AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 19 KECEMBURUAN ADNAN


__ADS_3

"kak, Evelin boleh minta tolong gak??(pinta Evelin)


"apa dek??(tanya Kevin)


""mmm,,bisa anterin Evelin ke cafe Wijaya gak??(jawab Evelin)


"cafe Wijaya?? ada urusan apa dek disana?? (tanya Kevin lagi)


"Evelin kan ada jadwal disana kak, trus ini mau ketemu sama bos nya, (pinta Evelin)


"owhh,, oke, kakak Anter (sarkas Kevin)


tak lama pun Kevin dan Evelin segera bergegas meninggalkan rumah kediaman mamanya, Kevin mengendarai mobil sportnya, saat sedang diperjalanan, Evelin bermanja manja dengan sang kakak, dan menceritakan kisah hidupnya, Evelin melepas rindu dengan sang kakak, karna telah terpisah selama 10tahun lebih, sambil bercanda ria, Kevin pun juga bercerita , jika ia tengah dekat dengan seorang gadis, Kevin banyak bertanya pada Evelin, tentang sifat dan kebiasaan cewek, mengenai hal yang disukai dan tidak disukai cewek, tanpa terasa mereka mengobrol , mobil yang dikendarai Kevin, telah sampai didepan cafe Wijaya,


Kevin pun membukakan pintu mobil untuk adik tercintanya, dengan setelan kaos v street warna hitam, dan celana chinos putih selutut, tidak lupa dengan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya,


"silahkan tuan putri"(goda Kevin)


"ikhh,, kakak apa apaan sich, malu taukk,,(sungkan Evelin)


"gapapa dek, jarang lho kakak bisa begini dengan adek kakak yang paling cantik(ucap Kevin)


"iyaa dechh iya, makasih ya kak, udah Anter Evelin, sayang kakak, (oceh Evelin sambil mencium punggung tangan sang kakak)


""iya bawell, ntar kalau butuh apa apa, atau ada apa apa, segera telfon kakak ya, (titah Kevin sambil membenarkan rambut Evelin)


"oke kakaku yang paling ganteng, kakak hati hati dijalan ya, Bayy,, (gurau Evelin sambil melambaikan tangannya, dan tersenyum manja pada sang kakak,


dari dalam cafe, letaknya dipinggir pojok, seorang laki laki sedang menggenggam garpu, dengan gigi yang bergemretak, Adnan membengkokkan garpu yang ia pegang, ya Adnan melihat semua yang terjadi, dari laki laki yang bersama Evelin, hingga keduanya bersendau gurau, tak luput dari penglihatan mata elang Adnan,


Evelin pun segera bergegas memasuki cafe Wijaya, Evelin memasang tajam penglihatannya, mencari sosok Adnan, setelah beberapa detik, Evelin pun melihat Adnan yang duduk dipojok kanan, Evelin segera menghampiri Adnan,


"selamat sore tuan Adnan, maaf saya sedikit terlambat(sapa Evelin )


"hmmm,, duduklah(titah Adnan)


"terimakasih Tuan , btw ada hal apa yang ingin anda sampaikan?? apakah kinerja saya buruk?? (tanya Evelin dengan cemas)


"tidak ada yang buruk dalam kinerjamu"(jawab Adnan tanpa melihat Evelin)


"lalu ada hal penting apa yang ingin tuan bahas??(tanya Evelin lagi)


"tidak ada,(sarkas Adnan)


Adnan pun segera berdiri , dan meninggalkan Evelin sendiri, Adnan masih kesal dengan keakraban Evelin dengan laki laki asing yang mengantar Evelin, Adnan segera masuk kedalam mobilnya,


""sial, siapa laki laki yang mengantar Evelin tadi"?(kesal Adnan)


setelah kepergian Adnan, Evelin pun dibuat bingung dengan sikap Adnan barusan, entah mengapa, Evelin seperti melihat anak kecil yang sedang merajuk,

__ADS_1


"dasar gak jelas, tadi minta ketemu, setelah ketemu Mala pergi, kalau saja gw gak ada kontrak, hihhh,,, udah gw lempar botol tu orang(geram Evelin)


saat sedang menyumpah serapahi Adnan, tiba tiba dari belakang ada yang menepuk pundak Evelin,


"haii Linn, (sapa Vicky)


"lohh, kok loe disini vick?? (tanya Evelin)


"iya tadi gw ada urusan, trus iseng mampir kesini ajah, Napa emang?? gak bole yaa?? (layu Vicky)


"gak gitu vick, kan seharusnya loe ngurusin cafe, kok Mala disini,??(bingung Evelin)


"tadi kan gw bilang, gw ada urusan disini, (bohong Vicky)


"loe kemana Ajah sich vick,?? berhari hari gak nongol???


"gw lagi ada proyek pembangunan cafe Linn, loe sendiri kenapa gak ngisi?? bukanya ini jadwal loe ngisi yaa??


"iya sich, tapi mendadak ada keperluan keluarga, jadi gw ijin dech, (jujur Evelin)


"owh, gimana kabar om Sastra?? Abang Kevin??(kepo Vicky)


"mmm,,papa sempet sakit, tapi udah baikan, trus kak Kevin, sehat, semua sehat,( jujur Evelin)


"kapan kapan gw kerumah ya Linn, kangen gw ma bokap n Abang loe, bolehkan??(tanya Vicky)


"oke dech, next time gw main kerumah loe, btw loe kangen gak sama gw??(goda Vicky)


"ya kangen lahh, loe nya ajah di tlp gk di angkat, di chat d read doang,,(Rajuk evelin)


"iya sorry, gw minta maaf, gak diulangin lagi dech(sesal Vicky, )


karna Evelin belum makan sejak siang, Evelin memutuskan untuk memesan makanan, dan Vicky pun memesan, setelah beberapa menit makanan yang mereka pesan pun datang, Evelin dan Vicky segera menyantap makanan yang mereka pesan, diselingi obrolan ringan mereka bercanda ria, tanpa terasa makanan yang mereka santap telah tandas,


"abis ini loe mau kemana Linn??(tanya Vicky)


"kayaknya gw mau balik dech vick(jawab Evelin)


"gw Anter yaa??(pinta Vicky)


"gak ngrepotin emang??(tanya Evelin)


"gak ngrepotin kok(sambar Vicky)


"oke, cabut yukk(sarkas Evelin)


setelah Vicky membayar ke kasir, mereka berdua pun pergi meninggalkan cafe, saat hendak menuju parkiran, Adnan yang sedang berada didalam mobil terus mengawasi gerak gerik Vicky dan Evelin, setelah tadi menemui Evelin, Adnan tidak benar benar pergi, melainkan Adnan menenangkan diri didalam mobilnya, Vicky segera melajukan mobilnya menuju kostan Evelin, tak berselang lama sampailah mobil Vicky di kostan Evelin,


"thanks ya vick, udah mau anterin gw,(ucap Evelin)

__ADS_1


"oke, sama sama Linn, gw langsung cabut ya(pamit Vicky)


"hati hati ya vick(seru Evelin)


Vicky pun langsung tancap gas meninggalkan kostan Evelin, Evelin pun masuk kedalam kostnya,


Adnan yang sedari tadi membuntuti Vicky pun terlihat tersulut emosi, bagaimana tidak dalam satu waktu Evelin berganti laki laki, Adnan pun dibuat frustasi dengan tingkah Evelin,


"wanita macam apa kamu Linn,(gumam Adnan)


*****


dikediaman Aditama, nampak tuan Joni sedang membereskan berkas berkas diruang kerjanya,


dibantu oleh sang asistent, Joni meraih berkas berkasnya,


"tam, panggilkan nyonya jovanka (titah Joni)


"laksanakan tuan(sambar Tama , asistent Joni)


tak lama berselang, nyonya jovanka datang dengan membawa teh mint untuk suaminya,


"ini papi, mami bawakan teh mint hangat dan cemilan buat papi"(ucap jovanka)


"iya terimakasih mi,(sahut Joni)


"apa ada yang perlu dibahas Pi??(tanya jovanka pada suaminya)


"ada mi, ini tentang Adnan dan Marinka"(jawab Joni sambil menyeruput teh mint nya)


"Marinka belum bercerita tentang perkembangan hubunganya dengan Adnan Pi(sahut jovanka)


"apa tidak sebaiknya kita bertandang ke kediaman Wijaya, untuk membahas hubungan mereka dengan tuan Wijaya, (usul Joni)


"ide bagus itu Pi, tapi nanti mami coba bicara dengan Marinka , apakah dia setuju atau tidak(timpal jovanka)


"segera atur saja mii, semakin cepat semakin baik (tutur Joni)


"semoga Marinka tidak berulah(batin jovanka)


BERSAMBUNG


coment yukk biar Author semangat ngetiknya


jangan lupa juga like tap fav n vote ya gaessss


jempolmu menentukan karyaku


thanks u,,,

__ADS_1


__ADS_2