
Aku bingung, sangat bingung, harus memakai baju seperti apa?.
"Apakah aku harus memakai baju formal atau informal?",
Selama tiga puluh menit lebih diriku belum juga memakai baju, karena masih bingung memikirkan baju formal atau informal.
"Yaudah deh aku pilih pake baju formal aja, toh kita mau bahas soal bisnis kan?". Ucapku dalam hati.
Aku pun segera berangkat menuju kediaman Mrs. Alexis.
Seorang satpam membuka kan gerbang dan membiarkan mobilku masuk.
Ketika aku keluar dari mobil, aku terpesona dengan mansion ini,
Rumah dengan design yang modern classic dengan taman depan yang luas, dan tentunya besar.
Para pelayan mengantarkan ku masuk kedalam rumah, dan aku mengikutinya.
Begitu melihat isi dalam rumah, Aku mencuri curi pandang ke berbagai arah, secara diam diam, mengamati setiap sudut di ruangan yang aku lewati.
Pelayan terus membawaku pergi dan berhenti di sebuah ruangan dengan pintu yang lumayan besar, lalu membukakan pintu ruangan tersebut dan menyuruhku untuk masuk ke dalam.
Nampak di depan sana Mrs. Alexis anggara sedang duduk dengan anggunnya, meskipun dia sedang sibuk membaca sesuatu yang mungkin itu adalah majalah.
lalu Aku segera menghampirinya.
Begitu melihat ku tiba, dia langsung beranjak dari kursinya dan menyapaku dengan sebuah senyuman ramah.
"Selamat datang". Ucapnya seraya memeluk dan mencium pipiku.
Aku terkaget dengan salaman yang akrab ini, walaupun begitu aku semakin senang dengan sambutan ini.
"Silahkan duduk". Ucapnya seraya duduk kembali di kursi nya.
"Terimakasih". Ucapku seraya ikut duduk di sebelah kursinya.
Aku mengamati beliau di jarak yang sangat dekat,
yang ku tahu dari para staf tentang dia, ternyata usianya sudah lebih menginjak lima puluh tahunan.
Penampilan beliau seperti para Tante Tante sosialita kelas atas, dengan Bentuk tubuhnya yang ramping, membuat dirinya lebih nampak muda sepuluh tahun dari usianya.
Beliau memiliki wajah yang cenderung berwarna Tan, dengan pipi yang tirus yang membuat guratan alias kerutan di wajahnya hampir tidak nampak.
Aku terus memperhatikan dirinya, dan Seketika Aku berhenti mengamatnya, setelah dia menoleh, menatap mataku dan kemudian berbicara.
"So, gimana kamu sudah menyetujui kolaborasi perusahaan kita kan?". Tanyanya.
"He,eh iyah, saya sangat menyetujuinya, dan perusahaan kami sangat merasa terhormat atas tawaran tersebut, jadi saya mewakili semuanya mengucapkan terimakasih banyak". Jawabku agak sedikit terbata.
Beliau menatapku tajam,
"Loh kok?, kamu yang mengucapkan terima kasih?, harusnya saya dong yang berterimakasih kepada kamu, karena perusahaan kamu sudah menyetujui dan mau bekerjasama dengan perusahaan kami ini". Ucapnya.
Aku tersenyum dengan jawabannya, dan segera mengangguk kan kepala.
Sedari tadi aku menyadari bahwasanya beliau setiap berbicara kepada ku terus memakai bahasa informal, seolah dia berbicara kepada teman putrinya saja.
"Oh iya Adisty supaya percakapan kita terlihat lebih nampak akrab, kamu berbicara nya pake bahasa informal aja ya, karena ini kan bukan di kantor, dan cukup panggil saya tante aja". Ucapnya.
Aku senang dengan tuturannya, dan merasa speechless, namun aku tetap menjawab ucapannya itu.
"Oh, Iyah, Tante, hhe". Ucapku yang lagi lagi terbata.
Beliau membahas persoalan bisnis untuk kolaborasi ini, dan kami juga mengutarakan saran Masing-masing untuk konsep yang akan kami pakai untuk berkolaborasi nanti.
Percakapan kami terus berlangsung, beberapa saat kemudian, Beliau nampak melihat jam tangannya dan menoleh kepada ku lalu berbicara,
"Ya sudah kalau begitu, kamu belum makan siang kan?". Ucapnya.
Aku yang di berikan pertanyaan seperti itu nampak bingung harus menjawab apa,
jikalau aku menjawab sudah, nampak sekali aku keliatan berbohong, karena sewaktu aku tiba di kediaman nya, itu masih menunjukkan waktu 11 siang.
__ADS_1
Tapi aku terlalu malu dan tidak berani untuk mengatakan belum makan.
Karena aku belum juga mengatakan sesuatu, beliau menyela dan berkata,
"Belum kan?, Ini sudah masuk waktunya jam makan siang loh, ayo kita makan siang bersama di sini". Ucapnya seraya beranjak.
Karena ucapan beliau sudah seperti itu, menolak pun aku tak berani, dan otomatis aku langsung mengiyakan dan mengikuti nya berjalan.
Aku melihat meja makan yang sudah nampak segerombolan makanan ada di atas meja yang sudah disiapkan oleh para asisten rumah tangga disini, dan Para maid berdiri di samping yang akan bersiap untuk membantu dan melayani kami.
Beliau memberikan isyarat kepada para maid nya untuk mulai melayani kami.
Aku dibantu salah satu maid mengambil kan lauk yang ada di meja, untuk di letakan di piring.
Aku mengucapkan terimakasih kepada maid tersebut dan kemudian yang pertama aku lakukan adalah dengan meminum segelas air putih.
Mrs. Alexis kembali menoleh kepada ku dan berkata,
"Makan yang banyak yah".
"Ehhh, Iyah Tante". Ucapku seraya menyuapkan sesendok makan ke dalam mulut ku.
Aku makan dengan setenang mungkin, dan berusaha untuk tetap terlihat anggun, walaupun ingin sekali aku terlihat girang karena menu lauk yang aku makan sangatlah enak hhhe🤭.
Karena aku fokus dengan makannya, dan tidak mengatakan sesuatu, beliau kemudian bertanya kepada ku.
"Gimana untuk rasanya?". Tuturannya.
"Enak Tante". Jawabku.
"Tapi masih enakan masakan Tante loh?, Ini mah ngga seberapa dari masakan Tante hhhe, maaf yah Tante ngga masakin kamu untuk makan siang kali ini". Ucapnya.
"Ehhh, ngapain Tante?, Ngga usah repot-repot kali hha". Jawabku.
Beliau tidak menjawab dan kembali dengan makannya.
Untuk membuat suasana tidak terlihat canggung dan sepi, aku berusaha memberanikan diri untuk bertanya.
"Oh iya, ngomong ngomong, Tante selalu makan siang di rumah?". Ucapku.
Aduh aku nampak bego dengan pertanyaan yang aku tanyakan ini.
"Oh ngga setiap hari sih, karena Tante sibuk bekerja kan, jadi Tante selalu makannya di luar, tapi untuk makan malam, Tante sama suami selalu menyempatkan untuk makan malam bersama".
Aku ber oh ria dan menganggukkan kepala.
"Tapi bersama anak Tante?". Ucapku.
Beliau tersenyum,
"Anak anak Tante sudah dewasa semua, jadi mereka jarang ada di rumah karena tempat tinggalnya pun sudah pada terpisah dan menjalani kehidupan masing-masing, terkecuali untuk hari weekend, mereka terkadang menginap dan sekedar hanya untuk mampir saja kesini, untuk menghabiskan masa libur nya bersama para orang tua nya ini, itupun jika urusan mereka sedang tidak sibuk". Ucapnya.
"Emm, kalau boleh tau, memang nya Tante mempunyai berapa putra?". Tanyaku.
"Tante punya tiga orang anak, diantara nya 1 anak pertama laki laki, anak ke dua perempuan, dan yang terakhir anak laki laki juga". Ucapnya.
"Oh iya, semuanya sudah berumah tangga?" Tanyaku.
aduh ini mulut, Lagi lagi aku melewati batas dengan bertanya persoalan pribadi kepada beliau, seketika aku merasa maluuu, tapi dia menanggapi nya dengan santai dan kemudian menjawabnya.
"Belum semuanya kok, yang sudah menikah itu anak Tante yang perempuan, dan kedua anak laki laki Tante masih lajang loh,
jika kamu berminat boleh juga hhhe". Ucapnya.
"Hahaha, Tante bisa aja, tapi boleh juga Tante". Ucapku bercanda.
"Oh, kamu mau?, nanti Tante kenalin yah hehehe". Ucapnya.
Aku mengangguk kan kepala, sebagai jawaban Untuk candaan nya itu.
Ketimbang membahas soal pekerjaan, beliau lebih memilih untuk mengajakku berkeliling dan menunjukkan ku ke seluruh ruangan yang ada di mansion ini.
Kami hanya mengelilingi ruangan yang ada di lantai bawah saja, mungkin untuk lantai dua, tiga dan empat merupakan tempat yang tidak bisa sembarang orang kunjungi termasuk aku ini.
Kami beristirahat di gazebo halaman belakang sambil menikmati segelas minuman dingin yang telah di buat oleh maid tadi.
__ADS_1
"Kamu tau ngga perbedaan antara kodok sama katak?". Ucapnya.
'Kenapa sedari tadi dia selalu mengalihkan topik pembicaraan dengan hal hal konyol seperti ini', ucap ku dalam hati.
"Eh, ngga tau Tante, emang nya apaantu?". Jawabku.
"Masa ngga tau sih, padahal itu gampang loh?". Ucapnya.
"Iyah beneran Tante ngga tau✌️". Jawabku.
"Okay deh kalau kamu ngga tau, jadi Tante kasih tau kamu yah, bedanya kodok sama katak itu terlihat nampak dari penulisan katanya saja, ( kodok - katak ) tinggal kamu hilangin 2o nya dan ganti sama T, maka si kodok otomatis akan berubah menjadi katak". Ucapnya.
"___krik...krikk...krikkk.., hah?".
Aku terdiam dan mencoba mencerna kata katanya.
Aku menggaruk kepala yang tidak gatal, lalu seketika kemudian tersadar dan tertawa,
"Hahahaha ya ampun Tante hahaha🤣😅😭🤧". Ucapku.
"Loh kenapa kamu ketawa?". Ucapnya.
"Hhah abisnya Tante lawak ah hhha". Ucapku.
"Sumpah, beneran ngga ada yang lucu loh dis ini". Jawabnya.
Aku kembali terdiam, namun ketika aku menoleh ke wajahnya, kemudian aku kembali tertawa.
"Hahahaha, aduh sakit perut aku hahahaha". Ucapku.
"Aduh dasar yah kamu, Tante itu tadi cuma nanya loh ngga ada niatan buat jadi kang lawak". Ucapnya.
"Aduuhhh, hhha, tapi Tante itutu lumayan lucu, kirain aku Tante lagi mau ngelawak". Ucapku.
"Masa sih?, Yang kayak gitu kamu bilang lumayan lucu, padahal ngga lucu sama sekali Adisty, gimana kalau pelawak asli yang ngelawak, kamu pasti bakal jungkir balik yah?". Ucapnya.
''hahahaha, Tante tau aja🤣". Ucapku.
"Seneng deh liatnya, kamu anaknya ngga jaim yah hhha🤭". Ucapnya yang tertawa.
Aku pun tersadar akan ucapan nya itu, dan kembali mengontrol kan diri agar tetap tenang, Tapi aku engga bisa menahannya, karena aku terus inget dengan leluconnya itu.
"Hahahahah🤣, aduh ini engga bisa berhenti Tante😅😭🤧". Ucapku.
Saking betahnya, aku tidak menyadari
bahwasanya matahari sudah terbenam, Tante Alexis masih terus menahan ku untuk tetap di rumahnya, namun karena aku juga mempunyai banyak kerjaan dan juga aku harus membuat vlog lagi, aku berusaha untuk membujuknya dan membiarkan diriku untuk pulang.
.....
"Aduh ini si adis gimana sih udah di tungguin dari tadi ngga muncul muncul batang hidungnya tuh anak". Ucap chloe dalam hati.
Chloe sedari tadi kesal dan merasa resah harus menunggu Adisty selama dua jam lebih.
"Aduh, bener bener yah tuh anak, pengen gua jitak kali yah, mana sekarang handphone nya mati lagi". Ucapnya.
Chloe yang sudah kehabisan kesabaran, dia akhirnya beranjak dan berjalan keluar meninggalkan lobi apartemen, Namun seketika itu juga dia akhirnya melihat Adisty.
"Wahhh, hebat yah lu, mentang mentang udah jadi orang penting, lu udah mulai lupa diri dengan terus mengulur waktu dan buat gua nunggu lu sampai dua jam lebih anjing". Ucap chloe emosi.
"Yah, chloe sorry banget, sumpah gua ke jebak macet". Ucap Adisty.
"Tau lu gua cape yah nungguin lu datang, mana resepsionis itu liatin gua Mulu lagi njing dari tadi, pengen banget gua colok tuh matanya pake jari gua nih". Ucap chloe.
"Ya Allah, chloe sabar sayang, lu tau kan ini tuh Jakarta sayang". Ucap adisty.
"Ya elu sih make pulang segala waktu jam bubar nya kerja". Ucap chloe.
Karena emosinya masih menggelora, Adisty mencari cara untuk membuat nya tertawa dengan membuat sebuah lelucon konyol.
To be continued
_____________________________________________
Jangan lupa vote dan like untuk memberikan dukungan kepada author.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya
Bye👋🏻