Aktor Yang Kubenci Jatuh Cinta Padaku

Aktor Yang Kubenci Jatuh Cinta Padaku
episode 12. Alergi kucing


__ADS_3

Episode 12


Lee hanya diam melihat tingkah Fu Haifeng yang sedang bahagia membuli jinan, lalu Lee lalu melihat bintik merah di sekitar leher dan tangan jinan, dia tersadar kalau ada yang tidak beres dengan jinan.


" Hentikan! " Lee menghalangi Fu Haifeng


"Apasi Lee jangan ganggu!! " Kesal karna menghalangi keseruannya, jinan nampak tubuhnya menggigil dan melemah.


" Fu Haifeng hentikan!! " Tegas Lee , raut wajah Fu Haifeng langsung berubah .


" Lee!! Jangan ikut campur!! " Fu Haifeng benar benar kesal pada Lee.


BRUKK


Jinan terjatuh ke lantai dan membuat dua pria itu langsung terkejut " JINAN " teriak Lee dan Fu Haifeng bersamaan, tanpa basa basi Lee langsung mengecek keadaannya


" Jinan lo kenaapa? " Tanya Lee


" Oyy bangun jangan pura-pura pingsan jadi punya alasan untuk malas malasan" Fu Haifeng mencoba menebak nebak, walaupun dia sedikit kwatir pada jinan. Lee lalu menautkan kedua tangannya bersiap menggendong jinan,


" Jinan Kammu tenang yah!! " Lee berkata sambil mengangkat badan jinan. Namun tangan Fu Haifeng langsung mengeplak pundak Lee, " Biar aku saja yang angkat" Fu Haifeng berniat menggantikan Lee menggendong jinan,


" Biar aku saja" Lee sedikit mendorong Fu Haifeng untuk menjauh, namun Fu Haifeng bukan tipe cowok yang mudah menyerah dia langsung menggangkat tubuh jinan dengan cepat. " Kalau kau mau membantu,, tolong telponkan dokter untuk datang kesini secepatnya!! " Fu Haifeng membawa jinan ke kamar yang sudah di sediakan Fu Haifeng. sedangkan Lee sedang menelpon dokter.


"Gadis Bodoh cepatlah bangun!! " Mengusap surai rambut jinan, Fu Haifeng khawatir pada jinan karna dia begini juga karna ulahnya.


Fu Haifeng melihat bintik bintik merah di sekitar leher jinan, dia berasumsi kalau jinan itu alergi kucing.


Setelah beberapa menit datanglah Lee dengan dokter yang bersiap memeriksa jinan. Dokter itu memeriksa mulai dari nadinya jinan dan melihat bintik bintik merah di sekitar leher.


" Nona muda hanya alergi saja! Sebentar lagi juga sembuh! " Tutur dokter kepada Fu Haifeng dan Lee


" Sebentar lagi itu kapan? " Tanya Fu Haifeng kepada dokter,


" Aku tidak tahu pastinyal! " Dokter kebingungan karna pertanyaan Fu Haifeng yang gak jelas


" Aku mau pastinya!! Kapan dia akan bangun? " Fu Haifeng tetap memaksa, Lee hanya menyimak dan geleng geleng kepala, lalu Lee pergi ke sofa dekat dengan jinan berbaring,


" Tuan aku benar benar tidak tahu pastinya!! " Dokter itu berkeringat karna ketakutan harus bagaimana mengahadapi seorang Fu Haifeng


" Oh ya tuan saya buatkan dulu resep obatnya,," Dokter itupun buru buru pergi dan membuat resep obatnya.


Lee memperhatikan wajah jinan dengan seksama , membuat Fu Haifeng sedikit tidak suka " Lee kapan kau pulang? " Fu Haifeng mulai kesaal karna melihat Lee yang terus ada di rumah nya. " Tunggu jinan siuman " Lee menyenderkan kepalanya di sofa.


Dokter sudah pulang dari tadi, kini tinggal 2 pria yang masih menunggu jinan bangun,, kini ruangan itu sangat sepi dan tentram sekali,

__ADS_1


" Uhh,, Ibu!! Jangan pergi!! " Jinan mengigau sambil berkeringat dia bermimpi dimana hari dia ditinggalkan oleh ibunya, jinan meneteskan air matanya.


" Jinan!! " Lee mencoba menenangkan Jinan yang sedang bermimpi itu.


" Uhhh"' Jinan mengeleng gelengkan kepalanya lalu tiba tiba membuka mata dan tersadar "Awww" Jinan merintis merasakan sakit di seluruh badan.


"Akhirnya bangun juga!! " Fu Haifeng berjalan mendekati Jinan yang baru bangun, " Jinan bagaimana perasaan mu? Tanya Lee kwatir. Jinan hanya diam dan berkata " Lee? " Tanya Jinan yang masih linglung, Fu Haifeng tidak tahu kenapa melihat Lee dan Jinan seperti orang yang sudah dekat saja.


" Lee kapan kau akan berencana pulang? Sekarang mulai larut malam " Fu Haifeng mengingatkan Lee untuk pulang. " Sepertinya kau sudah tidak tahan untuk mengusir ku? Dulu tidak seperti ini? " Lee heran kenapa Fu Haifeng menyuruhnya buru buru pergi dari rumahnya.


" Haifeng , bisa bicara sebentar," Lee berdiri


" Bicara apa? " Tanya Fu Haifeng malas.


"sebentar" Lee mengajak Fu Haifeng keluar meninggalkan Jinan sendiri,


" Jinan tunggu sebentar ya! " Lee menarik Fu Haifeng keluar dari kamar Jinan.


.


"ada apasih? " Tanya Fu Haifeng tidak sabaran


" Lepaskan dia!! " Lee langsung ke inti


" Lepaskan dia!! Jika kamu hanya butuh pelayan aku bisa cari kan untukmu! " Tutur Lee serius.


" Apa kau pikir aku tidak bisa mencari pelayan? Jangan mengganggu Lee! Ini adalah urusanku!" Fu Haifeng tidak mau melepas Jinan begitu saja.


" Tahukah kau? Tadi aku menemukan Jinan dia sedang terisak tangis dan memanggil ibunya ? " Kata kata Lee mengingatkan saat Jinan tidur mengigau ibunya.


" Kasihan dia " Lee berkata demikian membuat Fu Haifeng tertegun karna selama ini yang dia tau Lee tidak pernah perduli dengan urusan orang lain, bahkan Lee sangat cuek dan dingin, tapi kenapa saat bertemu dengan Jinan dia jadi sedikit berubah.


**


"Apa kau menyukai nya? " Fu Haifeng menebak nebak


" Aku?.... " Lee sedikit berfikir apa yang sudah dia lakukan, Fu Haifeng masih menunggu jawaban dari Lee.


"Iya... " Jawaban Lee membuat mata Fu Haifeng sedikit terbuka lebar.


**sudah ku duga * dalam hati Fu Haifeng


" Terus bagaimana dengan jiang? Bukan kah kau cinta padanya? " Tanya Fu Haifeng kepada Lee,


Lee sebenarnya berkata suka pada Jinan bukan berarti mencintai nya namun dia merasa kasihan dan merasakan apa yang Jinan rasakan karna Lee tahu rasanya kehilangan seorang ibu.

__ADS_1


" Aku tidak melupakan jiang!! " Lee menjawab


" Terus apa maksudmu menyukai Jinan?" Tanya Fu Haifeng


"Aku suka padanya bukan berarti cinta,, tapi aku tahu apa yang dia rasakan,, kasihan.dia.. " Kata Lee dengan nada pelan dan serius.


"Pikirkanlah,, aku pulang dulu... " Lee pergi meninggalkan Fu Haifeng.


Fu Haifeng kembali masuk ke kamar Jinan yang masih berbaring. " Kemana kak Lee? " Tanya Jinan mencoba untuk bangun,,, " Kenapa? Dia sudahh pergi" Fu Haifeng dengaan malas menjawab. " Oh" dengan simpel. menjawab, Jinan terlihat sedikit kecewa. Entah kenapa melihat jinaan yang sedikit kecewa membuat Fu Haifeng sedikit kesal


" Matamu? Apa sudah baikan? " Tanya Jinan kepada Fu Haifeng yang sedang bad mood itu.


" A.. Aku sudah agak mendingan" Jawab gugup karna Fu Haifeng lupa perannya. " Baguslah lalu begitu! " Jinan kembali berbaring.


" Apa kau sudah makan? " Tanya Fu Haifeng


" Emm,, belum,, "


" Tunggu sebentar!! " Fu Haifeng keluar kamar berniat membawakan makanan untuk Jinan.


Fu Haifeng pergi ke dapur dia berniat membuat bubur untuk Jinan. Namun yang payahnya dia tidak tahu caranya, llu Fu Haifeng membuka internet untuk mencari tau cara membuat bubur yang benar.


" Pertama tama masukan 1 gelas beras bersih kedalam panci, lalu berikan air 2 gelas setengah, " Fu Haifeng sambil memasukan beras dan air kedalam panci , " Lalu masukan sedikit garam atau sesuai selera" Mengambil garam " Sedikit itu berapa banyak ya? " Dengan polos Fu Haifeng bertanya pada dirinya " Apa duaa sendok? "Fu Haifeng Berpikir keras


" Yak ampun ini lebih sulit dari pada menghapal rumus di sekolah " Fu Haifeng frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya.


" beri dulu satu sendok garam dulu nanti jika kurang kan bisa di tambahkan" Memasukan garam ke dalam panci, lalu menyiapkan untuk menghidupkan kompor gas nya " Bagaimana cara kerja benda ini? " Tanya Fu Haifeng sambil menilik milik kompor itu.


Fu Haifeng tidak tahu cara menghidupkan kompor karna selama ini dia tidak pernah memasak.ini yang pertama kalinya dia memasak.


" Pelayan! "Pada akhinya Fu Haifeng Memanggil pelayan nya juga " Iya tuan?? " Pelayan datang menghampiri Fu Haifeng "Bagaimana cara menghidupkan benda ini? " Tanya Fu Haifeng menunjuk ke arah kompor gas, para maid bingung apa yang telah terjadi pada tuannya itu,, karna tiba tiba ingin memasak, tanpa banyak bicara maid itu lalu menghidupkan kompor gas itu " Sebenarnya aku juga bisa, kalo cuma gitu doang mah!! "


Para maid pun menuturkan cara yang benar untuk memasak bubur, lalu bubur pun siap saji


" Fiuh,,, akhirnya selesai juga " Fu Haifeng lalu menuangkan bubur kedalam mangkuk berukuran besar, dan membawa naik ke atas untuk makan Jinan.


Fu Haifeng masuk ke kamar Jinan dan meletakkan bubur di atas nakas,,


" Jinan heh bangun makan dulu!! " Mengusap tangan Jinan pelan


" Emnhh? " Jinan masih ingin tidur


" Makan dulu!! " Fu Haifeng lembut


Jinan pun terbangun, dan perlahan duduk "Makan dulu sudah ku buatkan bubur untuk mu! " Fu Haifeng membawa mmangkuk berukuaran besar itu, Jinan bertanya tanya dalam hati apa yang terjadi padanya, kenapa mendadak jadi anehh, karna penasaran Jinan pun mengecek suhu kening Fu Haifeng dengan punggung tangannya " Tidak masalah! " Ujar Jinan, wajah Fu Haifeng sedikit merona hanya karna di sentuh oleh tangan Jinan saja. " Ada apa denganmu? " tanya Jinan karna heran

__ADS_1


__ADS_2