
*****
setelah tadi membuntuti Vicky dan Evelin, Adnan segera melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan Adnan tidak berhenti mengumpati Evelin,
sampai akhirnya Adnan berhenti disebuah bar n resto, Adnan pun mamasuki bar itu, setelah memesan minum, Adnan diantar waiters menuju ruang VVIP, ruangan yang kedap suara dan tidak berbaur dengan pengunjung yang lain, dalam kurung privacy terjaga, sambil menunggu minuman datang, Adnan merogoh sakunya, mengambil benda pipihnya, dan menghubungi seseorang
"dimana Cell??(tanya Adnan pada Marcel sang sekretaris)
"saya di apartemen tuan, apa ada yang bisa saya bantu??(tanya Marcel diujung telpon)
"kemarilah, di bar n resto scodd, dijalan merak, aku tunggu, (titah Adnan)
"baik tuan(sarkas Marcel)
tak lama berselang minuman yang dipesan Adnan pun tiba, bersamaan dengan itu Marcel telah sampai di bar, dan segera masuk ke ruangan VVIP, karna apartemen dan bar tersebut memanglah tidak terlalu jauh dengan apartemen Marcel,
"selamat malam tuan (sapa Marcel)
"hmmm, tidak usah terlalu formal, kita tidak sedang dikantor, kita teman diluar, (titah Adnan)
"baik,(sarkas Marcel)
"temani aku minum Cell, hatiku sedang kacau(ucap Adnan)
"baik nan , (kikuk Marcel)
"sebaiknya kamu Carikan women, untuk menuangkan minuman kita(perintah Adnan)
"oke nan, sebentar
tak lama , Marcel pun datang membawa wanita malam yang disediakan pihak bar,
"ini pesanan loe nan, (sarkas Marcel)
"hmmm" dehem Adnan
wanita malam itu pun segera menyalami Adnan, dan bergabung,
"ini tuan minumnya"(ucap wanita malam)
"hmmm,,
"loe gak minum Cell?(tanya Adnan)
"no women, no Alkohol (sarkas Marcel)
"hidup cuma sekali, bawa happy aja Cell(ejek Adnan)
gelas demi gelas telah tandas diminum oleh Adnan, wanita yang menemani Adnan dan Marcel juga sudah mulai mabuk, dan dengan beraninya menciumi ceruk leher Adnan, Adnan hanya menikmatinya, sesekali terdengar ******* Adnan, Marcel hanya bisa geleng geleng kepala, melihat kelakuan bos dan juga sahabatnya tersebut, dan berlanjut jemari lentik wanita malam yang sering akrab dipanggil mawar itu, membuka kancing atas kemeja Adnan, dengan sedikit n*f*u mawar menciumi bibir tebal Adnan, Adnan pun tak ingin kalah, tangan Adnan pun menelusuri bongkahan kenyal yang ada dibelakang punggung bawah, keduanya saling bersahutan, mengeluarkan racauan racuan mereka, Marcel hanya hanya memutar posisi dan menutup telinga,
"nona"(panggil Marcel)
"iya tuan (sahut mawar dengan suara seraknya)
__ADS_1
"ambilah uang ini, dan tinggalkan tempat ini(perintah Marcel)
"baik tuan"(sahut mawar,
setelah menerima uang satu gepok, mawar meninggalkan ruangan VVIP tersebut, Adnan pun terus meracau mencari keberadaan mawar,
"dimana ****** itu Cell"(racau Adnan)
"lagi keluar , ambil minum nann"(bohong Marcel)
"wanita sama saja, gak Evelin gak mawar, murahan semua, (racau Adnan)
"Evelin??maksud loe???(bingung Marcel)
"kemarin Evelin Dateng ke cafe bersama laki laki, trus waktu pulang dari cafe dianter laki laki, tapi laki laki yang berbeda pula"(racau Adnan)
"mungkin sodaranya kalik(ucap Marcel)
"sodara kok pegang Pegang, (sahut Adnan)
"trus loe cemburu???(tanya Marcel)
"gak lah, ngapain gw cemburu(bohong Adnan)
"gw mau cabut nann, besok ada meeting pagi dengan investor Korea, (pamit Marcel,)
"tapi gw belum selesai minumnya Cell,, woyy, tunggu (ucap Adnan)
dengan langkah terseok-seok, Adnan mengikuti langkah Marcel, setelah masuk kedalam mobilnya Adnan segera memacu mobilnya, namun dihentikan oleh Marcel,
"biar gw yang bawa mobil loe, kondisi loe gak memungkinkan buat bawa mobil nann, (ucap Marcel)
"come on men, cuman nyetir doank, (bantah Adnan)
"cepetan, gw gak ada waktu nann, (kesal Marcel)
akhirnya Adnan pun mengalah, Adnan segera keluar dari mobil, dan bertukar posisi dengan Marcel,
ditengah perjalanan, Adnan terus meracau, menyebut nama Evelin, Marcel dibuat pusing oleh kelakuan Adnan, Marcel bingung, sekaligus heran dengan sikap Adnan, yang biasanya Adnan anti alkohol dan wanita, kini seolah berbanding terbalik, Marcel pun dapat memahami sikap dan karakter bos plus sahabatnya itu, Adnan tidak mungkin menyentuh alkohol dan wanita, kalau Adnan sedang tidak memikirkan masalah yang berat, Marcel juga di buat bingung dengan Adnan, mengapa sahabatnya itu selalu menyebut nama Evelin, padahal mereka berdua juga baru kenal,
"Cell, kita mau kemana,,,,,??(racau Adnan dengan mata yang terpejam)
"gw Anter loe balik di kediaman Wijaya,(jawab Marcel)
"gw gak mau pulang Cell, kalau belum ketemu wanita sialan itu,(gumam Adnan)
"trus mau loe gimana nann??(tanya Marcel sambil menengok ke arah Adnan yang masih memejamkan matanya)
"kita ke kostan nya Evelin dulu, ada yang pengen gw omongin Cell,(pinta Adnan)
setelah Adnan menunjukan kostan Evelin, Marcel segera melajukan mobilnya menuju kostan Evelin, tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Marcel telah memasuki kawasan perkampungan padat penduduk, Marcel pun dengan pelan dan hati hati memasuki gang yang tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil, dengan berbekal arahan dari seorang warga, mobil Marcel pun berhenti didepan gerbang yang tidak terlalu besar, Marcel pun segera keluar dari mobil,
"loe mau kemana Cell??(tanya Adnan dengan nada yang tidak begitu jelas)
__ADS_1
"loe diem disini nann, biar gw yang samperin Evelin, (ucap Marcel) .
Marcel pun membuka gerbang tersebut, dan mencari dimana kamar kost Evelin , Marcel hanya mengingat sepatu yang sering digunakan Evelin saat manggung, dengan ragu Marcel mengetuk pintu kamar kost nomer 4,
tokk,,tokk,,tokk,,
setelah beberapa kali mengetuk pintu, barulah pintu kamar kost itu terbuka,
menampilkan penampilan Evelin yang sedikit acak acakan, karna ini memang sudah agak larut, dan Evelin pun sudah terlelap di alam mimpinya, dengan sedikit bingung Evelin keluar dan melihat siapa yang datang, ...
"maaf , cari siapa mas??(tanya Evelin sambil mengucek matanya) .
"maaf malam malam menggangu nona Evelin, (jawab Marcel dengan tidak enak hati)
"iya gapapa mas, loh sekretaris Marcel?? ada apa ya?(tanya Evelin dengan sungkan)
pasalnya Evelin hanya menggunakan baju setelan tidur lengan teng top, yang menampilkan tubuh indah bagian atas, dan sedikit transparan, yang mencetak jelas lekuk tubuh Evelin, dan menggambarkan kedua bukit kembar evelin, yang pasti menantang siapa saja yang melihatnya, dan tidak lupa celana pendek sepaha, yang mengexpose kaki jenjang Evelin, dan kulit pahanya yang putih mulus bak manekin dipajangan toko, dengan sedikit menundukkan pandangannya, Marcel memberitahu Evelin, bahwa Adnan ingin bertemu,
"maaf , tuan Adnan ingin bertemu dengan anda, beliau ada didalam mobil(gugup Marcel karna melihat pemandangan di depannya)
"kira kira ada hal penting apa yang ingin dibicarakan Tuan Adnan dengan saya ya sekretaris Marcel??(ucap Evelin)
"untuk yang satu itu saya kurang paham nona Evelin, (gugup Marcel) bagaimana tidak gugup, pemandangan yang menantang b**a*i laki laki itu terlihat jelas didepan Marcel, ..
"iya tuan sebentar lagi saya akan keluar "(setuju Evelin)
setelahnya Marcel segera meninggalkan kamar kost Evelin, menuju mobil, setelah Evelin merapikan sedikit Surai panjangnya,Evelin segera bergegas keluar, dari jauh samar samar, mata sipit Evelin menangkap keberadaan mobil yang ditunggangi oleh Marcel,
dengan segera Evelin mengetuk kaca mobil itu, ..
"sekretaris Marcel, dimana tuan Adnan??(tanya Evelin)
"ada nona, tuan Adnan sedang tidur dibelakang(jawab Marcel)
Evelin pun segera berputar, dan membuka pintu mobil belakang, dengan sedikit rasa takut, Evelin membuka pintu mobilnya, lalu masuk ke dalam,
"selamat malam tuan, Ada apa ya??(gugup Evelin)
Adnan segera membuka matanya, Adnan hanya memastikan apakah suara itu asli atau mimpi, dengan memegang pipi mulus Evelin, Adnan pun dengan gugup meracau tidak jelas,
"kamu Evelin kan?? (tanya Adnan pada Evelin)
"iya saya Evelin tuan, ada yang bisa saya bantu??( sahut Evelin)
"tidak ada hanya ada sedikit pertanyaan yang mengganjal di hati saya(ucap Adnan tanpa berkedip, Adnan pun baru tersadar, dan melihat kemolekan tubuh Evelin dibalik baju tidur tipis yang Evelin kenakan, dengan sedikit susah payah, Adnan menelan ludahnya sendiri dengan kasar,
"apa itu tuan??(tanya Evelin)
"tadi sore saat kamu hendak menuju cafe, siapa laki laki yang mengantar mu??(tanya Adnan)
BERSAMBUNG .
jangan lupa dukung dan coment,
__ADS_1
supaya Author rajin upp nya,
terimakasih