
Episode 17
Tok-tok tok
Tidak ada jawaban dari jinan, membuat Fu Haifeng sedikit khawatir. Lalu Fu Haifeng pun masuk dan melihat ke ranjang milik jinan dan benar saja jinan masih tertidur pulas.
Fu Haifeng yang sedang lapar tidak bisa membangunkan jinan karna jinan terlihat sangat kecapean kemarin.
Fu Haifeng yang sedang lapar ingin masakan jinan pun turun dengan lesu,daripada membangun kan jinan dia memilih untuk makan apa saja "buatkan makanan untuku" Suruh Fu Haifeng kepada pelayanannya. "Baik tuan".
Para pelayan terlihat sangat gesit karna takut Fu Haifeng mengamuk. Makanan yang di buat para pelayan itu akhirnya selesai di buat.
" Silahkan tuan" Ucap salah satu pelayan
Fu Haifeng menilik nilik makanan itu,walaupun masakan dihadapannya dibuat oleh tangan yang bersertifikat namun di lidah Fu Haifeng masakan jinan yang terbaik. setelah Fu Haifeng merasakan masakan yang di buat jinan dia selalu ketagihan dan menjadi makanan favorit nya.
Fu Haifeng menelan satu sendok nasi di piring nya, para pelayan terlihat sangat tegang dan keluar keringat dingin karna Fu Haifeng akhir akhir ini selalu mengamuk ketika melahap makanannya.
"Huekk,,, siapa yang buat ini? " Fu Haifeng masih dengan nada normal namun mengandung sejuta tekanan untuk pelayan nya itu "S-saya tuan! " Ucap salah satu koki itu sambil mengacungkan tangannya dengan gugup dan ragu ragu.
"Kau dipecat!! "
"Ta-tapi tuan"
"Anton seret keluar!! "
Lalu orang yang bernama anton pun datang dan membawa pelayan itu keluar. Tidak sampai di sana Fu Haifeng mencoba hidangan yang lain lagi.
Prangg!!!
Dijatuhkannya piring di lantai membuat para pelayan kaget dan panik. Tidak tahu apa maunya Fu Haifeng kenapa dia selalu saja merasa masakan dari rumahnya itu sangat menjijikan di lidahnya.
"Kalian di pecat!! " Tegas Fu Haifeng.
"Ada apa ini? " Tiba tiba jinan datang ke hadapan Fu Haifeng yang sedang mengamuk.
** manusia ini pasti mengamuk seperti biasa*** isi hati jinan. Lalu jinan mengikat rambutnya dan pergi ke dapur, Fu Haifeng hanya diam tidak berkata kata.
"Kalian keluar dulu!! " Kata Fu Haifeng
"Baik" Para pelayan sangat tegang karna kelakuan Fu Haifeng tapi untungnya mereka tidak jadi di pecat karna ada jinan yang menyelamatkan.
__ADS_1
15 menit kemudian Fu Haifeng masih setia di tempat makannya. Jinan pun keluar dari dapur dan hanya membuat nasi goreng untuk Fu Haifeng.
"Makanan ini? " Fu Haifeng menunjuk nasi goreng itu karna teringat di kantong jinan ada makanan yang seperti ini. Fu Haifeng seolah menolak karna dia tidak mau makanan yang sama dengan pemberian laki laki itu. Padahal tidak ada yang memberi nasi goreng kepada jinan.
"Iya kenapa? " Jinan melihat nasi goreng yang di tunjuk Fu Haifeng.
"Gak mau!! Ganti!! " Fu Haifeng ngadat mau makanan yang lain.
KEURUUUUKK -- suara perut Fu Haifeng yang jujur ingin makan, membuat jinan tertawa namu dia menahan tawanya, dan Fu Haifeng melihat ke arah lain karna malu dengan wajah nya yang memerah.
"Perutmu lebih jujur yah ffftthh.. " Jinan duduk di samping Fu Haifeng dan menahan tawa. "Jangan ketawa!! " Fu Haifeng membentak "iyaa hehe aku berhenti...hahhaha fttthh.." Bukanya berhenti tertawa dia malah makin ketawa. "Berhenti !!Gak mau makanan ini!! " Fu Haifeng nentereung gak mau nasi goreng. "Haish jangan buang buang makanan!! Duduk!!" Ucap jinan yang membuat Fu Haifeng pun duduk di kursi nya. Lalu jinan mengambil satu sendok nasi goreng dan mengangkatnya.
Fu Haifeng mengura jinan akan menyuapi nya, namun dia punya taktik dia berniat akan menolak jika jinan menyuapi nya.
"Amnyam nyam " Bukannya menyuapi Fu Haifeng yang sedang lapar jinan malah melahap nasi goreng nya sendiri.
"Kau tidak sopan!!bagaimana majikanmu belum makan dan kau makan duluan!!"
"Daripada di buang mending di makan kan? " Dengan santai jinan melahap nasi goreng, "kemarin aku beli nasi goreng untukmu tapi sekarang sudah aku buang " Tutur jinan.
"jadi makanan itu untuku? "
***kukira dari pria lain ternyata untuk ku? ***
"Hufft" Jinan menelan makanannya,membuat Fu Haifeng melelan ludah karna melihat jinan yang seperti makan enak.
"Berikan padaku!! " Fu Haifeng merebutnya dari tangan jinan.
"Mmm.. Fu... " Mulut jinan yang masih penuh nasi. Lalu Fu Haifeng melahap satu sendok nasi goreng goreng tersebut
**emm enak** jantung Fu Haifeng serasa melayang ketika memakan nasi goreng karna dia baru pertama kali merasakannya.
Tapi wajah Fu Haifeng masih dikontrol dengan baik dan stay cool. "Fu Haifeng!! Katanya gak mau!! " Jinan menautkan alisnya dan menaikan bibirnya. "Aku lapar,, jadi terpaksa" Fu Haifeng masih melahap nasi goreng nya.
"Lagi!! " Ucapan Fu Haifeng membuat jinan melirik ke arah nya. "Apa?" Jinan yang kesal di tambah kesal. "Bossmu masih lapar" Ucap Fu Haifeng dengan santai.
**dia yang bos gue yang bawahan yah? Apess baget mager** dalam hati jinan. "Emm,, gini bos di sini kan banyak hidangan jadi,,, jangan di buang,,, menghemat,, " Jinan sambil berdiri.
"Gak mau... "
Jinan menyerengit kesall "tapi.... "
__ADS_1
"Tapi apa..? " Jinan memotong ucapan Fu Haifeng. "Tapi kalau kau mau menyuapi aku.. Aku akan makan" Fu Haifeng masih cool ***manusia ini!!! Dasar Bayikk!! *** benak jinan. "Baiklah boss" Jinan membawa salah satu hidangan di meja tersebut.
**apa? Dia mau menyuapi ku? Padahalkan..** Fu Haifeng mengicep ngicepkan matanya gak percaya.
"Aa.. "
Fu Haifeng masih melongo dan melahap makanan yang di tangan jinan. **ke,,kenapa jadi enak? ** dalam hati Fu Haifeng bertanya tanya kenapa ketika jinan menyuapi nya makanan itu jadi lebih enak. Wajah jinan memerah ketika melihat Fu Haifeng yang terus menatapnya seperti anak kecil. Begitupun Fu Haifeng yang memperhatikan jinan seperti ibu ibu yang sedang memberi makan anaknya.
**bayikk ini mau sampai kapan beres
makannya? ** jinan masih menyuapi Fu Haifeng walaupun sudah habis beberapa piring juga. "Hei jinan apa kau pikir aku tampan? " Fu Haifeng narsis nya mulai kambuh. "Mhhhem.. Tampan ya? Iya.. Bos yang paling tampan" Jinan memaksakan tersenyum. "Benarkah? "
"Iya tuan adalah pria tertampan setelah a.. " Jinan berhenti meneruskan tutur katanya. "Apa?? Aku pria tampan setelah siapa?? " Fu Haifeng marah seketika, mendengar ucapan jinan yang menusuk dada, karna orang lain selalu berkata Fu Haifeng adalah pria paling tampan di kota B. Bahkan dia mendapat penghargaan dari ketampanannya.
"Tidak ada.. Tuan paling tampan,,,"
"Jangan bohong!! Katakan pria mana yang lebih tampan dariku? " Fu Haifeng memaksa jinan berbicara pria yang tampan sebelum Fu Haifeng, sebenarnya jinan mau berkata kalau pria yang tampan itu adalah ayahnya.
"Tidak ada.. "
"JINAN!! " Fu Haifeng membentak sambil berdiri entah kenapa Fu Haifeng marah ketika jinan berkata ada yang lebih tampan darinya.
"Dia sudah mati!! " jinan menjawab Fu Haifeng. "Si-siapa yang mati? " Fu Haifeng ragu ragu karena sudah membentak jinan. Dan mempelankan suaranya.
"Ayahku" Ucap jinan, Jantung Fu Haifeng terasa tertusuk ketika mendengar jawaban jinan, dia merasa apa yang dilakukannya terlalu keterlaluan.
***harusnya aku tidak memaksanya,, tapi kenapa aku emosi mendengar dia mengatakan ada pria lain lebih tampan dariku, seolah aku takut kehilangan*** Fu Haifeng merasa bersalah.
"M-ma-maaf... " Fu Haifeng pelan, dengan wajahnya yang tidak tau harus apa yang dilakukan. "Tidak apa.. He.. Apa kau masih lapar" Jinan tersenyum sambil menutup matanya teihat jinan yang sedang rapuh tapi ingin tetap tegar.
"Jika gak mau senyum jangan di paksa jelek.. " Fu Haifeng duduk kembali, jinan pun tidak senyum lagi dan dia kembali diam **aduh.. Dasar kenapa malah membuatnya sedih.. Lagi** dalam pikir Fu Haifeng.
"Aku sudah kenyang" Fu Haifeng berdiri dan melangkahkan kakinya naik tanga berniat pergi ke kamarnya, meninggalkkan jinan yang sedang duduk di kursi.
"Jinan kau sudah membaik? " Tiba tiba suara seseorang dari belakang jinan, dan menghentikan langkah kaki Fu Haifeng. Dan jinan menengok ke arah suara.
"Lee? " Jinaan melihat sosok Lee yang membawa buket bunga di tangan nya. "Kenapa dia kemari? " Gumam Fu Haifeng.
"Aku sudah membaik" Jinan berdiri mendekati Lee yang sedang berdiri di samping nya. "Ini" Lee menyerahkan buket bunga nya ke pada jinan. "Uwwah makasih" Jinan menerima bunga itu. Fu Haifeng yang melihat dari atas merasa kesal dan dia pun turun kembali.
"Ini untukku!! " Fu Haifeng merebutnya dari tangan Jinan. "Apa yang kau lakukan? Jelas jelas dia memberikan nya pada ku! " Jinan tidak Terima. "Feng.. Kapaan kau suka bunga? " Lee tersenyum melihat Fu Haifeng yang menghirup aroma bunga itu. "Uhukk.. " Fu Haifeng karena gengsi menjauhkan bunga di tangannya. "Iyah.. Aku suka bunga.. " Fu Haifeng gelagapan sendiri.
__ADS_1
Lanjutkan anak muda✌aku minta likenya dong itung itung parkir, jangan lupa suscibe akun saya, gak kenal maka gak sayang maka kenal dulu biar sayang... 😁😌
**logat dan #TeguhSuandi 🤣🤣🤣