobilnya di sebuah rumah besar.
"Jason ini rumah siapa?". Tanya Adisty,
"Ini rumah keluarga ku di London". Jawabnya.
"tunggu sebentar". ucap Jason.
Adisty mengangguk "dia ngapain ngajak aku ke rumah nya?". gumamnya.
nampak Jason mengobrol dengan seorang wanita, kemudian dia menghampiri Adisty dan menyuruh nya untuk turun dan masuk ke dalam rumahnya itu.
Jason memperkenalkan Adisty kepada wanita itu,
"oh yeah Asley, this is my friend, Adisty". ucapnya.
"and Adisty, this is my house keeper asley." Ucap Jason.
"hello, nice to meet you". ucap asley.
"me too". jawab adisty.
setelah perkenalan, Asley pergi meninggalkan mereka berdua.
mereka berdua berjalan dan berhenti duduk di sebuah ruang keluarga.
"kamu tinggal disini?". ucap adisty,
Jason menoleh, "Iyah, dulu".
Adisty hanya mengangguk sebagai jawaban, karena dia sudah tidak ada topik untuk di tanyakan lagi.
beberapa saat kemudian, Asley datang dengan membawa minuman.
"thanks". ucap Jason.
asley mengangguk dan berpamitan kepada mereka berdua.
Jason mengajak adisty untuk berkeliling, melihat rumah ini.
dia memperkenalkan satu per satu ruangan yang ada di sini, meskipun ada beberapa ruangan yang Jason lewati.
mungkin ruangan itu merupakan kamar pribadi dari keluarga nya.
sampai mereka berdua berhenti ke sebuah ruangan, dan masuk ke dalamnya.
ruangan tersebut ternyata sebuah kamar tidur yang lumayan cukup luas.
__ADS_1
"Ini kamar aku". Ucap Jason.
Adisty terdiam, menjawabnya dengan senyuman tipis.
nampak di kamar ini dihiasi dinding cat yang cenderung berwarna monokrom.
dengan kasur berukuran queen size, kursi dan meja yang berukuran besar, dan sebuah televisi.
kamar yang bersih dan terlihat nyaman, dengan interior yang simple yang membuatnya terlihat lebih kalem.
Jason kembali mengajak adisty keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga.
mereka berdua kembali duduk di sofa tadi.
Jason menuangkan wine ke dalam gelas, dan memberikan nya kepada Adisty.
"kamu suka film apa?". ucapnya
"apa aja, asal jangan film horor". ucap adisty.
Jason tertawa ringan dan menyetel sebuah film aksi.
"loh kok aku baru nyadar yah, ini tuh ujan". ucap adisty.
"hhha, dari tadi kali dis". ucap Jason.
mereka berdua menikmati tontonan nya itu, sambil meminum segelas wine, dengan di temani cuaca hujan yang membuat suasana semakin tenang.
entahlah sudah berapa gelas mereka meminum wine nya, sampai sampai satu botol wine habis tak tersisa.
keadaan berubah ketika adegan panas dari film yang mereka tonton sedang berlangsung.
Adisty menyadari kalau Jason sedari tadi terus memandanginya dan dia tau situasi ini dan akan jadi seperti apa jadinya berikut nya.
Adisty yang sudah terbuai akan suasana, tersenyum manis dan berinisiatif untuk menciumnya.
Yang spontan mendapatkan balasan dari jason.
Mereka melakukan ciuman yang menggairahkan untuk keduanya.
Jason terus menciumi Adisty dari bibir hingga ke leher, terus sampai membuka baju adisty dan menciumi kedua gunung kembar miliknya.
yang membuat Adisty terus terbawa suasana oleh nya.
Jason terus merangsang Adisty dengan sentuhan lembut nya itu.
Sampai akhirnya dia menggendong Adisty dan membawanya ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.
Dia meletakkan Adisty diatas kasur dan perlahan mulai membuka semua pakaiannya.
Jason terus mencumbu Adisty dengan bibirnya itu.
Lalu dia mulai menurunkan tangan nya kebagian paling sensitif dari seorang wanita.
Dia memainkan jarinya dengan begitu cepat
Yang membuat adisty semakin mendesah nikmat olehnya.
Pelepasan pertama lolos dari Adisty.
Jason mulai melepaskan semua pakaiannya, dan memasukan benda miliknya kedalam benda milikku.
Adisty mendesah, "ahhhhk, Jason ahh F**k".
"plis jangan berhenti ahh". racau Adisty.
Dan ahhh sungguh nikmat rasanya.
Semakin lama dia memainkan nya semakin cepat dan lagi lagi adisty dibuat mendesah nikmat olehnya sampai akhirnya mereka merasakan pelepasan bersama sama.
Sampai akhirnya mereka melakukan nya sekali lagi.
Dia meminta Adisty untuk berada di atas, menari di atas tubuh nya, dan
memainkan nya dengan lambat laun.
Lama lama Jason kembali membalikan tubuh adisty dan mereka bermain dengan gaya dog** style.
Sungguh dia memainkan dorongan tubuhnya dengan sedikit cepat.
"ahhhh, f**k". ucap adisty.
Sampai pada akhirnya mereka berdua kembali merasakan pelepasan.
POV Adisty
Keadaan kami sekarang penuh dengan keringat,
Dan nafas yang memburu, Dia menggendong diriku dan pergi ke kamar mandi.
Disana dia memandikan ku dengan sangat hati hati, dia memandikan ku dan Kami tidak melakukan nya lagi dikamar mandi.
selesai mandi,
Dia pamit sebentar untuk pergi ke supermarket untuk membeli makanan, karena asley belum juga kembali.
Tak menyangka akan seperti ini jadinya, aku memejamkan mata dan Mengingat kejadian tadi.
Aku tau dan sadar kami belum memiliki sebuah hubungan.
Tapi aku yakin kalau dia ga bakal
Membuat diriku terluka.
aku beranjak dan berjalan menuju balkon yang ada di kamar ini.
balkon ini tertuju kepada halaman depan rumah.
dan kulihat sebuah mobil datang dan memarkir kan nya, lalu turun, masuk ke dalam rumah.
Jason naik ke lantai atas, dan menghampiri ku.
"kita makan dulu". ucapnya.
aku mengangguk dan mengikuti nya berjalan menuruni anak tangga dan duduk di sebuah meja makan.
Aku tau kebanyakan orang mungkin akan merasa canggung dengan keadaan yang aku alami ini, tapi hal tersebut terjadi untuk orang orang yang baru pertama kali mengalami nya.
Dan aku bukan termasuk orang itu, karena hal yang aku lakukan tadi bukanlah sesuatu yang baru bagiku.
yah, aku pernah melakukan nya semasa masa masa sekolah menengah atas, dengan seorang mantan pacar ku waktu sma.
Kami melakukan nya dengan keadaan sama sama mau dan tidak ada paksaan dari kedua pihak masing masing.
Kembali pada diriku saat ini.
Selesai makan kami bersiap-siap untuk kembali pulang.
Di mobil aku sempat tertidur selama lebih dari tiga puluh menitan, dan terbagun ketika kami sudah sampai ke dalam apartemen ku.
Jason mengantarkan ku sampai ke dalam kamar, dan kemudian pamit untuk pulang.
Perasaan ku kepada dirinya semakin besar
__ADS_1
Yang rasanya aku tidak rela untuk berjauhan darinya.
_____
Setiap waktu kami sering bertemu dan berjumpa bahkan mungkin hanya sekedar untuk bertemu saja.
terkadang pikiran ku terus tertuju dan ingin selalu bertanya tentang suatu kejelasan hubungan yang kami jalani, tapi disisi lain aku tidak mau menjadi wanita yang terlalu agresif meminta sebuah kejelasan hubungan kami ini,
Pikirku dulu.
Hingga pada akhirnya selama beberapa hari, dia hilang Tanpa kabar.
perasaan ku di buat resah olehnya yang secara mendadak hilang tanpa kabar.
Ku tunggu hingga 3 hari lamanya, hingga akhirnya dia datang dan meminta ku untuk bertemu dengan nya di sebuah cafe.
"kamu kemana aja selama tiga hari ini". ucap Adisty.
"aku bakal kembali ke US". ucap Jason.
"terus, kapan?". jawab adisty.
"hari ini". ucap Jason.
"kamu kok egois sih, selama 3 hari kamu menghilang tanpa sedikitpun ngasih kabar sama aku, tiba tiba datang mengabari kamu bakalan pergi". ucap adisty.
"apa urusannya sama kamu". jawab Jason.
"hah?". Jawab adisty marah tak terima.
"kamu siapa?". ucap Jason.
jawaban dari nya semakin membuat diriku marah kepada nya.
"apakah kita mempunyai sebuah hubungan?". ucap Jason.
Aku menangis.
Menampar diriku sendiri.
Dan tersadar atas omongan nya itu.
"Kamu tau aku selalu nunggu kamu untuk bilang suka untuk bisa bilang cinta sama aku". Ucap adisty.
Jason hanya diam dan seolah tidak perduli dengan ucapan ku itu.
"Aku tau kita engga punya suatu hubungan yang terikat, tapi perlu kamu tau, kalau sedari awal kita bertemu, aku sudah jatuh cinta sama kamu.
aku berusaha dengan sabar menunggu kamu untuk berbalik suka kepada ku.
Aku kira dengan aku turutin apa yang kamu mau, kamu bisa juga membalas perasaanku selama ini.
Tapi kenyataannya engga, kamu cuma anggep aku sebagai seorang teman". ucap adisty.
Dia masih saja terdiam.
"Sekarang gini aku engga akan pernah mempertahankan seseorang yang ingin pergi dariku, jadi kasih aku suatu penjelasan yang jelas kepada ku". ucap adisty.
"aku ngga punya perasaan suka sama kamu, yang aku rasakan selama ini hanyalah sebuah rasa nyaman selama bersama kamu". ucap Jason.
"hhha, rasa nyaman?". ucap adisty.
jawaban darinya sudah membuat diriku mengerti akan semua ini.
aku pun beranjak dan berjalan meninggalkan dirinya itu.
Di menyusul dan mengejar.
"Dis aku anter ya!". Ucapnya,
"Gak usah". Jawabku meninggalkan nya.
sebuah taksi melewati ku, dan spontan membuat ku berteriak dan berlari untuk mengejar taksi tersebut.
taksi pun berhenti dan aku naik ke dalam nya.
Ku hapus air mataku,
Menenangkan pikiran ku, dan mulai mengatur nafas ku.
begitu sampai di apartemen, Aku langsung menelepon teman teman ku dengan menangis.
Mereka yang mendengar ku menangis merasa khawatir dan terus meminta penjelasan dari ku.
tapi karena masih enggan menjawabnya, mereka pun datang menghampiri ku dengan keadaan yang panik.
"Aduh Adis sayang jangan nangis dong. Kamu kenapa sayang ada masalah apa coba cerita". Ucap Grace.
Aku masih menangis.
"Adis sumpah lu kenapa siapa yang udah bikin lu nangis cepet kasih tau gua biar gua tinju tuh orang. belum tau ya gue kan juara taekwondo waktu sma". Tambah Chloe.
Spontan diriku agak sedikit geli dan tertawa.
"Nah gitu kan lu tuh lebih cantik ketawa dari pada nangis jelek tau, Mana ada ingus lagi ih cepetan lu lap nih, jorok!". Ucap Chloe sambil menyodorkan tisu kepadaku.
"Hha dasar lu gue lagi sedih lu malah bully gue hhu🤧". Jawabku.
"Ya udah sorry deh. Tapi beneran lu kenapa sih siapa yang udah bikin lu nangis". Ucap Chloe.
"Iyah dis kenapa?". Tambah Grace.
diriku perlahan mulai tenang, dan
Aku mulai menceritakan semuanya kepada mereka berdua kalau aku ini abis dicampakkan seorang lelaki.
Mendengar hal tersebut si Chloe mulai emosi dan mengeluarkan kata kata kasar.
"Wah parah lu ngga cerita apa apa tuh selama ini, tapi tuh orang benar benar brengsek yah, mau gua sikat kali udah bikin sahabat gua nangis gini". Ucap Chloe.
"Emang anj*** yah tuh orang. Udah ga usah lu tangngisin tuh bajingan, maunya seneng doang emang brengsek yah". Tambah Grace.
Aku merasa agak membaik setelah bertemu mereka. Aku benar benar bersyukur memiliki kedua sahabat seperti mereka.
Mereka terus terusan membuat lelucon absurd hanya untuk membuat diriku sekedar tersenyum dan tertawa.
Walau ingatanku tidak lupa akan segalanya.
Tapi aku tetap harus kuat menghadapi nya.
Karena aku di temani orang orang yang benar benar peduli terhadap diriku.
Mereka berdua memutuskan untuk menginap karena mereka tidak tega meninggalkan diriku dalam keadaan seperti ini.
'Semoga tidak ada sebuah penghianatan
dari persahabatan'.
-author.
to be continued
________________________________________________
__ADS_1
jangan lupa untuk kalian vote dan like episode kali ini yah.