Agustus Menanti

Agustus Menanti
berdamai


__ADS_3

.........


"dok, bagaimana keadaannya?" Ucap seorang pria khawatir dan menuntut penjelasan dari dokter.


"Dia mengalami benturan keras pada bagian kepala nya, mungkin memerlukan waktu untuk kembali tersadar". Ucap dokter seraya pergi meninggalkan ruangan tersebut.


................................................................................


Hari ini gue seneng banget,


Orang orang suruhan gue buat memata matai adisty, akhirnya ngasih gue info alamat apartemen Adisty dimana dia tinggal.


Dan gue baru enggeh kalau nomor telepon nya Adisty ternyata masih sama dari yang waktu itu dia pernah telepon gue.


Yah walaupun nomor telepon gue di blokir olehnya, tapi seenggaknya gue bisa telepon dia lagi pake nomor lain.


Dan sekarang gue memutuskan untuk mencoba menelfon dirinya.


Ketika gue telfon, ponselnya berdering, namun tidak diangkat nya.


Gue coba untuk ke dua kalinya, namun masih sama dan tidak diangkat juga.


Dan gue mencoba untuk yang terakhir, jika kali ini engga diangkat juga, gue bakalan berhenti buat nelfonin dia.


Dan


Untuk yang ketiga kalinya, dia menggakatnya.


Namun yang mengangkat ternyata bukan Adisty, melainkan seorang pria yang sedang panik.


pria tersebut memberitahu kan kalau pemilik dari ponsel ini mengalami sebuah kecelakaan, dan meminta gue buat segera datang ke rumah sakit.


gue yang mendengar tuturan si pria, panik.


Pria tersebut menyebutkan jalan yang jarang gue dengar.


Dan ternyata adisty kecelakaan di jalan **** St*** Spain.


Gue langsung menutup telepon tersebut dan segera menelpon sekertaris untuk menyuruh nya menyiapkan pesawat ke Barcelona, dan berangkat malam itu juga.


namun karena pesawat pribadi keluarga gue lagi di pake sama bokap gue ke Thailand, gue akhirnya menelepon Kaka laki laki gue, untuk pinjam jet pribadi nya.


namun lagi lagi gagal, karna Kaka gue lagi di Sidney.


DAMN!


gue yang frustasi akhirnya memesan tiket pesawat ke Barcelona malam ini juga.


karna keadaan sangat mendesak, gue hanya bawa beberapa setelan dan hanya membawa tas sedang.


setelah panjangnya perjalanan, akhirnya gue sampai juga di bandara.


begitu sampai nya di bandara, gue langsung naik taksi menuju rumah sakit yang rawat adisty.


Ketika gue sampai rumah sakit, gue nangis liat keadaan nya sekarang, dia terkulai lemas di atas kasur dengan beberapa infus di tangannya.


Yah selama 2 hari ini dia masih belum juga terbagun.


Selama perjalanan di pesawat, gue benar benar engga bisa tenang dan terus khawatir dengan keadaan adisty.


Gue engga tau bakal gimana, jikalau misalnya waktu itu gue engga nelfon dia.


Gue semakin yakin kalau Tuhan emang takdirin gue buat selalu ada ketika Adisty dalam bahaya, dan butuh bantuan.


Nyatanya kami selalu bertemu dengan tanpa sengaja.


Gue pergi untuk berwudlu dan melakukan sholat di dalam ruangan kamar tempat Adisty berada, dan berdoa kepada Tuhan, memohon kepadanya untuk menyelamatkan nyawanya.


Beberapa polisi datang, dan memberitahu kan bahwasanya mereka telah mengamankan pelaku nya, dan memberikan sebuah ponsel dan beberapa barang yang diduga milik Adisty.


Ponsel miliknya tidak mengalami kerusakan parah, dan hanya terdapat beberapa keretakan di layar nya.


Gue menyalakan handphone nya dan terdapat beberapa panggilan yang tidak terjawab.


Dikarenakan handphone nya memakai password, gue engga bisa liat isinya dan mencari nomor kontak keluarga nya.

__ADS_1


Tak berselang lama ada sebuah panggilan masuk ke handphone milik Adisty yang tertera nama mom's di atasnya.


Gue menggakatnya, dan memberitahu kan keadaan anaknya yang mengalami kecelakaan. of course dia kaget dan menangis begitu mendengar nya.


Dan mama nya bilang akan pergi berangkat ke Spanyol besok.


Kedua orang tuanya terus menghubungi dan menanyakan bagaimana keadaan dan perkembangannya.


Gue engga bisa membayangkan gimana perasaan dan rasa khawatir nya orang tua Adisty.


---------------------------------------------------------------------------


POV ADISTY


Aku membuka mata secara perlahan, dan penglihatan ku masih dengan samar samar.


Lalu kemudian ada seorang pria yang girang melihat ku tersadar dan berteriak memanggil dokter.


Pria tersebut adalah Jason.


Kulihat sekeliling dan menyadari jikalau aku sekarang berada di sebuah kamar yang terdapat beberapa peralatan medis, dengan tanganku yang diinfus, dan aku bisa menebak bahwasanya sekarang diriku berada di rumah sakit.


Ku pegang kepala ku, karena aku merasakan pusing di dalam nya.


Dan Dokter datang, lalu memeriksa keadaan ku.


Dia bertanya tentang identitas diriku, lalu dia memerintahkan untuk aku menggerakkan beberapa bagian tubuhku.


Ketika dokter keluar, Jason menghampiri diriku dan menanyakan perasaan diriku saat ini.


Aku hanya menjawab beberapa dari pertanyaan yang dia lontarkan, karena aku sibuk dengan memandangi wajah nya.


Bisa kulihat dari raut wajahnya yang khawatir, dengan kantung mata yang seperti nya dia tidak cukup tidur.


Tidak ada orang lain di ruangan ini selain aku dan Jason.


Sesaat kemudian terlintas kembali di pikiran ku atas kejadian dimana aku yang meninggalkan acara pesta pertunangan beberapa hari yang lalu.


________


Flashback on


Aku berlari di sepanjang jalan dengan air mataku yang sudah tak terbendung lagi,


Aku menangis dengan membawa sebuah luka yang teramat sakit.


Dengan teganya dia memperlakukan ku seperti itu dan mengatakan kebohongan yang membuat hati ku terluka.


Aku tidak percaya dengan semua ini, rasanya seperti mimpi.


Dia yang ku kenal selama ini dengan rasa sayangnya, sikap manjanya dan sikap pedulinya terhadap ku,


Seketika berubah menjadi seseorang yang asing bagi diriku kenali.


mengapa aku harus mengalami hal seperti ini, semacam ini dan sebangsat ini untuk yang ke dua kalinya.


Mengapa selalu aku yang tersakiti, mengapa selalu aku yang menjadi korban, dan mengapa selalu aku yang terluka.


Aku terus merutuki diriku sendiri atas semua sikap tolol yang aku lakukan sehingga para lelaki dengan mudahnya mereka membodohi diriku dan mempermainkan aku seolah aku ini adalah wanita ******.


Para bedebah sialan,


Mereka merasa seolah dirinya seseorang yang hebat dan tampan sehingga dengan teganya memperlakukan diriku seolah aku adalah mainannya.


Mereka dengan mudahnya mencampakkan diriku lalu meninggalkan sejumlah luka yang mendalam terhadap ku, yang akan terus membekas dalam diriku.


Aku terus berlari dengan semua pemikiran ku itu.


Aku terjatuh dengan kaki yang keseleo, dan merasakan sakit di kaki.


Aku sempat bangkit untuk beberapa kali, namun gagal karena kaki ku yang masih sakit.


Dan tidak ada yang melihat dan berusaha untuk sekedar menolong ku berdiri.


Pikiran ku saat itu adalah;

__ADS_1


Bahkan di saat seperti ini saja, aku masih harus mengalami hal yang menyedihkan.


Setelah rasa sakit di kaki ku mereda, aku bangkit dan kembali berdiri.


Namun baru ku langkahkan kaki ku hanya beberapa langkah, aku kembali tersandung dan hampir terjatuh di atas trotoar jalan.


Namun Belum sempat aku terjatuh ke trotoar jalan, nampak di belakang ku terdapat sebuah mobil dengan melaju kencang dan kemudian menabrak tubuh ku hingga terpental dengan lumayan jauhnya.


Dugh.. aku terhempas dengan sangat keras nya di trotoar jalan dengan kepala, tangan dan kaki yang mengeluarkan darah.


Bisa ku lihat mobil yang menabrak ku hancur karena setelah menabrak tubuhku, si pengemudi membantingkan setirnya dan kemudian menabrak sebuah tiang di depan nya.


Dan kulihat beberapa orang mulai bermunculan dan mencari bantuan.


Aku merasakan sakit, teramat sakit di bagian punggung dan kepala ku.


Dan kemudian penglihatan mataku seketika sudah tidak nampak jelas dan aku pun kemudian sudah tidak sadarkan diri.


Flashback end


________


"Dis?, Halo",


"Adisty",


"Adisty Clarissa". Ucapnya yang sedari tadi melambaikan tangannya di hadapan mukaku.


Aku pun kembali tersadar dan berkata,


"Hah, kenapa?".


"Kamu lagi mikirin apasih, dari tadi aku panggil engga nyaut nyaut". Ucapnya.


"Oh, ehh engga, aku engga mikirin apa apa kok, aku cuman agak binggung dengan semua ini". Ucapku berbohong.


"Oh, pokoknya kamu sekarang jangan terlalu memaksa dan memikirkannya, inget kata dokter tadi, kalau kamu jangan terlalu banyak pikiran dan harus banyak beristirahat". Ucapnya.


Aku hanya menjawabnya dengan anggukan, dan kembali tertidur.


Aku terbangun pagi pagi buta.


Ku lihat sekeliling ruangan, dan nampak seorang pria yang tertidur di atas sofa yang tak jauh dari ranjang ku berada di sebelah.


Ku tatap dirinya dan ku amati, dia tertidur dengan posisi badan yang tengkurap.


Dia tidak sekalipun meninggalkan ku, kecuali ada suatu hal yang mendesak dan sebuah panggilan alam yang membuat dirinya harus pergi ke kamar mandi.


Dia merawat ku dengan sangat baik, dan ketika diriku masih dalam keadaan koma, dia selalu mengajakku berbicara.


Walaupun aku tidak bisa menjawab dan merespon dirinya, aku bisa mendengar suara nya yang mengatakan banyak hal, dari dia yang menceritakan masa kecilnya, hal hal yang lucu, bahkan dia bercerita alasan dia meninggalkan ku satu tahun yang lalu.


Yah aku bisa mendengar celotehan nya itu.


Kau tahu bahkan saat dia menceritakan alasannya apa, diriku ingin sekali memarahinya, namun apalah daya, aku hanya bisa mengeluarkan beberapa air mata.


Mengingat kembali alasannya, ingin sekali aku memarahi dan melemparkannya sendal, karena alasannya sangat klise bagiku.


Andai waktu itu dia memberitahuku, mungkin aku tidak akan merasakan sakit hati dengan di campakkan olehnya.


Namun semua itu telah berlalu,


Dan sekarang aku akan berusaha untuk memaafkan dirinya.


Yah walaupun rasa sakit itu tidak akan lenyap begitu saja, aku akan berusaha untuk berdamai dengan nya.


Karena untuk beberapa kejadian, ketika diriku terkena masalah dan mengalami kesusahan, dia selalu datang dan menolong diriku.


_____


Aku berpura pura tertidur ketika dirinya mulai terbangun dan membuka matanya.


.


So segitu dulu untuk episode kali ini.

__ADS_1


Sampai jumpa kembali di episode selanjutnya.


Jangan lupa untuk vote dan like nya.


__ADS_2