
Episode 11
Melihat anaknya yang baru 4 tahun itu membuat hati Irene bahagia, namun perlahan air mata Irene perlahan terjatuh
" Maaf kan ibu nak,,, semoga kamu bahagia,,ibu.. Ibu sangat ingin melihat mu tumbuh dewasa,,, tapi ,, "
**
" Maaf kan ibu nak.... Ibu tidak bisa menjalankan tugasku sebagai ibu mu" Iren menangis meliahat punggung jinan kecil yang sedang berusaha merabut bunga
*
*
" Ibu...ini bunga untukmu? "
" Ibu? Jangan ngumpet! " Mencari Irene
" Ibu...? " Masih mencari sambil membawa bunga kecil di tangannya
*setelah 1 jam menunggu ibunya jinan kecil membuka tasnya
"Ini apa? " Jinan kecil membuka sebuah kertas dan kalung liontin untuknya
" Hiks hiks.. Ibu.... Ibu..!! " Membaca pesan kertas
"Ibu.. " Teriak jinan kecil mengangis
*
FLASHBACK OFF
Masih di ayunan,
Jinan menangis pelan dan meratapi liontin peninggalan ibunya
" Ibu.... "
" Ibu dimana?... " Tanya Jinan pelan pada liontin itu
" Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi " Nafas Jinan tersenggal, merasakan sakit di dalam dadanya karnaa mengingat hari dimana dia berpisah dengan ibu nya.
Tanpa jinan sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan jinan dari jauh. Pria itu melihat punggung jinan yang sedang terisak karna menahan tangis
" Ini... " Pria itu menyodorkan sapu tangan kepada jinan yang sedang terisak ,jinan pun menatap ke arah pria itu.
" Kau... Bukankah... " Pria itu menyodorkan sapu tangan . Pria itu adalah Fu Lee Yong
" Ambil... "
** bukankah dia anggota F-se ? *** dalam hati jinan bertanya
" Kenapa sendirian? " Tanya Lee kepada jinan
" Hm... Aku memang sendiri.. He.." Tertawa pahit
" Jangan di paksakan jika tidak mau tertawa" Potong Lee
" Kenapa kau juga sendiri? " Jinan bertanya karna penasaran
** dia sangat tegar **dalam hati Lee
" Aku sedang mencari angin" Les Lee kepada jinan
" Oh,,, tapi jangan terlalu lama mencari angin, nanti angin akan membuat mu sakit!! Nanti masuk angin!!! Hehehehe" Jinan yang sedang sangat sedih masih ada ruang untuk menghibur orang lain
" Angin itu bisa membuat mu sakit?" Lee merasa ada maksud lain dari kata itu
" Kau benar jika terlalu lama angin akan membuat mu sakit " Senyum pahit
Keadaan jadi terbalik karna Lee sedang menunggu orang yang dicintainya pulang ke dekapannya namun wanita itu jauh denganya, Lee hanya bisa menunggu wanita itu dan menimbun rasa rindunya.
*** kenapa dia yang jadi sad!? " Jinan bertanya tanya heran
__ADS_1
" Yakkk" Teriak melihat jam
" Ada apa? " Lee kaget
" Telat sudah telat!! " Panik jinan
" Kenapa? " Tanya Lee
" Aku sudah janji sama Fu Haifeng pulang jam 20.10 sekarang sudah jam 20.11 lewat 1 menit" Jinaan menjelaskan sambil membawa tas
" Fu Haifeng? " Lee menaikan satu alisnya
" Sampai nanti lagi aku pulang dulu, makasih sapu tangan nya! " Melambaikan tangannya dan berlari
.
.
" Aduh kenapa gak ada taxi yang lewat sih! " Jinan melihat kanan kiri, mencari taxi, jam sudah menunjukan jam 20.14
" Aduh dimana taxinya sih " Cemas
Tiba tiba ada mobil berhenti di depan mata jinan dan perlahan kaca mobil turun menampakan pria tampan melihat ke arah jinan
" Masuklah " Lee mengajak jinan
" Tapi.. " Ragu
" Cepat nanti Fu Haifeng marah lagi! " Lee membuat jinan semakin cemas
" Ba.. Baiklah" Jinan masuk ke dalam mobil Lee.
Sedangkan di tempat lain,
BRAKK suara mengebram meja
"Apa kalian tidak becus! Untuk apa aku membayar kalian jika masak yang beginian aja gak bisa!! " Fu Haifeng ngamuk
" Maaf? " Fu Haifeng ngamuk lalu melihat jam dinding sudah menunjukan jam 20.20 .
" Bagus sekali, keberanianmu jinan " Suara pelan dan nada menekan.
" Haahh!!! Cepat masakan lagi!! " Marah Fu Haifeng karna mereka tidak bisa membuat makanan yang seperti jinan buat.
" Tidak!! Jangan masakan lagi!! " Fu Haifeng memilih untuk menunggu jinan dan akan memberikan hukuman kepada jinan.
"Baik lah tuan" Ucap para maid
. Setelah tiga menit berlalu
" Ada apa ini...? " Lee bertanya kepada para maid karna dapur Fu Haifeng tiba tiba berantakan . Jinan masuk dengan Lee, hanya melihat keadaan dapur yang berantakan
" Sudah pulang juga" Suara berat Fu Haifeng menahan marah.
" Ngapain kau kesini? " Tanya Fu Haifeng kepada Lee yang sedang berdiri
"Mengantar jinan pulang" Menunjuk ke arah jinan
" Apa? " Fu Haifeng
"Kalau begitu kau sudah boleh pergi" Usir Fu Haifeng kepada Lee
" Kaau....!! " Jinan ikut bicara
"Apa?? Jinan kau sudah terlambat!! 13 menit!! Kau harus di hukum!! " Fu Haifeng emosi
"Hukum? " Lee memotong
" Kenapa? Cepat masakan makanan untuk ku aku lapar dari tadi!! " Ujar Fu Haifeng
" Lapar? Bukan kah baru 4 jam lalu makan? " Tanya jinan
" Jangan protes! Cepat masak!! Atau"
__ADS_1
" Baiklah boss pms!! " Jinan berjalan menuju dapur dengan kesal
" Kenapa dia yang kesal?? " Fu Haifeng tak habis pikir
" Kenapa masih di sini? " Fu Haifeng melihat ke arah Lee
" Ada apa jangan jangan keponakan ku ini sedang cemburu ya? " Lee menggoda Fu Haifeng yang lagi sebal itu
" Apa katamu?? " Naik alis ancang ancang membentak
" Iya,, sudahlah izinkan aku tinggal disini semalam saja! " Pinta Lee
"Gak ada!! " Fu Haifeng dengan cepat memotong.
" Pelit sekali! " Berjalan menuju sofa dan duduk
" Kau.. " Melihat Lee yang sedang berbaring
" Biarkan aku makan malam disini! Kalau gak diizinkan untuk tinggal satu hari " Lee
" Apa?? "
Lee hanya menaikan sebelah alisnya
" Baik.. Oke oke!!! " Entah menggapa Fu Haifeng berubah seolah Lee mempunyai kartu As Fu Haifeng. Lee senyum senang, setelah beberapa menit .
" Tuan audah selesai!! " Jinan menghampiri Fu Haifeng dan Lee
"Hmm" Fu Haifeng pergi ke dapur
" Ini masakan mu? " Lee bertanya pada jinan karana dari tampilan makanan tsb seperti biasa saja,
" Iya. Tuan" Menganguk
Fu Haifeng duduk dan menyuruh jinan untuk menuangkan nasi ke mangkuknya, jinan pun menuruti keinginannya .
" Tuan kau juga? " Tanya jinan kepada Lee
" Dia bisa sendiri" Fu Haifeng memotong , Lee hanya tersenyum melihat reaksi Fu Haifeng.
Setelah mereka selesai makan jinan pergi ke dapur lagi untuk membawa buah pencuci mulut
PLENTRANGG....suara benda jatuh
AWWW jinan berteriak seolah terjatuh. Fu Haifeng dan Lee sontak memutar kepala kaget, Fu Haifeng dan Lee sama sama lari menuju dapur melihat keadaan Jinan.
"Ada apaa" Fu Haifeng panik
" Kenapa" Lee
Jinan ternyata sedang berdiri menunjuk ke arah lantai, menunjukan seekor kucing sambil ketakutan.
" Itu.. Itu usir!! " Jinan sambil merem
" Hahaha ternyata kau takut kucing? " Fu Haifeng tertawa dan mengangkat kucing itu menyodorkan kepada jinan
" Ahhh" Teriak jinan
" Fu Haifeng!! " Nada membentak takut
" Jangan takut sayang sini biar aaku peluk " Menggoyang goyang kan tubuh kucing seolah kucing itu yang berbicara.
" Fu Haifeng aku mohon jauhkan itu! " Nada jinan semakin naik.. Sambil meneteskan air mata karna takut. Lee yang diam melihat tingkah Fu Haifeng yang sedang bahagia membuli jinan, Lee lalu melihat bintik merah di sekitar leher dan tangan jinan, dia tersadar kalau ada yang tidak beres dengan jinan
" Fu Haifeng hentikan!! " Tegas Lee , raut wajah Fu Haifeng langsung berubah ...
.
.
.
Terimakasih sudah mampir 😁❤
__ADS_1