
Episode 10
Setelah sekian lama jinan mandi untuk pergi kerumah ana, jinan pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, dan berapa terkejut nya jinan ketika ada orang yang berdiri di depan nya siapa lagi kalo bukan Fu Haifeng.
"Fu Haifeng!!? Ngapain di sini?" Tanya jinan sambil mengelus dadanya karna kaget
" Ini rumahku terserah dong mau di mana juga! " Dengan watados menjawab
"Ada apa? " Dengan nada lesu
"Aku lapar,, masakan sesuatu untuk ku! " Melipat tangannya
*
"Kan ada koki di dapur! " Jinan memotong pembicaraan
"Aish.. Kau ini membantah? Tau akibatnya? " Menaikan sebelah alisnya.
"Ya.. Ya tentu tahu dong. Baiklah kalau begitu tuan duduk santai dulu saya akan segera membuatkan makanan untuk tuan yang ter-ho-mat" Jinan dengan terpaksa dia harus tersenyum pada Fu Haifeng
"Nah gitu dong! " Fu Haifeng sambil duduk di sofa dekatt dengan jinan.
*
" Kalau begitu saya ganti baju dulu! " Masuk kamar
"Cepatlah aku lapar,, kalau sudah selesai ingatkan aku di kamar! " Tidak sabar daan pergi meninggalkan kamar jinan.
Setelah jinan ganti baju biasa, dia pergi ke dapur dan menyiapkan beberapa makanan untuk Fu Haifeng.
"Huft.. Akh akhirnya selesai juga!! " Jinan sambil mengelap keningnya dengan punggung tangannya. Lalu jinan naik tangga dan pergi menuju pintu kamar Fu Haifeng.
*
*
"Tuan makanannya sudah siap... " Suara jinan dari sebrang pintu kamar
"Ekhem...baik " Fu Haifeng mengerti
"Kalau begitu saya pergi... " Jinan berjalan menuju kamar nya lalu bersih bersih kembali.
*
*
"Gara gara si Fu Haifeng sialan gue harus mandi lagi! " Gwrutu jinan sambil membereskan rambutnya.
*
*
Lalu jinan keluar dari kamar nya menggunakan baju putih kebesaran nya dan celana jeans panjang, dan rambut di ikat , pake poni depan. Nampak lah jinan yang lucu dan imut
"Oh lupa tas gue... " Masuk kembali ke kamarnya
*
Tak - tak - tak
Seseorang turun dari tangga. Membuat Fu Haifeng yang sedang makan pun melihat ke arah tangga dan melongo melihat jinan
* kenapa dia jadi cantik? ** dalam benak Fu Haifeng
"Tuan aku berangkat dulu!! " Pamit pada Fu Haifeng yang masih melongo
"Tuan..? " Mengibas tangannya
"Ekhem" Kabur dari lamunan dan pura pura batuk.
*
"Waktu izin mu tinggal 4 jam lebih 20 menit lagi! " Kmbali makan
"APAA? " dengan lantang
"Hukk" Fu Haifeng langsung tersedak mendengar suara jinan yang teriak, jinan langsung mengambil air dan membantu meminumkan nya
"Bisa biasa aja gak sih kagetnya? " Fu Haifeng emosi
"Ya maaf lagian tuan kenapa di potong waktunya kan saya belum keluar " Protes nya
__ADS_1
"Terserah saya dong!! " Kembali minum air
"Huftt kalau begitu saya pergi .. " Berjalan keluar
" Tunggu sekarang sudah jam 16.30 , berarti pulang harus jam 20.10 ingat itu tidak boleh telat! " Mengingat kan
" Ehehehm .ba ...baiklah boss! " Mata merem menahan marah
" Dasar... Perhitungan banget sih!! " Gerutu pelan jinan sambil berjalan
Fu Haifeng yang mendengar hanya tertawa kecil mendengar kekesalan jinan
.
.
Jinan pun sampailah di rumah ana dan pergi mengantarkan ana belanja dengan riang dan bahagia
.
"Jinan ini buat lo!! " Sambil memberikan baju yang di pilih oleh ana
" Ehem,,, gak usah deh " Jinan menolak
"Jelek ya yaudah pilih yang kamu suka, buat nanti acara kampus" Ana kembali memilih baju yang dia suka
** oh iya acara kampus** dalam hati jinan
Setelah berkeliling jinan melihat satu setelah baju cupple berwarna putih bergambar patrick dan spongbob dengan ke bawahan celana pdl warna hitam.
" Ana baju itu kayak nya cocok buat kita cuplle ya! " Menunjuk ke arah baju itu
" Lucu banget kita ambil!! " Ana dengan gesit membawa baju itu
" Ada yang masih kurang! " Ana berpikir
"Apa? "
"Topi!! " Lalu mereka mencari topi yang mereka suka .
.
" Masih ada waktu 1 jam 10 menit lagi " Dengan suara pelan .
" Sudah lah aku sudah puas ini bagian mu dan ini bagian ku!! " Ana sambil membagi paperbag
Yang di pegangnya.
" Yaudah pulang yuk! " Ajak jinan
"Emm " Angguk ana
"Nanti kalau aku punya uang aku akan ganti! " Jinan karena tidak enak selalu melihat kan ana saat dia susah
" Apaansih kita kan sahabat!! " Ana sambil merangkul jinan
"Makasih ana karna kamu selalu ada di saat suka dan duka ,, tapi gue tetep bakal ganti utang gue! " Jinan Kekeuh
" Terserah tapi gue gak minta lho!! " Ana
.
.
Setelah jinan dan ana naik taxi jinan pun memutuskan untuk berhenti di pusat kota tepatnya di tempat taman bermain
" Kenapa mau turun di sini? " Tanya ana
" Kamu pulanglah duluan aku aku ke sini dulu! " Jinan sambil turun
" Jinan maaf aku gak bisa temenin kamu aku harus pulang nanti ibu ku bertanya tanya " Ana dengan sedih.
" Ibu- mu ya? Ya udah gak papa aku bisa kok, kamu cepat pulang nanti ibumu khawatir " Senyum
" Baiklah kalau begitu! Kamu hati hati ya bye bye! " Ana pun melaju
Jinan melihat kepergian mobil yang di kendarai ana semakin menjauh dari pandangan nya. Lalu ana melihat jam tanggan nya menunjukan baru pukul 19.25
" Masih ada waktu 45 menit lagi "
Lalu jinan berjalan menuju arah taman itu dan menduduki ayyunan di sana.
__ADS_1
Perlahan jinan menitikan air matanya karna disana adalah tempat terakhir dia bersama ibunya..
FLASHBACK ON
" Nanaa janga berlarian! " Suara Irene (ibu jinan )
" Aduh... " Jinan yang masih kecil terjatuh dia atas rumput
"Tuh kan apa ibu bilang! Jangan lari larian " Irene mengangkat jinan dan menggendong
" Mana ibu liat ada yang luka gak? " Melihat
" Ibu... Kenaa tipu!! " Jinan kecil Tertawa sambil mencolek hidung Irene
" Kamu membohongi ibu? Mau ibu hukum? " Irene sambil mengayunkan anaknya
" Ahahahaha ibu.... " Dengan suara mungil jinan kegembiraan jinan pun bersandar di paha Irene sambil menatap ibunya itu
*
"Nanaa dengar kan ibu,,,, suatu saat nana akan dewasa, nana harus tumbuh dengan baik, berteman lah dengan teman yang baik, tidak perlu banyak yang penting dia tulus pada mu, hormati guru dan orang yang lebih tua darimu! " Irene mengatakan pada jinan kecil
*
" Iya ibu.... Aku tahu ibu dapat menyaksikan aksi ku ketika dewasa " Mengepalkan tangannya semangat . irene yang mendengar putrinya pun hanya tersenyum
*
" Satu lagi jika suatu hari memilih pria cari yang mencintaimu, tidak apa jika kamu tidak mencintainya tapi asalkan dia mencintaimu kamu akan bahagia, dicintai lebih baik daripada mencintai" Pesan seorang ibu , jinan kecilpun mendengarkan dengan seksama
*
" Aku mengerti ibu.. Tunggu aku punya hadiah untukmu.. " Jinan kecil berdiri dari pangkuan sang ibu
.
" Ibu ini untukmu! " Jinan kecil memberikan bunga liar yang ada di sekitar taman dan tidak hanya bunga jinan meragut dengan rumput rumputnya
" Anak ibu emang paling baik kok sama rumputnya juga sih" Tersenyum
" Nanaa ambil lagi untuk ibu" Jinnan pergi menggambil bunga itu
*
*
Melihat anaknya yang baru 4 itu membuat hati Irene bahagia, namun perlahan air mata Irene perlahan terjatuh
" Maaf kan ibu nak,,, semoga kamu bahagia,,ibu.. Ibu sangat ingin melihat mu tumbuh dewasa,,, tapi ,, "
" Maaf kan ibu nak.... Ibu tidak bisa menjalankan tugasku sebagai ibu mu" Iren menangis meliahat punggung jinan kecil yang sedang berusaha merabut bunga
*
*
" Ibu... ? "
" Ibu? Jangan ngumpet! " Mencari Irene
" Ibu...? " Masih mencari
*setelah 1 jam menunggu ibunya jinan kecil membuka tasnya
"Ini apa? " Jinan kecil membuka sebuah kertas dan kalung liontin untuknya
" Hiks hiks.. Ibu.... Ibu..!! " Membaca pesan kertas
"Ibu.. " Teriak jinan kecil mengangis
*
FLASHBACK OFF
Terimakasih sudah mampir ke karya aku.. Ini karya asli karangan sendiri dulu pernah buat karya seperti ini judulnya prilaku dan pertikaikan nya namun akun aku lupa akun FB dan tidak bisa di lanjutkan dan ini adalah salinan dengan judul baru yaitu METEOR GARDEN
*
Semoga kalian suka!! ❤😁
"
__ADS_1