AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 15 PERMINTAAN SASTRA 2


__ADS_3

dengan tubuh gemetar dan pipi yang basah, Evelin memeluk papanya, Evelin tidak menyangka dengan apa yang terjadi dengan kehidupan papanya dan ibu tiri dan saudara tirinya, bahkan Evelin sering berfikir, bahwa hidup papanya bahagia dengan keluarga barunya tanpa dirinya, tapi apa?? papanya malah menderita,


"iya pah, Evelin setuju dengan permintaan papa, (ucap Evelin sambil terisak)


"terimakasih nakk, karna kamu sudah mau memaafkan dan menerima pemberian papa yang tidak seberapa ini,(ucap tuan Sastra sambil memeluk Evelin)


"pah, ada yang ingin Evelin sampaikan kepada papa, tapi papa jangan marah atau benci sama Evelin, (gugup Evelin)


"apa nakk, katakan lah, papa akan mendengarkannya(titah tuan Sastra)


"sebenarnya Evelin sudah menikah pah, dengan mas Adam, waktu itu Evelin dan mas Adam saling mencintai, dan Evelin memutuskan menerima ajakan mas Adam untuk menikah, karna waktu itu kita sedang tidak baik baik saja, maka Evelin memutuskan untuk tidak mengaggap papa ada, dan mengambil wali dari orang lain, ya memang pernikahan itu tidak sah, karna bukan papa yang menikahkan, dan dari pernikahan itu Evelin dikaruniai seorang putra, dan ternyata mas Adam main belakang dengan sahabat Evelin pah, dan akhirnya Evelin memutuskan meninggalkan mas Adam, dan sekarang sedang memasuki sidang gugatan kedua, maafkan Evelin pah, (ucap Evelin panjang lebar sambil menangis sesenggukan)


"sahabatmu Naura Linn??(tanya tuan Sastra)


"iya pah, Naura dan mas Adam berselingkuh dibelakang Evelin, (gugu Evelin)


"ya sudah Linn, semua sudah terjadi, ikhlaskan saja, mungkin takdir tidak mempersatukan kalian , untuk cucu papa, bolehkah papa menemuinya Linn?? (tanya tuan Sastra)


"boleh pah, tapi papa janji dulu sama Evelin, kalau papa akan sehat, demi cucu papa,(sarkas Evelin)


"kalau boleh tau, namanya siapa Linn?? dan usia berapa???


"Bintang Malik Wiguna pah, usianya baru 2bulan,


"iya Linn, papa janji, papa akan sembuh demi cucu papa, (ucap tuan Sastra)


mereka pun berpelukan, melepas rindu yang selama 10tahun ini terpendam, saat sedang berpelukan, datanglah Sasa, istri dari tuan Sastra, ibu tiri Evelin,


"senang sekali melihat kalian berdua bisa seperti ini, (bohong Bu Sasa)


papah, sudah waktunya makan siang dan minum obat, (sambung Bu Sasa)


"hmmm, (jawab tuan Sastra singkat)


"Evelin,,kamu datang nak, ibuk kangen sama kamu Linn,(pura pura Bu Sasa)


"iya buk,(jawab Evelin tersenyum kecut)


"sudah makan belum nak?? tadi ibuk sama mbokk sukem masak enak, kamu makan disini ya Linn??(ucap Bu Sasa sambil membelai rambut Evelin)


"pasti Evelin makan disini, karna ini rumah Evelin (ketus Evelin)

__ADS_1


"ibuk senang nakk, akhirnya kamu kembali( sambung Bu Sasa menutupi kegugupannya)


"tidak usah berakting, aktingmu bahkan lebih buruk dari pemeran pembantu, (bisik Evelin ditelinga Bu Sasa)


dengan sedikit berkeringat dingin dan bergetar, Bu Sasa pun segera meninggalkan kamar suaminya itu, setelah menghilangkan dibalik pintu, Bu Sasa pun meledakan amarahnya,


"dasar anak sialan, tunggulah sebentar lagi, akan kubuat kamu menyesali perkataanmu,(batin Bu Sasa)


***


Marinka sedang sibuk membeli buah tangan, ya rencana awal, Marinka akan mendatangi kantor Adnan setelah pulang kerja, dan akan bertandang ke kediaman keluarga Wijaya, dengan membawa buah tangan, setelah selesai memilih barang dan makanan, Marinka segera bergegas menuju kantor Adnan, dengan mengendarai Ferrari merah kesayangannya,


didalam mobil Marinka tersenyum bahagia, karna akan bertemu dengan calon mertuanya, Marinka sengaja membawa buah tangan berupa tas brendit dan buah buahan, bukan karna tidak mampu membeli, Marinka berfikir kalau Marinka membawakan barang mahal, sudah dapat dipastikan keluarga Wijaya akan menertawakannya, karna keluarga Wijaya memang konglomerat terpandang dikota tersebut, jadi Marinka berasumsi, akan merendahkan diri dihadapan keluarga Wijaya, agar keluarga Wijaya juga tidak menilainya matre atau buruk, bahkan mungkin menganggap bahwa Marinka hanya menilai semua dari kekayaan, setelah berasumsi dengan dirinya sendiri, Marinka telah memasuki gedung kantor Adnan, dengan gaya angkuhnya Marinka keluar dan berjalan menuju loby kantor,


"apa Adnan ada?? (tanya Marinka tanpa melihat resepsionis tersebut)


"ada nona, tapi sedang tidak bisa diganggu, (jujur resepsionis)


"terserah,(ucap Marinka berlalu menaiki lift, dan menuju ruangan Adnan, setelah sampai di lantai 99 gedung kantor itu , Marinka segera masuk keruangan Adnan, tanpa Adnan sadari , Marinka memperhatikan benda pipih yang dipegang oleh Adnan, disana terdapat foto yang tidak asing bagi Marinka, ya Adnan sedang memperhatikan foto cantik Evelin,


"sayang lagi apa??( ucap Marinka mengejutkan Adnan)


"ehemmm,, lagi siap siap mau pulang, kamu kenapa disini?? (tanya Adnan sambil memasukkan benda pipihnya disaku celana)


"hmmm, kamu jangan aneh aneh Marinka, kita sudah putus,(sarkas Adnan)


"itukan menurutmu sayang, menurut ku kamu itu masih menjadi pacar kamu, bahkan sebentar lagi kita akan menikah, karna papaku akan datang ke rumah mu,


"dalam mimpimu(sahut Adnan)


"oh iya sayang, tadi sebelum kesini, aku mampir ke mall, beli tas brendit buat mommy dan buah segar, (alih Marinka)


saat sedang berbincang dengan Marinka, Marcel pun masuk ke ruangan Adnan,


"maaf kan saya tuan, saya tadi sedang membereskan laporan bulanan kita, (jujur Marcel)


"lain kali aku tidak mau kejadian ini terulang,(titah Adnan)


"dimengerti tuan, sekali lagi saya meminta maaf( sesal Marcel)


""hmmm, 5menit lagi aku akan pulang, bersiap siap lah,(titah Adnan kepada sang Asisten)

__ADS_1


baik tuan, saya permisi(pamit Marcel pada Adnan, sambil melirik sekilas Marinka,)


Marcel memang dari awal tidak menyukai hubungan tuanya dengan Marinka,bukan karna alasan Marcel tidak menyukai Marinka, Marcel pun sering melihat Marinka sedang berjalan, bahkan bermesraan di tempat umum bersama laki laki lain, disamping itu dalam kacamata Marcel, Marinka bukanlah sosok perempuan yang tidak baik, selain angkuh dan sombong, dikacamata Marcel, Marinka adalah sosok perempuan yang culas dan licik, bukan karna tidak mau memberi tahu pada tuanya, namun Marcel memilih diam, takut tuanya akan tersinggung, karna berfikir dirinya telah mencampuri urusan pribadi tuanya,


setelah Mobil yang dikendarai Marcel telah terparkir didepan gedung kantor Wijaya, Adnan segera memasuki mobilnya, dan tidak lupa Marinka yang mengekor di belakang Adnan,


"kita pulang"(titah Adnan pada Marcel)


mobilpun melaju dengan kecepatan sedang, disepanjang perjalanan Marinka tidak hentinya berceloteh tidak jelas dan bermanja manja dengan Adnan, Marcel pun dapat mengerti dengan tuanya yang nampak tidak nyaman dengan tingkah Marinka,setelah menempuh perjalanan selama 20menit, mobil Adnan yang di kendarai oleh Marcel pun telah sampai dikediaman Wijaya, dengan gaya centilnya Marinka memeluk lengan kekar Adnan, dan tidak lupa dengan tas dan buah tanganya, keduanya melangkah memasuki mansion mewah tersebut, nampak beberapa pelayan sedang bejajar menyambut sang tuan muda,


"sore momm, (sapa Adnan pada mommy brigita)


"sore son, sudah pulang?? tumben gak lembur(sindir mommy brigita)


"Dady dimana momm??(tanya Adnan)


"Dady sedang berada diruang kerjanya( jawab mommy brigita)


"siapa yang kamu bawa sayang??


"ini Marinka , teman Adnan mom,


"sore Tante, saya Marinka, pacarnya Adnan, (sahut Marinka)


"wahh, cantik juga son pacar kamu(ucap mommy brigita)


"ini Tante, Marinka bawakan tas dan buah, tidak seberapa, tapi semoga Tante suka,(sambung Marinka)


"owhh manis sekali, kenapa repot repot begini,(senang nyonya brigita)


"tidak repot Tante, sekedarnya saja(imbuh Marinka)


"momm, Adnan mau mandi dulu, (sahut Adnan)


BERSAMBUNG


jangan lupa dukung karya pertama ku ya gaesss,,


like, tap fav n vote


jempolmu menentukan karyaku

__ADS_1


terimakasih,,


__ADS_2