Aktor Yang Kubenci Jatuh Cinta Padaku

Aktor Yang Kubenci Jatuh Cinta Padaku
13. Bubur Asin


__ADS_3

Episode 13


"Emmmh? " Jinan masih ingin tidur


" Makan dulu!! " Fu Haifeng dengan lembut.


Jinan pun terbangun, dan perlahan duduk "Makan dulu,,,, sudah ku buatkan bubur untuk mu! " Fu Haifeng datang membawa mangkuk berukuaran besar itu, Jinan bertanya tanya dalam hati apa yang terjadi padanya, kenapa mendadak jadi anehh,


Karna penasaran Jinan pun mengecek suhu kening Fu Haifeng dengan punggung tangannya " Tidak masalah! " Ujar Jinan menyamakan dengan suhu tubuh nya. wajah Fu Haifeng sedikit merona hanya karna di sentuh oleh tangan Jinan saja.


" Ada apa denganmu?" Tanya Jinan kepada Fu Haifeng karna perlakuannya berbeda 360 ° .


"Tidak kenapa ! Cepat habiskan! " Fu Haifeng salting, " Itu mukamu kenapa merah? " Tanya Jinan sambil menilik wajah Fu Haifeng yang sedang salting itu, " Gak ada!! Cepat habiskan!! Atau besok jangan harap bisa keluar!! " Tegas Fu Haifeng .


Lalu Jinan mengangguk kesal, melihat mangkuk yang di bawa Fu Haifeng membuat nya menganga tidak percaya.


** busyet dia mau beri makan babi? Ini bukan mangkuk tapi ember!! *** dalam hati Jinan sambil menelan savilanya susah.


" Fu Haifeng?? " Jinan memanggil pelan


" Emm? " Fu Haifeng yang sedang berdiri menengok ke arah Fu Haifeng


*** apa dia mau gue suapin?? ** hati Fu Haifeng tiba tiba bergetar karna asumsi sendiri, kebayang gak bagaimana seorang Fu Haifeng menyembunyikan rasa salting nya?


" Itu...!! Apa kau berpikir itu adalah mangkuk? " Tanya Jinan sambil menunjuk mangkuk yang besar itu. " Ahh? M, m, m" Fu Haifeng mengangguk ngangguk .


** emang ada yang salah dengan mangkuk nya ya** tanya dalam hati dengan polos, Jinan langsung geleng geleng kepala prustasi,, masa baskom di sebut mangkuk.


" Tapi sepertinya aku tidak bisa meng.. Habiskannya.. " Dengan nada biasa dia berkata


" Gak mau tau harus di habiskan! " Fu Haifeng dengan nada menekan, lalu Fu Haifeng membawa mangkuk itu dan menyerahkan kepada Jinan.


" Tapi... " Memelas.


" Haish ini hasil masakan ku apa kau mau buat aku kecewa? Hah? " Fu Haifeng sambil mengaduk bubur itu lalu meniupnya . "Masakan mu? Pasti gak enak!! " Jinan mengejek, membuat emosi Fu Haifeng sedikit naik level


" Buka mulutmu.. Aaaa" Walaupun Fu Haifeng sedikit emosi tapi dia tetap menahan emosinya.


Jinan dengan ragu ragu melihat bubur yang di sediakan oleh Fu Haifeng takut nya di kasih racun.


" Lo gak nyimpen apa apa kan ke dalam bubur ini? " Mataa memicing curiga kepada Fu Haifeng


** ini bubur yang pertama kali gue buat, tapi dia dengan gampang nya menuduh gue mau ngeracuninya,,, ckk kenapa ya? ** dalam hati Fu Haifeng


" Ngeracunin? Maksud lo? " Fu Haifeng dengan tampang biasa saja. " Iya bisa aja kan? " Jinan bola mata memutar.


" Apa keuntungan nya buat gue? Hah? " Fu Haifeng menunjukan sisi sombongnya.


** mulai lagi deh kumat kegilaannya** Jinan dalam hati .


" Oh gak percaya? " Nada menaik karna kesal Fu Haifeng lalu membuka mulutnya dan memakan bubur itu, tidak habis satu sendok Jinan langsung menahan tangan Fu Haifeng dan mengarahkannya untuk bisa masuk ke dalam mulut Jinan.


Fu Haifeng melongo melihat Jinan memakan langsung sisa bubur yang dia makan, otomatis membuat wajahnya merah merona.


*** dia memakannya.... " Mata Fu Haifeng langsung membelakak...


. 2 detik kemudian


" Pufftt... Asin...! " Fu Haifeng mengelap lidahnya dengan tisu dan berteriak keras mencaci makanan yang dia masak sendiri, karna bubur itu terlalu.


*** sebenarnya dia masak pake garamnya berapa sendok sih,,kok asin banget*** Jinan yang samaa merasa asin hanya bisa tersenyum pahit merasakan asinnya bubur itu.


" Jangan di maakan!! " Bentak Fu Haifeng, lalu Fu Haifeng memberikan segelas air minum.


Namun dengan sifat jiinan yang sabar dalam menghargai , dia merebut mangkuk itu dan memakan bubur itu perlahan.

__ADS_1


..


" Muntahkan Jinan!! Muntah kan itu !! " sambil menepuk nepuk leher Jinan, supaya Jinan memuntakan buburnya. Keadaan nya Malah Fu Haifeng yang lebih panik dan frustasi.


" Hukk,,, uhuk " Jinan tersedak karna ulah Fu Haifeng, yang menepuk sampai tersedak.


" Ini minum!! Sudah ku bilang jangan di makan!!" memberikan minum sambil menggerutu, membuat Jinan yang berhati baik itu malah emosi,,,


" Fu Haifengggg!! Kau yang membuatku tersedak!! Bukan salah bubur nya!! " Geramnya.


" Iya jangan di makan!! " Fu Haifeng menarik mangkuk itu tapi Jinan tidak melepaskannya.


" Jangan di buang sayang makanannya!! " Jinan dengan nada ke ibu an .


" Nanti aku buatkan lagi! " Fu Haifeng dengan mata peduli namun agak membentak.


" Gak papa lagian gak terlalu asin ko!! " Menyuap satu sendok bubur ke dalam mulutnya.


" Ya su.... Sudahlah ter.. Serah"


Wajah Fu Haifeng kembali memerah karna melihat Jinan yang menghargai makanan yang dia buat,, dia pun tersenyum tipis.


" Sini biar aku suapi" Fu Haifeng merebut mangkuk dari tangan Jinan


" Tapi... " Jinan dengan nada memelas


" Disini aku yang jadi boss!! Jadi kau harus mendengar apa kata boss!! " Dengan tampang yang sombong.


*** manusia ini cepat sekali berubah nya... *** cibir dalam hati Jinan.


.


" bintik bintik nya gatal gak? " Tanya Fu Haifeng dengan nada peduli.


"Enggak, cuma kalo kena air pasti perih" Tutur Jinan sambil membolak balik tangannya melihat benyaak bintik-bintik.


" Bu.. Bukan membully gue,, cuman becanda doang " Merasa sedikit bersalah, tapi Fu Haifeng masih menyuapi Jinan .


*


*


" Fu Haifeng sebenarnya lo tuh manusia baik atau jahat sih? " Tanya polos Jinan.


** pertanyaan macam apa ini🤪 apa aku seperti orang gak jelas di matanya** kesall dalam hati .


.


" Dimatamu?? " Fu Haifeng menjawab datar padahal sangat menahan emosi.


" Menurut gue,....lo... Tidak menentu!! Kadang baik,,, kaya sekarang,,, tapi kadang kaya orang yang jahat dan kejam " Jinan dengan jujur mengungkapkan isi hatinya.


" Apa begitu? " Fu Haifeng merem sembari memaksakan tersenyum.


** apa gua terlalu jujur??** baru sadar melihat mimik wajah Fu Haifeng yang menahan marah.


" Emmm,, kegiatan kampus apa kalian grup F-se akan ikut berpartisipasi? " Mengalihkan pembicaraan,,


" Gak penting!! " Masih kesal. " Oh" Singkat jinaan menjawab.


.


Fu Haifeng dan Jinan semakin dekat, kedekatanya membuat Fu Haifeng semakin merasa nyaman, walaupun Jinan sering kali membuat Fu Haifeng emosi tapi Fu Haifeng merasa senang ketika berada di samping Jinan.


" Sudahlah aku sudah kenyang!! Makasih" Jinan mencoba meraih air minum.

__ADS_1


" Katanya gak boleh membuang makanan!! Habiskan!! " Fu Haifeng menyuruh Jinan menghabiskan bubur yang masih banyak.


" Apa kau mau membully aku lagi?? Tuh kan kau itu mudah berubah nya!! " Gerutu kesal.


" Ya udah kalo gak mau!! " Fu Haifeng berdiri dari duduk nya dan melangkah pergi.


" Ehh tunggu!! " Jinan memanggil , sehingga Fu Haifeng berhenti dan menengok kearah Jinan .


" Apa lagiii!! " Tanya Fu Haifeng.


" Sini dulu!! " Melambaikan tangan


** apaansih ** Fu Haifeng pun kembali duduk dengan mata lesu. Lalu jinann menarik tengkuk leher Fu Haifeng sampai dekat dengan wajah nya, perlakuan Jinan membuat Fu Haifeng auto merah dan berasumsi Jinan bakal menciumnya.


** ak.. Aku belum siap** isi hati Fu Haifeng seolah dirinya mau di lecehkan.


**


" Tadi aku tidak memperhaatikan,,,, " Jinan menatap salah satu mata Fu Haifeng.


GLEKK ' Fu Haifeng menelan susah savilanya karna jarak mereka sangat dekat sekali.


" Matamu sudah sembuh yaaaa?? " Jinan mendorong kembali Fu Haifeng yang sudah salting itu.


"Ahh? " Fu Haifeng baru teringat pada akting matanya.


*** MA.. MATI GUE!!! Harus jawab appa coba!! Bodoh!! *** dalam hati, kini Fu Haifeng keluar keringat dingin.


" Tadi kata dokter, harus di biasa... Di biasakan melihat warna... Takut.. Takutnya nanti buta... Buta warna " Fu Haifeng menjawab dengan sangat gugup.


" Benarkah?? Kau tidak membohongi ku kan??" Mata memicing curiga.


" Ya be.. Benarlah..!! "


" Tapi matta mu terlihat sangat sehat!! ? "


" Iya karna terapi mata!! " Membolakan matanya


" Sudah tidurlah sudah malam!! " Fu Haifeng menutup wajah Jinan dengan selimut.


" Fu Haifengggg!!! " Membentak kesaal


" Istirahat lah...." Fu Haifeng melangkah pergi keluar, lalu menutup pintu.


*** tadi karna marah, ,jadi lupa acting.. Haduh kok bisaaa,,,.kukira dia mau mencium gue tadi. ***


sambil berjalan dan menggeleng gelengkan kepala tidak habis pikir.


.


.


Aduh makasih banget yang udah mampir,,, aku lagi semangat nih,,, kalian kalo ada masukan silahkan komen di bawah nanti aku tanggapi bagaimana kelaanjutannya,,, aku berencana mau ganti judulnya dan sampulnya,, setuju gak...


..


Autdor baru nih.


Bakal up tiap hari.., itu juga


Semoga bisa yah..


Support nya dong kakak


Biar semangat aku aku garangnya!! 😜😜

__ADS_1


.


Gimana menurut kalian ceritanya? seru gak?


__ADS_2