Agustus Menanti

Agustus Menanti
disappointed


__ADS_3

Liburan ku telah usai, yah aku pulang lebih awal dari pada yang lainnya.


Dan sekarang aku sudah berada di dalam pesawat yang sebentar lagi akan mendarat.


Tak berselang lama, pesawat ku sudah mendarat dengan selamat di bandar udara internasional Soekarno-Hatta.


Aku di jemput oleh kaka sepupuku.


Dan sekarang kami sudah berada di dalam mobil menuju rumahnya.


Sebenarnya yang membuat ku datang kesini adalah aku akan membeli sebuah apartemen di Jakarta dan kemungkinan besar aku akan tinggal disini dan bekerja di sini.


Setelah lamanya perjalanan akhirnya aku sampai di rumah Kaka sepupuku.


Koperku di angkat oleh para asisten rumah tangga disini dan menaruhnya di kamar tamu.


"Ahh selamat datang Adis uuu, sudah makin cantik yah ini kamu hhhe". Ucap tanteku, sebari memeluk diriku.


Oh iya Tante ku adalah Kaka dari papa, dia memiliki 1 orang anak yaitu Kaka sepupuku ini, suaminya meninggal sekitar 4 tahun yang lalu.


"Ahh Tante bisa aja hhhe". Jawabku seraya melepaskan pelukannya.


Setelah penjamuan makannya, aku pergi ke kamar dengan Kaka sepupu ku yang bernama Sarah Amelia.


aku dan keluarga biasa memanggilnya dengan nama belakang nya yaitu amel, jadi aku memanggilnya kak Amel, usia nya lebih tua 5 tahun dariku.


dan kami membicarakan tentang rencana yang akan aku buat setelah memutuskan untuk pindah ke Jakarta.


Dari sebelum aku pulang ke tanah air, aku sudah berencana untuk tinggal di Jakarta dan memulai karir di sana, bahkan aku sudah mendapatkan persetujuan dari mama dan papa.


Lagian dari Jakarta ke Bandung hanya memerlukan waktu 2 jam, itu juga kalau tidak terjebak macet hhhah🤣.


Dan mereka mendukung penuh dengan keputusan ku ini.


Mereka bilang mau di manapun kamu tinggal, mama sama papa akan selalu mengizinkan nya selagi itu bisa buat aku nyaman dan senang, dan mereka akan selalu mendoakan yang terbaik untuk diriku.


Rencananya besok aku akan pergi untuk melihat beberapa tempat apartemen yang akan aku beli ditemani oleh kak Amel.


 


POV JASON


Hi Gue kembali,


Oh iya sehabis gue sarapan, Nathan merencanakan untuk pergi ke tempat air terjun di daerah Ubud tepatnya di tegenungan waterfall.


Yang bikin gue tambah semangat adalah kami akan pergi bersama dengan Grace dan teman temannya yang tentu diantaranya adalah ada Adisty.


Setelah bersiap siap, gue langsung menuju ke lantai bawah.


Temen teman cowo gue semuanya udah di parkiran, dan kami menunggu para ciwi ciwi datang, Setelah lamanya menunggu, para ciwi ciwi pun datang.


"Hayuk". Ucap Grace seraya masuk mobil Nathan.


"Loh, Grace Adisty mana?". Tanyaku kepada Grace.


"Oh dia udah pulang, penerbangan pagi malahan, jadi subuh subuh dia udah pergi ke bandara". Jawab grace.


Jawaban dari Grace seketika membuat suasana hati menjadi kurang bersemangat.


Gue pun masuk mobil dan menyuruh Ricard untuk menyetir mobil dan gue duduk di belakang.


Selama perjalanan gue bosen, lama lama gue ngantuk dan tertidur.


Gue terbagun ketika sampai ke tempat air terjunnya, dan kami semua harus berjalan kaki lumayan jauh, Setelah sampai di tempat air terjunnya, kami semua takjub dengan suasana nya, Seketika rasa badmood gue naek level menjadi rasa girang hhhe.


Gue membuka kaos dan segera terjun ke dalam air.



Para cowo cowo udah masuk duluan ke dalam air, dan para ciwi ciwi pada sibuk buat Selfi Selfi hhha.


Para cowo cowo naik ke atas tebing, lalu terjun ke bawah air.


Melihat keseruan kami, sebagian para ciwi ciwi jadi penasaran dan mau coba naik ke atas tebing.


Tapi cuman satu orang yang berhasil naek yaitu Chloe doang yang lainnya pada berisik heboh sendiri yang mengakibatkan mereka berdua tidak jadi naik karena takut.


Tengah hari tiba, kami semuanya bersiap siap untuk pulang.


Di tengah perjalanan pulang, kami berhenti dikarenakan semuanya pada lapar,


Kami mampir ke restoran dan makan disana.


Gue kadang heran sama cewek cewek, setiap ada spot, makanan, barang yang bagus pasti di foto dulu deh.


I don't know why, tapi kayak dude udah lah kita ini udah kelaparan masa harus nunggu lama lagi buat kalian foto makanannya.


Selesai makan kami semua pulang.


Sampai di kamar, gue mandi.


Selesai mandi gue membuka laptop dan mengemas semua barang termasuk baju ke dalam koper.


Yah gue memesan tiket untuk berangkat pulang dengan penerbangan sore hari.


Setelah gue liat insta story'nya Adis yang ada di Jakarta, gue langsung memutuskan untuk pulang.


 


Suara alarm berbunyi,


Aku terbangun lalu terdiam sebentar dan kemudian bangkit membereskan tempat tidur dan pergi untuk mandi.


Selesai memakai baju, aku merias diri di depan cermin, lalu membawa tas dan beranjak menuju meja makan.


"good morning, kak". Ucapku.


"Morning dis". Jawab kak Amel.


"Tante kemana kak kok cuman Kaka aja?". Ucapku sembari menggambil beberapa lauk ke Piring.


"Biasa Udah berangkat pagi pagi". Jawabnya.


Selesai makan, kami berdua berangkat.


Kami bolak balik untuk pergi,


meninjau beberapa tempat.


Setelah melihat beberapa apartemen, aku berhasil menemukan tempat yang cocok untuk diriku tinggal.


Aku dan Kaka sepupuku menemui orang dan membicarakan tentang apartemen yang akan aku beli, setelah banyak nya pertanyaan yang aku lontarkan, akhirnya aku menyetujui untuk tinggal disini dan melakukan pembayaran dan menandatangani sebuah surat.


Selesai dengan segala urusan nya, aku menemani Kaka sepupuku untuk pergi ke tempat kerjanya.


For the first time,

__ADS_1


Aku melihatnya syuting secara langsung.


Karena proses syuting yang lumayan lama, membuat diriku bosan, jadi untuk menghilangkan rasa bosan, aku memutuskan untuk melakukan siaran langsung di Instagram milikku.


Aku mengginvite sebuah akun yang memberikan beberapa komennan lucu dan memintanya untuk bergabung dalam siaran langsung, tapi ketika dia menyetujui nya, aku terkaget melihat wajahnya, karena akun itu ternyata milik Jason.


Yah mau tidak mau aku harus mengobrol dengan nya dan berpura pura tidak dongkol kepada nya.


Sebenarnya aku males harus ketemu terus dengan nya, karena aku masih marah dan kesal atas kejadian setahun yang lalu.


Bayangin aja dia udah bikin aku jatuh cinta, terus ninggalin aku dan ketika diriku sudah move on dan punya seorang kekasih, dia muncul dengan berusaha untuk mendekati ku lagi.


Dia pikir aku ini boneka?, Yang bisa dia mainkan sesuka hatinya.


Sore hari


Kak Amel selesai syuting, otomatis kita pulang, tapi sebelum pulang kami Pergi ke pusat perbelanjaan untuk shopping hhhe.


Kami mengunjungi beberapa tempat di mall seperti membeli beberapa baju, sepatu dan juga kami mampir ke restoran Jepang, kami disana memesan sushi, lalu pulang.


Tiga bulan kemudian


Selama beberapa bulan ini aku benar benar sibuk, dan Chiko pun sama, kami benar-benar disibukan dengan urusan masing-masing.


Pernah suatu waktu dia engga pernah mengabari bagaimana kabarnya selama 3 hari lamanya, dan hal itu membuat aku benar-benar marah kepadanya.


Yah hubungan kami waktu ke waktu semakin merenggang.


Aku tidak tau apa yang terjadi kepadanya, dia sekarang menjadi seorang yang pendiam dan dingin terhadap ku.


Terkadang ketika aku meminta untuk melakukan obrolan lewat video call, dia selalu menolaknya dan hanya ingin melakukan obrolan lewat telepon saja.


Terkadang itu juga yang membuat diriku semakin kesal kepadanya, di tambah dia yang selalu mengakhiri telepon secara sepihak.


Entah lah perasaan ku sepertinya, dia berusaha untuk menghindari ku.


Dan hari ini dia membuat diriku menangis menghawatirkan nya.


Yah 3 hari kebelakanggan, dia benar benar tidak bisa di hubungi.


Aku takut terjadi sesuatu terhadap nya.


Jadi, aku memutuskan untuk memesan tiket ke Barcelona dan berangkat besok pagi, dan sekarang aku akan mempersiapkan semua keperluan ku dan memasukan semuanya ke dalam koper.


Singkat cerita aku sudah sampai di Barcelona dan bahkan sudah berada di kamar hotelnya.


Aku kembali mencoba untuk menelpon Chiko, dan kali ini dia menggakatnya.


Aku memberitahu nya kalau aku berada di Barcelona.


Lalu dia mematikan telepon nya dan datang ke kamar hotel tempat ku berada.


(anggap percakapan ini dalam b Inggris)


"Kamu ngapain jauh jauh kesini?". Ucapnya di depan pintu lalu masuk dan menutup pintunya dan berjalan ke arahku.


"Aku tuh khawatir sama kamu, aku takut kamu kenapa Napa, akhir akhir ini kamu juga engga bisa di hubungi". Ucapku seraya memeluk dirinya.


Dia melepaskan pelukanku dan berkata


"Buat apa?, aku baik baik aja, kamu seharusnya jangan datang kesini".


Jawabnya membuat diriku menangis.


"Hey udah engga usah nangis, hapus air mata kamu, sekarang juga kamu kemas kembali pakaian kamu dan pergi dari sini". Ucapnya.


Ucapku seraya menghapus air mataku.


"Aku engga kenapa Napa, aku baik baik aja, jadi kamu engga usah khawatir terhadap ku, dan aku minta sekali lagi tolong kamu pergi dari sini, aku udah pesen tiket tadi, jadi sekarang kamu berangkat ke bandara dan aku anter". Ucapnya seraya membawa koperku dan menyeret tanganku ke luar kamar.


"Aw, sakit tangan aku Chiko, kamu ini apa apaan aku engga mau pulang". Ucapku seraya melepaskan genggaman tangannya.


"Plis kamu nurut sama aku, sekali ini aja aku minta sama kamu, kamu sayang aku kan?". Ucapnya.


"Iyah aku sayang, makanya aku minta sama kamu apa semua ini, ada apa dengan sikap kamu akhir akhir ini, kenapa kamu buat aku khawatir?". Balasku.


"Aku engga bisa jelasin sekarang Adis, aku perlu waktu, jadi aku mohon kepada kamu untuk nurut sama aku sekarang". Ucapnya seraya kembali menggenggam tangan ku.


Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, agar orang-orang tidak berpikiran aneh terhadap Chiko.


Aku menuruti permintaannya.


Di bandara aku sedih karena dia belum juga memberikan aku penjelasan atas sikapnya itu.


Dan sekarang aku sedang menunggu pemberitahuan untuk keberangkatan pesawat.


Namun aku masih mengkhawatirkan Chiko dan sikap anehnya terhadap ku.


Lalu beberapa saat kemudian terdengar pemberitahuan kalau pesawat akan berangkat.


Aku pun beranjak dan berjalan menuju pesawat berada.


Namun ketika akan masuk dan memberikan tiket ke seorang pramugari, pikiran ku berubah dan aku memutuskan untuk kembali dan membatalkan untuk pergi.


Aku berlari ke luar bandara, dan menaiki taksi menuju kamar hotel ku yang sebelumnya.


Jika Chiko tidak mau memberitahu ku, maka aku akan mencari tau nya sendiri.


Dan besok aku berencana untuk menemuinya di perusahaannya.


Yah sebelum kami berhubungan jarak jauh, tepatnya sebelum kami lulus, dia sempat memberikanku alamat rumah orang tuanya dan alamat perusahaan yang nanti akan dia pimpin.


.....................


Esok harinya


Aku sekarang berada di dalam taksi menuju ke perusahaannya.


Ketika aku sampai, aku melihat banyak nya ucapan selamat dan bungga di depan gedung pencakar langit tersebut.


Aku tidak menghiraukan nya dan langsung masuk berjalan menuju resepsionis.


(sorry kalau b Inggris nya acak acakkan hhe)


"Hola, ¿hay algo que pueda ayudarte". Ucapnya tersenyum kepada ku.


"Hola, sorry If I can know who lead this company?". Ucapku yang menanyakan siapa pemimpin perusahaan ini.


"Mr. Chiko Enrique gervaso". Jawabnya.


"Ohhh, can I meet him?". Ucapku.


"Emmm, sorry for previous Have you made an appointment with him?". Ucapnya.


"No, I ask you to please tell him that Adisty is here". Jawabku.


"I'm sorry but it can not, because now he has a very important affair and will not be able to come to the company for today". Jawabnya.

__ADS_1


Aku terdiam beberapa saat, dan kembali bertanya.


"may i know what the reason is?". Ucapku.


"Of course, he is now attending his engagement event!". Jawabnya.


Hah aku terkejut dengan jawaban sang resepsionis tersebut, dia memberitahukan bahwasanya Chiko menghadiri acara pertunangan nya.


Aku menjauh dan duduk di sofa.


Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, dan menenangkan diriku.


Aku memikirkan sesuatu, dan kembali berdiri berjalan ke resepsionis tersebut dan kembali bertanya.


"Sorry, May I know where the engagement is?". Ucapku terbata.


Dia memberitahukan tempatnya, dan aku sekarang sudah berada di dalam taksi menuju tempat tersebut.


Ketika sampai tempat nya, memang benar ada sebuah acara.


Tadinya aku akan masuk, tapi melihat orang orang penjaga yang meminta undangan nya, aku mengurungkan niatku.


Aku memikirkan sebuah cara agar bisa masuk ke dalam.


Tiba tiba aku memiliki sebuah ide.


Nampak seorang pria datang sendirian,


Aku meminta pria tersebut untuk datang ke acara bersama ku dengan aku yang berpura pura lupa membawa undangannya.


Akhirnya setelah beberapa lamanya drama, kami masuk bersama seolah seperti sepasang kekasih.


Acara nya sangat mewah dan meriah.


Aku berterimakasih kepada pria tersebut dan berpisah dengannya.


aku berusaha mencari keberadaan chiko, namun tidak menemukannya.


Hingga acara dimulai, nampak sepasang pria dan wanita yang sedang bertukar cincin dan saling memasukan cincin tersebut ke pada masing masing diantara mereka.


Hati ku hancur, melihat kekasih yang aku cintai bertunangan dengan wanita lain.


Aku berusaha untuk menahan agar air mata ku tidak jatuh.


Rasanya aku ingin menghampiri nya dan meminta penjelasan kepada nya,


Namun aku tidak ingin mempermalukan nya di hadapan banyaknya orang orang.


Aku menepi dan duduk di meja paling ujung.


Seorang pelayan menawarkan minuman kepada ku, dan aku mengambil nya dan meminumnya.


Hohh rasanya sekarang ingin sekali aku marah kepadanya, dan menampar wajahnya.


Apa yang telah aku perbuat kepada nya sehingga dia dengan teganya bertunangan dengan orang lain, dan menyakiti perasaan ku.


Karena aku sudah tidak tahan menahan sakitnya, aku berjalan terus kedepan, dan menghampiri dirinya, namun niat ku terhenti kala ada beberapa orang yang menghampiri Chiko dan mengobrol dengan nya.


Aku terus menatap dirinya,


sehingga akhirnya dia menyadari dan menoleh ke arahku.


Yah wajahnya nampak gelisah ketika melihat ku.


Dia berbicara kembali kepada para tamunya, dan berpamitan lalu berjalan ke arahku dan menarik tangan ku sampai ke belakang panggung dan masuk ke sebuah ruangan.


"Ngapain kamu disini, aku kan udah bilang dan nyuruh kamu untuk pergi meninggalkan negara ini?, Kenapa kamu masih disini hah?". Ucapnya yang berteriak dan marah kepada ku.


"Apa apaan kamu ini?, Aku tanya apa semua ini, lu bilang sama gue untuk ninggalin negara ini?, Gimana bisa gue ninggalin pacar gue yang gelagatnya aja udah mencurigakan hah". Jawabku.


Dia terdiam beberapa saat.


...


"Ayo kita akhiri hubungan ini". Ucapnya.


Aku tidak percaya dengan omongan nya, bukannya dia harus memberikan sebuah penjelasan, dia malah ingin mengakhiri hubungan nya dengan ku.


"What?, Kenapa, kenapa lu kayak gini, apa salah gue?, Hah apa salah gue yang membuat diri lu melakukan semua ini?". Ucapku dengan berteriak kepadanya.


"Kamu engga salah apa apa, aku yang salah, jadi aku minta untuk kamu pergi tinggalin negara ini, dan lupain aku". Jawabnya.


Aku menangis di hadapannya, tidak percaya dengan jawaban nya.


"Gue engga mau, kasih gue satu alasan kenapa gue harus ninggalin lu". Ucapku kembali.


"Dis, dengerin aku, aku udah selingkuh dari kamu, dan sejujurnya, selama ini aku engga pernah sedikitpun cinta sama kamu, aku cuman cintanya sama dia bukan kamu, jadi aku minta untuk kamu pergi dan lupain aku". Jawabnya.


Dia benar-benar melukai perasaan ku ini.


"Lantas kenapa lu masuk dalam hidup gue anjing hah"


"Kenapa"


"Kenapa anjing". Ucapku berteriak kepadanya.


aku menampar wajahnya dan memukul dadanya untuk beberapa kali, aku marah dan tidak terima dengan ucapannya itu.


"Lu yang tau betapa hancur nya gue ketika di sakiti orang lain, dan lu yang berjanji sama gue untuk melindungi dan tidak akan membuat gue terluka, tapi apa kabar sekarang?, Lu buat gue seribu kali lipat hancur anjing". Ucapku.


Dia hanya diam membisu.


"Apa dengan melihat gue terluka buat lu seneng anjing?, Iyah, hah jawab brengsek". Ucapku memukul dadanya.


"Mari kita akhiri, aku akan menghilang dari hidupmu". Jawabnya meninggal kan diriku.


Aku menangis merasakan sakit ini, dia dulu yang aku kenal berbeda dengan dia hari ini, dia yang berjanji tidak akan membuatku menangis dan terluka telah mengingkari nya dan menumbuhkan luka paling dalam yang pernah aku rasakan.


Beberapa saat kemudian aku ke luar dalam ruangan tersebut, dan meninggalkan acara dengan berlari keluar gedung.


To be continued


.......


Oh Iyah ini author kasih visual buat Kaka sepupu nya Adisty.



Namanya Sarah Amelia, dia orang nya kalem, tapi asik dan tentunya baik hati.


 


Hhha gimana cerita kali ini?


Plis siapa yang nangis 😭 pas baca cerita ini cerita dong di komenan, author pengen tau hhu.


Jangan lupa untuk vote dan like nya, kasih author semangat dan dukungan nya yah.

__ADS_1


__ADS_2