
"Apa yang kalian lakukan!! " Seseorang datang menghampiri Jinan dan bertanya ke dua pemuda itu. Laki laki paruh baya itu tampak seorang preman. Membuat dua laki laki itu seperti ketakutan melihatnya " Yo.. Young" Ucap dua pemuda dengan ketakutan lalu pergi menjauh.
Fu Haifeng akhirnya sudah melihat jinan, yang sedang membayar makanannya, Fu Haifeng melangkah mendekat ke arah jinan.tapi langkahnya terhenti ketika melihat laki-laki di dekat jinan berada.
"Lain kali kalau kesini bawa penjagaan! " Ucap laki-laki paruh baya itu. "Emm makasih" Jinan lalu berdiri dan membayar makananya. Pria paruh baya itu lalu pergi , " Ehh tunggu!! " Jinan berjalan ke arah pria itu, " Ada apa lagi? " Tanya pria itu.
" Masih banyak orang baik di dunia ini,, walaupun kita baru bertemu tapi gak akan masalah kan kalau aku tahu namamu! " Ucap Jinan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. \*\*\*ada apa dengan wanita ini? Semua orang menghindari aku karna takut tapi dia.. Apa dia bodoh? \*\* pria paruh baya menatap tangan bersih milik Jinan yang mengajak berkenalan.
Fu Haifeng mengepalkan tangannya ketika melihat Jinan berinisiatif bersalaman dengan pria lain. "Namaku Jinan!! " Ucap Jinan yang belum di sambut oleh pria di depannya namun tetap tersenyum . "Namaku.. Elang.. Biasa di panggil young " Elang pun menjabat tangan Jinan .
Sedangkan Fu Haifeng yang melihat langsung balik kanan dan melangkah pergi kembali ke tempat mobilnya.
\*\*Dia tidak tahu malu,, berkenalan dengan orang yang baru di jumpai!! Untuk apa aku juga disini hah? Hanya buang waktuku sajaa\*\* gerutu hati Fu Haifeng sambil masuk ke dalam mobilnya lalu menarik pintunya dengan kasar.
Karna kesal dan marah Fu Haifeng pun menjalankan mobilnya dan dan mengendarainya, tanpa menunggu Jinan kembali, melihat jam tangannya menunjukan jam 22.00 tapi dia tidak berpikir dan perduli pada Jinan dan terus melaju.
Sedangkan di tempat jinan berada
"Ah,, apa dia kesal menungguku? Tapi aku untung nya udah belikan makanan untuk nya mungkin dia kelaparan" Jinan sambil menggangkat makanan di tangannya.
"Maaf tu... Lho dimana mobilnya? " Jinan menengok kan kepala melihat kanan kiri tapi tidak melihat mobil Fu Haifeng.
"Wahhh,, apa dia meninggalkanku? Sialan!! FU HAIFENG!! " Teriak Jinan karena emosi yang menguap.
Jinan melihat kanan kiri tapi tidak melihat taxi yang melewat, bahkan ojek juga gak ada lalu Jinan memutuskan untuk jalan kaki. "Lihat bagaimana aku membalasmu! " Ucap Jinan sambil berjalan cepat.
__ADS_1
Jalan yang di lewati Jinan semakin gelap dan mencekam " Dimana ini? " Jinan mengusap pundaknya karna kedinginan dan ngeri oleh jalan yang sudah gelap. " Hatcu!! " Jinan yang kedinginan akhirnya bersin juga.
" Haish kapan aku nyampe sih!! Fu Haifeng sialan itu ternyata lebih kejam dari yang kubayangkan! Sebenarnya apa salahku? Benar!! Apa salahku? Dari awal sampai akhir aku tidak melakukan kesalahan , tapi dia yang gak jelas, dia pasti ada masalah dengan otaknya!! , dari awal dia udah gak ngomong sepatah katapun, terus gue nyetir 3 jam! Tiga jam lho! Terus sekarang gue di tinggalkan !gue benci lo!!! " Jinan terus berkomat kamit di jalan meluapkan emosinya.
" Ponsel! Ponsel gue dimana yah " Jinan mencari ponsel di sakunya, lalu Jinan menjedot keningnya sendiri ketika mengingat ponselnya ketinggalan di mobil Fu Haifeng.
" Apes banget sih hari ini!! "
" Dimana sih ini? Dari tadi gue berjalan kok gak sampai juga! " Ucap Jinan yang ketakutan melihat suasana yang begitu mencekam dan Jinan pun berhenti dari langkahnya dan diapun berjongkok dengan mata yang berkaca kacakaca.
" Tega banget sih! Gue benci padamu, tidak! Aku benci kalian" Dengan nada lemah Jinan menyusutkan kepalanya di kakinya yang berjongkok, perlahan Jinan terisak isak tanpa suara.
**kenapa aku menangis!! **
Entah karena Fu Haifeng yang meninggalkannya atau Jinan benar kelelahan atau karna berjalan terlalu lama membuat kakinya pegal. Jinan benar benar merasa lelah karna kejamnya dunia ini yang selalu membuat hatinya sakit, mulai dari ditinggalkan ibunya, lalu diusir oleh ayahnya, bahkan sekarang Fu Haifeng mempermainkan nya.
***semudah itu kau minta maaf?? ** dalam hati Jinan , lalu Jinan tersenyum miris kepada Fu Haifeng yang sedang mengulurkan tangannya, senyuman Jinan sedikit membuat hati Fu Haifeng terasa tertusuk. Lalu Jinan mengangkat tangannya dan menerima ukuran tangan Fu Haifeng.
"Maaf... Aku tadi meninggalkan mu! " Ucap Fu Haifeng dengan pelan dan memegang dua pundak jinan, "aku tidak akan meninggalkan mu lagi!! " Fu Haifeng menatap mata Jinan yang sembab, lalu Jinan tersenyum ke arah Fu Haifeng.
**tidak akan meninggalkanku? Menunggumu kembali aku sudah mati beberapa kali,,, ** dalam hati Jinan merasakan miris yang mendalam.
Lalu Fu Haifeng membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan jjnan masuk kedalam mobil itu.
Saat di jalan jinan tidak bicara satu patah katapun, kini keadaannya terbalik di mana jinan cuek kepada Fu Haifeng, dan Fu Haifeng tidak bisa apa apa melihat jinan yang sekarang.
__ADS_1
"Tidurlah jika kau lelah! " Ucap Fu Haifeng melihat sekilas jinan yang menyender di kaca mobil. "Bolehkah? Kalau aku tidur selamanya? Agar lelah ini hilang ha,,ha" Jinan tertawa miris melihat bayangannya di kaca mobil, Fu Haifeng tertegun ketika mendengar ucapan jinan.
***apa aku keterlaluan? *** tanya Fu Haifeng dalam hati nya. Entah kenapa melihat jinan seperti itu membuat Fu Haifeng tidak bisa tenang dan perasaan nya tak karuan. Lalu Jinan tertidur di mobil .Fu Haifeng membawa mobilnya dengan sangat hati-hati dan teliti dalam memilih jalan supaya tidak membangun kan jinan yang sedang tidur.
Setelah mobil Fu Haifeng terparkir tepat di halaman rumahnya seorang bawahan Fu Haifeng datang menunggu Fu Haifeng keluar dari mobil. Lalu Fu Haifeng keluar dari mobil nya "tuan! " Bawahannya menunduk melihat Fu Haifeng keluar dari mobil.
Lalu Fu Haifeng mengangkat tubuh jinan yang sedang tidur dan membawanya masuk ke dalam rumahnya. "Tuan biarkan saja saya yang mengangkat nya" Ajudan menawarkan diri untuk menggangkat tubuh jinan yang sedang tidur itu. Lalu Fu Haifeng menatap bawahannya dengan tatapan maut "apa kau mau mati!!" Ucapan Darendra membuat ajudan itu langsung menggelengkan kepalanya.
Ajudannya tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi yang dia tau jinan itu sama dengannya yaitu bawahan Fu Haifeng, tapi ketika dia menawarkan diri Fu Haifeng terlihat sangat marah, membuat para ajudan segan ketika bertemu dengan Fu Haifeng dan jinan.
Lalu jinan di turunkan oleh Fu Haifeng di atas ranjangnya yang empuk. Fu Haifeng membuka sepatu dan tas yang di kenalan jinan, tidak sengaja saat Fu Haifeng menyimpan tasnya dia melihat keresek hitam dan membukanya ternyata itu adalah sebuah makanan.
"Kenapa dia membawa nasi ini? " Tanya pelan sambil menjijit nasi goreng yang masih dalam plastik "atau jangan jangan ini pemberian... Pria tadi? " Fu Haifeng menebak nebaknya lalu dia menyimpan nasi itu dan pergi keluar. "Sial kalu memikirkan nya membuatku ingin marah" Ucap Fu Haifeng sambil meninggalkan kamar jinan.
09.30
"Kenapa belum bangun sih! ? " Fu Haifeng menunggu di ruang makan menunggu jinan turun dan membuatkan masakan untuknya tapi sudah 2 jam Fu Haifeng menunggu jinan tidak keluar juga. Lalu Fu Haifeng pun memutuskan untuk melihat yang sedang di lakukan jinan.
Tok -tok tok
Tidak ada jawaban dari jinan, membuat Fu Haifeng sedikit khawatir. Lalu Fu Haifeng pun masuk dan melihat ke ranjang milik jinan dan benar saja jinan masih tertidur pulas. Fu Haifeng yang sedang lapar tidak bisa membangunkan jinan karna jinan terlihat sangat kecapean kemarin.
Hai Hi Hi makasih lho yang udah mampir
tauga jari aku lemes coyy
__ADS_1
jangan pelit pelit dong kasih aku like dan comen