
Episode 05
"oh ya kalo di luar lo jangan panggil marga gue ya! "Jinan sambil mengambil selimut
" Kenapa?" Ana sambil keheranan
"Dilarang sama bokap gue"Jinan sambil tiduran
" Apa sampai segitunya?? "Ana menarik selimut Jinan
" Iya,,, udah gue mau tidur ".
" Jinan hidup lo benar sulit ya! " Ana sambil berbaring
"Jinan terus sekarang tinggal dimana? " Ana dengan nada kwatir
"Gue tinggal di kontakan di dekat kampus" Jinan
"Kenapa lo gabilang sama gue kalo gitu kan bisa Lo tinggal sama gue..." Ana
Jinan lo bener bener kasihan ditinggalkan ibu saat lahir tidak tahu parasnya, sekarang lo diusir dari rumah hanya karena menolak tunangan.... Jinan sampai kapanpun gue bakal ada di sisi lo... Sekarang yang peduli sama lo gak banyak,,, gue bakal peduli dan percaya sama lo
"Jinan lo udah tidur ya! " Ana sambil menutup mata
"Selamat malam... " Ana sambil tidur
Ana sudah tidur ya,, ana makasih lo masih ada di sisi gue lo temen paling baik
Di tidurnya Jinan sambil meneteskan air mata
*
*
*
"Malam tadi nyenyak gak? " Ana sambil mengendarai mobil
"Iya makasih anaa! " Jinan sambil senyum manis
*
*
* Jinan jika lo mau cerita tinggal kabari gue ya... Jangan di pendem sendiri" Ana sambil srius
Ana dan Jinan sudah terpisahkan karna kelas setelah bercerita pada ana membuat ana sedikit melepaskan beban hati yang mengganjal
"Bulan depan akan ada camping di gunung shuni,, saya beritahu kalian dari sekarang agar kalian tidak melewatkan sesuatu yang penting" Dosen kelas Jinan
" Ahh kan masih lama pak!!" Sisi teman satu bangku
"Iya makanya supaya kalian tau! " Pak dosen
"Jinan lo ikut gak? " Sisi bertanya pada Jinan
"Gak tau tuh! " Jinan dengan singkat
"Satu hal lagi,.. Kalo ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa" Pak dosen
"Kalo gitu anggota F-se ikutan dong pak? " Penggemar F-se
"Mungkin seharusnya iya! " Pak dosen
"Kalo gitu gue harus cari bahan dan barang dari sekarang hehe kalo beneran anggota F-se jarang jarang ikutan yang kaya ginian" Para siswa saliing bercakap
F-se lagi... Akhh apa bagusnya anggota F-se ini si? Cuma tampang doang gak ada tatakrama huhh dasar
__ADS_1
*
*
"Akhirnya kelas sudah selesai juga"Jinan sambil menutup buku
" Lapar banget gue kabarin dulu ana deh"
Lalu Jinan mengeluarkan HP dan mengirimkan pesan
Lalu ana membalas
"Jinan maaf gue mau jemput orang tua gue di bandara lo baik baik ya dijalan... Pintu rumah selalu terbuka buat lo .. Lo masuk aja ada si bibi" Ana membalas SMS dari Jinan
. "Ya udah kalo gitu" Jinan pulang sendiri jalan kaki dan ketika menunggu di halte dia bertemu dengan seorang nenek tua yang menolak naik mobilnya dia ingin jalan kaki
Lalu Jinan langsung menhampiri orang orang yang mencoba menarik nenek tua itu!
" Culikkk" Jinan berteriak dengan keras
"Mana? Dimana"
Kok penculik ini nanya dimana penculiknya? Ya apa aku salah sangka
"Di mana culik nya? " Orang yang menarik nenek itu bertanya
banyak orang yang bengong
"Eh bukannya mas ya culik nya? " Jinan sambil gugup
Jinan salah sangka Padahal bukan culik melainkan orangnya nenek tua itu wajah orang itu langsung surammm
"Hahahhaha " Nenek tua itu tertawa
"Kenapa nenek " Jinan dengan wajah polos
"Apa kalian mencariku? " Tiba tiba seseorang datang menghampiri
"U..Lee nenek sangat merindukan mu...!! " Nenek itu langsung memeluk Lee Yong
"Nenek ngapain kesini!? " Lee bertanya
"Nenek sangat merindukanmu,,nenek mau ngajak kamu makan! Dimana FeFeng" Nenek sambil senyum
" Sekarang Haifeng sedang ada urusan mau makan sekarang yaudah " Lee sambil mengiring neneknya masuk mobil
Anak ini kelihatannya baik _ nenek dalam hati
"Sebentar dia tadi menyelamatkan aku dari penculik jadi, demi balas budi,,, na k maukah kau ikut kami makan? " Nenek mengajak
Tiba tiba wajah jinan langsung merunduk dan temerenung
Balas budi?
Balas budi?
Balas budi?
AYAH
Jinan dalam pikir
"Ada apa? " Nenek bertanya
"Tidak ada... Aku tidak bisa ikut dengan kalian karna.. " Jinan tiba tiba di tarik oleh nenek
"Kenapa masih berfikir ayo! " Nenek menarik Jinan untuk masuk, jinan menatap mata Lee
__ADS_1
" Tidak aku masih ada yang harus ku kerja kan.. Makasih atas tawaran nya mungkin lain kali" Jinan sambil mundur
"Lain kali? Baik lah kali begitu,,kamu berjanji kan?" Nenek sambil naik mobil disusul oleh Lee Yong.
"Aku janji" Jinan sambil senyum pada nenek tua itu
Mobil pun langsung maju dengan cepat.. Lalu Jinan memutuskan akan jalan kali tidak jadi naik bus
"Bos target sudah terlihat"
"Tangkap!!! "
Lalu tiba tiba ada orang yang menyergap jinan dari semak semak dan memaksa jinan untuk masuk mobil. Jinan memberontak namun dengan empat pengawal Jinan tidak bisa melawan dan para menculik itu menyita HP nya Jinan
" Siapa kalian mengapa kalian menculik ku?? " Jinan sambil teriak
"Diam!!! " Salah satu menyuruh jinan diam
"Cepat kasih tau siapa yang menyuruh kalian ini?? " Jinan kembali teriak
"Diam nona atau aku pukul kau! " Penculik itu mengangkat tangannya
"Jangan!!! "Jinan mengira dia akan memukul nya padahal penculik itu hanya ingin menggaruk kepalanya
Ahhh bagaimana ini harus bagaimana.. Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini tenang Jinan!
Dengan cepat mobil membelah arah dedaunan kering dan membelesat ke arah perkotaan dan berhenti di sebuah hotel dan memaksa jinan masuk dengan paksa
Apa hotel??apa yang diinginkan para penculik ini jangan jangan
Oh tidak aku harus beri isyarat pada pelayan di sini untuk menyelamatkan ku
Lalu Jinan menjatuhkan sebuah vas bunga yang ada di dekat kasir
" Apa yang kau lakukan? " Penculik itu bertanya
" Mohon maaf Nona kau menjatuhkan vas bunganya,,anda harus menanggung atas kerugiannya! " Pelayan itu berkata
"Tentu saja aku akan mengganti rugi tapi aku tidak bawa uang sepeserpun sekarang"
Cih wanita ini membuat onar saja
Lalu penculik itu menatap para wanita pelayan itu mengisyaratkan sesuatu
"Nona masalah ini sudah tidak perlu di pikirkan, silahkan nona meneruskan keperluan nona" Para pelayan itu dengan ketakutan
Jinan dibawa hotel mewah, dia sebenarnya ingin tau siapa yang menyuruh mereka ini, Jinan berharap keajaiban datang merobohkan hotel yang ditempatinya
Jinan di paksa masuk ke salh satu kamar,,,
"Lepaskan keparattt...!! " Jinan teriak
"Nona tenanglah kami tidak akan melakukan apapun padamu!! " Penculik itu
"Bos dia sudah di tempat" Penculik itu sedang mengobrol di telpon
"Baik bos"
Apa yang akan dia lakukan.. Tidak aku harus bisa kabur dari sini!
"Cheng lakukan tugas kalian" Penculik itu memanggil seseorang masuk
Masuklah seorang pria setengah wanita membawa sebuah koper sambil bergaya selayaknya seorang banci
"Bos apakah dia orangnya?? " Cheng si banci sambil menyentuh pundak penculik
"Iya, jangan sentuh aku! Cepat lakukan apa yang harus kamu lakukan!" Penculik itu merasa jijik pada si banci cheng
__ADS_1