
Episode 15
.
***Tunggu kenapa aku melakukan ini? kenapa aku harus menggajinya 3x lipat dan... aduh gila udah terhipnotis nih otak **** gerutu fu Haifeng dalam hatinya
•** Tapi ketika mendengar dia mau pergi kenapa aku reflek mencoba menahannya? ****Fu Haifeng tampak berpikir keras karna bingung apa yang telah terjadi padanya,
***
Sekarang jinan mempunyai pekerjaan tetap, walau hanya menjadi bawahan Fu Haifeng tapi dia bisa cepat kaya.
Setelah itu Jinan pergi ke kamarnya dan merebahkan dirinya dikasur yang empuk dan nyaman itu.
"Sudah lama tidak mengobrol dengan ana, tepon ah" Jinan hari ini sangat gembira , diapun menelpon ana dengan ponsel nya yang retak.
" Hallo ana? " Jinan menelpon ana karna sudah berasa lama tidak menghubunginya.
"Kemana saja kau!! I miss you!!" Bentak ana yang baru mengangkat telponnya.
"Ish ! Berisik tau!! " Jinan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Hehehe maaf maaf, " Ana cenggigisan di telpon "ana tau gak? " Jinan dengan wajah yang berbinar binar, merasakan ada hal yang begitu besar dan hebat.
"Apa? " Jawab ana seolah tidak tertarik,
__ADS_1
Tok-tok-tok tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar Jinan, membuat Jinan mengurungkan niat untuk berkata kepada ana
"Jinan!! " Suara dari luar pintu
"Iya... " Jawab Jinan sambil duduk
"Siapa sih malam malam gini? Ganggu aja" Walaupun malas Jinan pergi untuk membuka pintu. " Ada apa Jinan" Tanya ana yang masih terhubung di telepon. " Tidak apa.. Ana sudah dulu yah nanti cerita lagi" Jinan menutup telponnya "HEY.. tunggu jina.. " Ana terdengar sedikit kesal tapi Jinan mengakhiri telponnya.
Tut tut tut - Jinan mengakhiri panggilannya. "Jinan!! " Suara dari luar sudah bisa di tebak oleh Jinan, ya siapa lagi kalau bukan Fu Haifeng yang rusuh itu.
"Jin... " Fu Haifeng berniat berteriak lagi tapi pintu terbuka membuat Fu Haifeng tidak jadi memanggil. "Lama banget sih..,! " Fu Haifeng memutar bola matanya sebal, begitupun dengan Jinan tapi dia hanya bisa dalam hati karna Jinan tidak bisa berkutik di hadapan majikannya yang rese itu.
"Iya maaf sekali tuan!! Ada perlu apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" Dengan senyuman pahit Jinan menjawab Fu Haifeng yang sedang merajuk itu. "Ikut dengan ku! " Ucap Fu Haifeng sambil berjalan meninggalkan jinan. "Ahh? Baiklah" Membuntuti Fu Haifeng . **manusia ini mau membawa ku kemana? ** dalam hati Jinan.
"Apa kau pikir aku supir mu? " Fu Haifeng yang menatap Jinan dari cermin depannya. "Tentu saja bukan! " Jawab Jinan dengan cepat "jadi??.. " Fu Haifeng menggulum bibir bawahnya dengan mata sinisnya. "Ah iya maafkan saya tuan, saya memang bodoh" Jinan lalu turun dari mobil dan berjalan menuju jendela dekat fu Haifeng dan membuka pintu mobilnya. "Apa yang kau lakukan? " Fu Haifeng keheranan mengapa Jinan membuka pintu mobilnya, apa Jinan mau menyuruh Fu Haifeng turun dari mobilnya sendiri.
"Biarkan saya yang menyetir" Ucapan jinan langsung membuat Fu Haifeng membeku dan murung frustasi!! Padahal Fu Haifeng berkata seperti itu karna ingin Jinan duduk di sampingnya bukan jadi supir nya.
"Maksudnya bukan beginii!!!... " Fu Haifeng menatap Jinan dengan tatapan kesal karna tidak peka. "Terus?? " Timbal Jinan dengan polos, "ahk sudahlah ...!! " Fu Haifeng pun turun dari mobilnya dengan sedikit kesal. "Lho tuan kenapa? " Jinan terlihat antusias melihat Fu Haifeng yang sedang kesal, **apa aku salah? ** tanya Jinan dalam hatinya.
Lalu Jinan pun menyetir mobil milik Fu Haifeng, selama di jalan Fu Haifeng tidak menengok ke arah Jinan dan tidak berkata satu patah pun. Membuat Jinan sedikit bertanya apa sebenarnya yang salah.
"kemana lagi tuan? " Tanya Jinan mencoba mencairkan suasana. "Terserah" Tanpa menengok Fu Haifeng masih fokus ke depan.
***kenapa aku kesal?? ** Fu Haifeng tidak bisa menyembunyikan kekesalan di dalam hatinya. **ada apa lagi dengan bayi tua ini!! Padahal aku berusaha sebaik mungkin!! Ya Tuhan berikan aku kesabaran!! ** dalam hatinya Jinan.Setelah tiga jam menyetir tapi Fu Haifeng tidak mengatakan tujuan nya membuat Jinan merasa gerah bodi dan gerah hati,
__ADS_1
**apasih maunya dari tadi gak ngomong ngomong !** Jinan menutup matanya karna kesal, apa yang terjadi pada Fu Haifeng.
Jinan pun berhenti di pinggir jalan yang sedang ramai pedagang, Fu Haifeng pun menengok ke arah Jinan dan Jinan menengok ke arah Fu Haifeng. " Maaf tuan saya lelah butuh istirahat " Jinan dengan tatapan datar lalu keluar dari mobil Fu Haifeng dengan wajah yang masam.
"Sebenarnya apa yang dia mau sih,, apa emang gitu sikapnya? gak tanggung tanggung yah,, mau buat orang kesal dengan cara itu! Dasar iblis!! " Jinan mencaci maki di sebuah warung nasi goreng . "Pak mau pesen !! " Teriak Jinan memesan makanan . "Daripada menyetir tidak tahu arah mending makan yang sudah nyata ada!! " Gerutu Jinan sambil mengaduk minumannya.
Sedangkan di dalam mobil Fu Haifeng masih diam ditempat. Dengan menahan marah karna Jinan tidak mengajaknya. Lalu turun dari mobilnya dan melihat lihat dimana Jinan berada.
"Cewek! Sendirian aja! " Dua laki-laki mengoda Jinan yang sedang sendirian. **apasih** Jinan tidak menjawab laki laki itu. "Kok jutek banget sih!! " Laki laki itu mengoda lagi. " cantik tapi jutek kan sayang! " Jinan tidak menjawab laki laki itu.
"Apa yang kalian lakukan!! " Seseorang datang menghampiri Jinan dan bertanya ke dua pemuda itu. Laki laki paruh baya itu tampak seorang preman. Membuat dua laki laki itu seperti ketakutan melihatnya " Yo.. Young" Ucap dua pemuda dengan ketakutan lalu pergi menjauh.
Fu Haifeng akhirnya sudah melihat jinan, yang sedang membayar makanannya, Fu Haifeng melangkah mendekat ke arah jinan.
"Lain kali kalau kesini bawa penjagaan! " Ucap laki-laki paruh baya itu. "Emm makasih" Jinan lalu berdiri dan membayar makananya. Pria paruh baya itu lalu pergi , " Ehh tunggu!! " Jinan berjalan ke arah pria itu, " Ada apa lagi? " Tanya pria itu.
" Masih banyak orang baik di dunia ini,, walaupun kita baru bertemu tapi gak akan masalah kan kalau aku tahu namamu! " Ucap Jinan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. ***ada apa dengan wanita ini? Semua orang menghindari aku karna takut tapi dia.. Apa dia bodoh? ** pria paruh baya menatap tangan bersih milik Jinan.
Fu Haifeng mengepalkan tangannya ketika melihat Jinan berinisiatif bersalaman dengan pria lain. "Namaku Jinan!! " Ucap Jinan yang belum di sambut oleh pria di depannya namun tetap tersenyum . "Namaku.. Elang.. Biasa di panggil young " Elang pun menjabat tangan Jinan .
Sedangkan Fu Haifeng yang melihat langsung balik kanan dan melangkah pergi kembali.
.
oy makasih ya buat yg udah baca dan like semoga kalian bahagia ❤
__ADS_1