
pagi pun menyapa,, Evelin menggeliatkan tubuhnya, dan mulai mengerjap kan matanya, ditatapnya wajah baby Bintang, ada perasaan hangat dan bahagia menyelimuti hati Evelin, bagaimana tidak, Tuhan telah menitipkan malaikat kecil dihidup Evelin, walau banyak masalah yang terjadi,namun Evelin selalu berusaha untuk sabar dan ikhlas, masalah demi masalah seolah menjadi teman hidupnya, Evelin sadar, suatu hari nanti pasti baby Bintang akan menanyakan keberadaan ayah kandungnya, namun sebisa mungkin Evelin akan memberi pengertian pada sang anak, walau Mak Nilam selalu menyuruh Evelin untuk menikah lagi, tapi didalam hati Evelin, Evelin sudah cukup memiliki baby Bintang, ya walau pun suatu hari nanti Evelin juga tidak bisa melawan takdir, jika dirinya dipertemukan dengan jodohnya, Evelin tidak akan menolaknya, tapi untuk saat ini , tujuan utama hidupnya adalah anaknya,
tokk,,tokk,, suara pintu kamar kost Evelin,
Evelin segera tersadar dari lamunannya, dan membuka pintu,
""sudah bangun Linn??tanya Mak Nilam
"baru saja makk ,ini mau mandiin baby Bintang,
""kamu istirahat saja Linn, biar baby Bintang sama emak, atau kamu bisa melakukan hal lain, ucap Mak Nilam,
"sebenarnya hari ini Evelin ingin mencari rumah kontrakan Mak, yang Deket Deket sini aja makk,
""kenapa Linn?? kamu gak betah ya tinggal disin??sedih Mak Nilam
"bukan begitu makk, Evelin betah banget tinggal disini, tapi disini kamarnya terlalu sempit, sedangkan semakin hari baby Bintang semakin bertambah umur, kurasa kamar ini akan terlalu sempit untuk tumbuh kembangnya, (jawab Evelin panjang lebar,
"owhh,, iya juga ya Linn, kasian anakmu bila terus terusan berada disini, memang kamu mau nyari rumah daerah mana Linn??
"sekitaran sini saja makk, lebih dekat juga sama emak dan pekerjaan Evelin lebih efisient,
"" nanti emak bantu mencarikan daerah sini ya Linn??
""iya makk, maaf ngrepotin emak terus
"sudah Linn, kan emak sudah pernah bilang, kamu dan anakmu sudah emak anggap anak dan cucu sendiri,
Evelin pun tersenyum, walaupun hidupnya seperti ini, namun Evelin bahagia, karna memiliki Mak Nilam dan baby Bintang, walau Mak Nilam bukan ibu kandungnya, namun Evelin bahagia, selalu mendapat support dari Mak Nilam,
****
"selamat siang tuan muda" ucap Marcel
"hmmm, mana laporan yang kuminta kemarin???
"ini tuan, semua sudah lengkap didalam berkas tersebut ,
"hmmm,,
""saya permisi tuan, bila ada yang tuan butuhkan, saya diluar, ucap Marcel,
setelah Marcel sang asistent pergi, Adnan segera membuka berkas tersebut,
""EVELIN GENDIS RINJANI, wanita berusia 30thn, tinggi 168cm, pekerjaan sebagai penyanyi/vocal, mempunyai seorang anak laki2 berumur 1bln, buah dari pernikahan dengan suami yang saat ini sedang mengurus sidan perceraiannya,diselingkuhi suaminya, dengan sahabatnya sendiri, dan saat ini sedang manjalani menuju sidang ke 2, Evelin anak kedua dari pasangan sastra Wiguna dan Hanum Wiguna, yang sekarang bertempat tinggal di sebuah kost sederhana,
dan saat ini ada seseorang laki laki singel yang sedang mendekati Evelin, yaitu VICKY MOHAN PRASETYA , seorang CEO di Prasetya grup,
"ohh,,rupanya kau menaruh hati pada Evelin?? baik tuan Vicky, sampai dimana anda mendekati Evelin, dan apa ini diselingkuhi suami dan sahabatnya??? hal gila macam apa ini???? aku harus membuatmu bahagia Evelin, itu janjiku,
*****
tak terasa jam pun sudah menunjukan pukul 3sore, Evelin segera bersiap siap untuk bekerja,
saat sudah sampai di cafe Wijaya, Evelin segera berganti baju, dan membetulkan riasannya, untuk tema hari ini berGenre jazz, Evelin pun segera membuka dengan satu buah lagu, yang berjudul Kind off blue
I know, said forever and always
Oh boy, but I really gotta let you know
Uh oh
We screw up, keep on hitting these heartaches
So back up, keep on driving on bumpy roads
Uh oh, mmh
__ADS_1
'Cause I know that with you
There are streets made of gold but with cracks in the pavement
We're the right kind of blue
I'm a line in the sand you're a storm in the desert
Know you're feeling it too
Though we're crashing like waves
And it's dark in the ocean
When the sun's coming through
We're the right kind of blue
We're the right kind of blue
We're the right kind of blue (we're the right kind)
We're the right kind of blue
We're the right kind, we're the right kind of blue
You know, said forever and always
Oh boy, keep on driving on bumpy roads
Uh oh, oj
And maybe it's stupid
To call you up every weekend
Wanting you to make the colours turn blue
'Cause I know that with you
There are streets made of gold but with cracks in the pavement
We're the right kind of blue
I'm a line in the sand you're a storm in the desert
Know you're feeling it too
Though we're crashing like waves
And it's dark in the ocean
When the sun's coming through
We're the right kind of blue
We're the right kind of blue
We're the right kind of blue (we're the right kind)
We're the right kind of blue
We're the right kind, we're the right kind of blue
Know you're feeling it too
Though we're crashing like waves
__ADS_1
And it's dark in the ocean
When the sun's coming through
We're the right kind of blue
nampak diseberang meja paling ujung dudulah pria dengan senyum yang mengembang,
FLASBACK ON
""sayang pagi ini mas ada meeting di luar, (bohong Adam
"lalu??? potong Naura
"kemungkinan nanti langsung kekantor, kamu gapapa kan mas tinggall???
""iya, tapi nanti setelah pulang dari kantor, mas harus nemenin aku shopping, (rengek Naura
""iyaa sayang, tapi liat jadwal mas dulu ya, mas berangkat dulu, bayyyy,,( sambil mencium bibir Naura
FLASHBACK OFF
tanpa berkedip Adam memandangi wajah ayu Evelin, ya semenjak pasca melahirkan, Evelin semakin hari semakin cantik, postur tubuh yang tinggi, pinggul yang aduhai, dan tidak lupa, dada sintal yang menjulang tinggi, menantang siapa siapa saja yang memandang, setelah tinggal bersama Naura dalam satu atap, walau belum resmi secara agama dan hukum, Adam sedikit banyak mengetahui watak dan karakter Naura, ya Naura setiap hari hanya rebahan, makan ,minum, menChekout chekout barang2 yang tidak begitu penting, main aplikasi, Nyalon, manja, judes, dan tidak pernah membersihkan rumah, jangan kan membersihkan rumah, mencuci baju dan gelas yang Naura pakai pun enggan, Bahkan tak jarang pulang dari kantor, rumah seperti kapal pecah, dan Adam pun yang membereskan rumah, Adam sengaja tidak menyewa jasa ART, karna Adam ingin mengetahui, sejauh mana Naura berperilaku dan menempatkan diri, dan ternyata nihil, jauh dari Ekspetasi Adam,
setelah berMonolog dengan diri sendiri, Adam segera menuju panggung, dan meminta mic kepada Evelin, dengan gerakan cepat tangan Adam memegang benda keras namun kenyal milik Evelin, ya B****g Evelin menjadi sasaran empuk tangan Adam,
plakkkk,,
""kurang ajar kamu mas, aku dan kamu sudah tidak ada hubungan, jadi sebaiknya kamu bisa menjaga sikap, (kesal Evelin
"kamu semakin hari semakin cantik dan seksi Linn, aku mau kita kembali, dan kamu boleh bernyanyi sesuka hatimu, (rayu Adam
""ehmmm,, ada apa ini??? tanya Adnan yang tiba tiba datang,
"tadi orang ini melecehkan saya tuan Adnan, sahut Evelin
"memangnya kenapa?? apa urusan anda mencampuri urusan rumah tangga saya?? bela Adam
"rumah tangga yang mana yang anda maksutkan tuan??
"kurang ajar, marah Adam,
Adam pun segera melayangkan tinjunya ke arah Adnan, tapi dengan cepat Adnan menangkap tangan Adam, sambil menahan tangan Adam, Adnan pun bersuara,
"jangan sampai tangan kotorku menyentuh kulitku tuan,
dengan berlari, Marcel pun mendekat,
"tuan,,tuan tidak apa2??
"hmmm, singkirkan b*****n tengik ini, dan buat dia menyesal,
"mari silahkan tinggalkan tempat ini tuan, perintah Marcel kepada Adam
"awas kalian semua, sungut Adam
masih dengan wajah takutnya Evelin segera naik ke panggung dan bekerja seperti biasa,
""Cell, selidiki orang itu, dan buat usahanya hancur, aku mau besok sudah beres,
"laksanakan tuan, sahut Marcel
BERSAMBUNG
jangan lupa like ,tap fav, n vote yaa gaesss,,
coment bila karyaku perlu diperbaiki,
__ADS_1
jempolmu menentukan karyaku