
Episode 14
Pagi hari, jinan sudah bangun dan bersiap untuk membuat sarapan, kini keadaan jinan lebih baik, bintik bintik merahnya pun sudah mulai memudar.
" Hai jinan " Sapaa xhi cunan yang pagi buta sudah duduk di sofa rumah Fu Haifeng. " Euh.. Hai juga!! " Jawab Jinan dengan senyuman terpaksanya.
Setelah menyapa xhi cunan jinan pun pergi ke dapur untuk masak sarapan pagi, bukannya diam di tempat, xhi cunan malah mengintil jinan ke dapur.
" Wahh,,, jinan ternyata kau bisa memasak juga ya! " Tanya xhi cunan sambil melihat pergerakan jinan dengan fokus " Emm.. " Jinan malas menjawab pertanyaan xhi cunan.
" Boleh kah aku mencicipi masakanmu? " Dengan mata berbinar binas serta wajah yang dipenuhi harapan. Melihat xhi cunan yang terlihat sedang ngidam, jinan pun tidak menggubris permintaannya.
" JINANNN!!!! " teriak seseorang yang membuat suara menggelegar di ruangan itu. Dan siapa orang nya? Tentu saja Fu Haifeng. Lantas melihat jinan yang sedang masak ditemani oleh xhi cunan membuatnya sedikit kesaal, terlebih lagi tubuh jinan yang sedang sakit, dan malah memaksakan untuk masak sarapan pagi.
" Sini kau!!! " Fu Haifeng menarik tangan jinan untuk keluar dari dapur. " Aww tuan sakit!!" Ringgis jinan karna tangannya di cekal kuat oleh Fu Haifeng.
"Feng!! Apa yang kau lakukan!! " Xhi cunan menangkap tangan kiri jinan supaya Fu Haifeng tidak membawa jinan.
" Lepas!! " Dengan nada dingin Fu Haifeng menyuruh xhi cunan untuk melepaskan tangannya jinan. *** ada apa dengannya?? ** tanya jinan dalam hati .
" Fu Hai...feng ada apa sih!!?lepaskan !! Sakit" Jinan mencoba membuka jari jari tangan Fu Haifeng supaya lepas darinya. Fu Haifeng tampak marah ketika mendengar ucapan jinan yang memintanya melepaskan nya. Lalu Fu Haifeng menarik nafas dan melepas tangan jinan.
__ADS_1
" Siapa yang memberi izin padamu untuk masak? Hah" Fu Haifeng mencoba menahan emosi nya dan mencoba berepresi biasa.
" Bukankah ini tugasku!!? Aku tidak mau makan gaji buta! " Ucap jinan dengan wajah serius.
" Apa kau tidak lihat kondisimu sendiri!! Kalau kau sakit lagi akan sangat merepotkan!" Fu Haifeng memutar bola matanya. " Sakit??jinan sakit???" Tanya xhi cunan yang dari tadi hanya menyimak saja.
"Diam kau!!! " Bentak Fu Haifeng kepada xhi cunan, bentakan itu membuat xhi cunan menelan ludahnya sendiri.
" Fu Haifeng tolong jangan lebayy,,!! " Timpal jinan sambil mengayunkan tangannya. " Tapi aku tidak menyuruhmu masak !! kau tidak memperhatikan diri sendiri. Jika kau sakit aku.....aku... "
"Aku apa ? " Tanya shi Cunan memotong pembicaraan fu Haifeng. Mata Fu Haifeng sedikit membelakak mendengar xhi Cunan yang memotong pembicaraannya. Fu Haifeng lalu menatap kembali ke arah jinan ,dan mengatakan "a... aku akan kerepotan lagi!!jangan tambah masalah lagi! "tekan Fu Haifeng kepada Jinan, "Benarkah?" lagi lagi xhi Cunan yang menjawab dengan mata yang sedikit memicing , "Diam ! Keluar dari aku tidak menyambut mu !!" Fu Haifeng terlalu kesal dan dia pun mengusir temanya itu.
" Huh tidak berperasaan!! " Xhi cunan sangat kekanan dan dia pun menjauh dari Fu Haifeng dan jinan.
"Sepertinya aku tidak perlu merawat mu lagi deh!"
"Apa ?.. "
. "Iya kan matamu Sudah sembuh, Jadi untuk apa aku disini, lagian bukannya aku sangat merepotkanmu ? " Jinan menutup Sebelah matanya, entah apa yang sedang direncanakan oleh Jinan, hingga dia berkata demikian. Fu Haifeng terlihat sedang mencerna otaknya dengan keras.
"Eh bukannya kau berjanji akan merawatku Selama 10 hari kan?"tanya fu Haifeng .
__ADS_1
"Tapi kan kau sudah sembuh !!" ucap jinan Perjanjian tetap saja perjanjian!" Tekan Fa
"Apapun yang aku katakan kau harus turuti !" Fu Haifeng yang angkuh mencoba menahan jinan agar tidak pergi.
" jangan egois aku butuh waktu sendiri aku butuh waktu untuk Cari Ulang karna aku bukan dan kalangan orang kaya seperti kalian!"
. Jinan menjelaskan semuanya kepada fu haifeng .
" Bukankah aku, juga menggaji mu? " Ucap Fu Haifeng yang kaya raya itu. "Biaya kuliah saja bagaimana kehidupan kelakku?"Jinan menutup mata dan melihat arah fu Haifeng dengan tatapan liciknya " kalau begitu 2x lipat gajimu."
**Woah Apa yang kupikir ternyata benar!
memburu ! hehehe*** Senyum jinan dalam hatinya. "wo Ehm... tapi aku tidak bisa menerimanya" Jinan dengan nada lembut. "kenapa? kurang??"
" Tiga kali lipat" Dengan cepat Fu Haifeng menyambung kata-kata nya
*** Woaahh...*** hati jinan berbunga bunga. "Tuan fu Jangan berlebihan saya hanya ingin punya pekerjaan tetap saja ! " tutur jinan.
"kau bisa mengerjakan apa saja disini " Timpal Fu Haifeng menjawab.
***Tunggu kenapa aku melakukan ini? kenapa aku harus menggajinya 3x lipat dan... aduh gila udah terhipnotis nih otak **** gerutu fu Haifeng dalam hatinya
__ADS_1
•** Tapi ketika mendengar dia mau pergi kenapa aku reflek mencoba menahannya? ****Fu Haifeng tampak berpikir keras karna bingung apa yang telah terjadi padanya,
terimakasih udah mampir😁😁